Senin, 18 Juni 2018 19:59:45 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 96
Total pengunjung : 399670
Hits hari ini : 1263
Total hits : 3630801
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Paus Benediktus XVI
Paus Benediktus XVI


Paus Emeritus Benediktus XVI, bahasa Latin: Papam Emeritum Benedictus PP. XVI, adalah nama kepausan (nama regnal yang diambil oleh seorang Paus) dari Joseph Alois Ratzinger (lahir di Marktl am Inn, Bayern, Jerman, 16 April 1927; umur 86 tahun), adalah Paus Emeritus Gereja Katolik Roma. Ia melayani sebagai Paus ke-265 Gereja Katolik Roma sejak 19 April 2005 hingga mengundurkan diri pada 28 Februari 2013. Dia adalah Uskup Roma, pemimpin Negara Kota Vatikan dan Gereja Katolik Roma termasuk Gereja Katolik Timur dalam komuni dengan Takhta Suci. Pelantikan sebagai Paus secara resmi dlakukan melalui Misa Pelantikan Paus tanggal 24 April 2005.

Pada usia 78 tahun, dia adalah Paus tertua yang dilantik dalam 275 tahun terakhir sejak Paus Klemens XII (yang terpilih pada tahun 1730 pada umur 3 bulan lebih tua dari Ratzinger).

Benediktus XVI yang terlahir dengan nama Joseph Alois Ratzinger merupakan Paus berdarah Jerman pertama sejak Paus Adrianus VI (1522-1523) yang dilahirkan di wilayah bagian Jerman Kuno yang sekarang menjadi bagian dari negara Belanda. Paus terakhir yang berasal dari Jerman Modern adalah Paus Viktor II yang meninggal pada tahun 1057. Benediktus XVI merupakan Paus Jerman kedelapan dalam sejarah sejak Paus berdarah Jerman pertama Paus Gregorius V.

Paus terakhir yang bergelar nama kepausan Benediktus, Paus Benediktus XV, bertugas sebagai dari 1914 hingga 1922 pada masa Perang Dunia I.

Pada tanggal 11 Februari 2013 Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya sebagai paus atas alasan kesehatan, efektif 28 Februari 2013.[6] Ia adalah paus ketiga dalam sejarah kepausan Katolik Roma yang mengundurkan diri. Ia adalah Paus pertama yang mengundurkan diri sejak Paus Gregorius XII pada tahun 1415, dan yang pertama mengundurkan diri atas kemauan sendiri sejak Paus Selestinus V pada tahun 1294.


Karier dan pandangan

Kardinal Ratzinger dilantik sebagai Ketua Dewan Kepausan untuk Doktrin Iman oleh Paus Yohanes Paulus II pada November 1981, dijadikan Uskup Kardinal Katedral Velletri-Segni pada 1993, dan dilantik sebagai Dekan (Ketua) Kolegium Dewan Kardinal pada 2002, menjadi uskup Ostia.

Dia telah merupakan salah satu tokoh terpenting di Vatikan dan rekan dekat Yohanes Paulus II sebelum menjadi Paus. Dia juga memimpin pemakaman Yohanes Paulus II dan konklaf tahun 2005 yang memilihnya. Pada sede vacante terakhir, dia adalah pejabat dengan posisi tertinggi dalam Gereja Katolik Roma.

Benediktus dianggap sebagai seorang tradisionalis — perlindungannya yang ketat terhadap prinsip-prinsip Kepausan. Dia adalah seorang pengkritik homoseksualitas, pernikahan kelamin sejenis, euthanasia, dan aborsi.

Sebagai Kardinal, ia menulis buku Truth and Tolerance yang mencela penggunaan toleransi sebagai alasan untuk menyimpangkan kebenaran. Benediktus XVI juga mengikuti Konsili Vatikan II dan secara konsisten terus menerus mempertahankan hasil Konsili tersebut termasuk Nostra Aetate, dokumen yang menekankan pada rasa saling menghormati dengan agama lain dan pernyataan hak kebebasan beragama. Selama Konsili ia dianggap berpandangan liberal.

Sebagai Ketua Dewan Kepausan untuk Doktrin Iman, Benediktus XVI menjelaskan posisi Gereja Katolik dengan agama lain dalam dokumen Dominus Iesus yang juga berbicara tentang dialog antar gereja.

Pada tanggal 29 Mei 2007, ia berencana akan memulihkan kantor khusus Vatikan yang menangani hubungan dengan umat Muslim, setahun setelah ia dikritik karena membubarkan kantor tersebut.


Media sosial

Pada 12 Desember 2012, Paus Benediktus mulai menggunakan media sosial Twitter untuk mengirimkan pesan dan menjawab berbagai pertanyaan seputar inti misa mingguan dan pesan-pesan khusus menyangkut peristiwa besar dunia, termasuk bencana alam. Paus akan menggunakan nama "@pontifex" di akun Twitter yang memiliki arti "pembangun jembatan" dan mengacu pada kata "Paus".[8] "Kawan-kawan terkasih, saya senang bisa berkomunikasi dengan Anda melalui Twitter. Terima kasih atas tanggapan Anda yang baik. Saya memberkati Anda semua dari lubuk hati saya," begitulah pesan pertamanya. Setelah pesan pembukaan tersebut, Paus Benediktus mengirim dua pesan lanjutan. Kedua pesan itu berkaitan dengan promosi dari Year of Faith atau Tahun Keyakinan. "Bagaimana kita merayakan Tahun Keyakinan dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari?" tanya Paus. Dia pun menjawab, "Dengan berbicara kepada Yesus dalam doa, mendengarkan yang disampaikan-Nya dalam firman dan mencari-Nya bagi yang membutuhkan". Sejak pengunduran dirinya, kicauan twitter Paus Benediktus XVI dihapus.


Pengunduran diri

Terhitung sejak tanggal 1 Maret 2013 Benediktus XVI menyatakan tidak akan menjabat sebagai paus lagi karena alasan kesehatan. Dalam pernyataan yang dikeluarkan tanggal 11 Februari 2013 disebutkan bahwa ia "tidak lagi memiliki kekuatan untuk menjalankan tugas-tugas kepausan". Pengunduran diri dimungkinkan dalam kepausan, sebagaimana tercantum dalam Canon nomor 332, paragraf kedua dari Codex Iuris Canonici (Hukum Kanonik Gereja Katolik).

Dengan keputusan ini, Benediktus XVI adalah paus ketiga dalam sejarah kepausan Katolik Roma yang mengundurkan diri. Paus pertama yang mengundurkan diri adalah Paus Selestinus V pada tahun 1284 karena alasan kesehatan dan yang kedua adalah Paus Gregorius XII pada tahun 1415 karena alasan politis.(DAP)


sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Benediktus_XVI


Tokoh - tokoh
Liek WilardjoLiek Wilardjo
Stanislaus Sandarupa'Juru Kunci' Budaya Toraja
Ade Rostina SitompulObituari: Tokoh HAM itu Telah Pergi Selamanya
Dr. Johannes Leimena Dr. Johannes Leimena
Ingwer Ludwig NommensenDatang Untuk Kebaikan
FG Van Gessel FG Van Gessel
Eka DarmaputeraEka Darmaputera seorang pendeta dan teolog Indonesia yang banyak menulis sehingga karya-karya dan pikirannya seringkali muncul
Ir. MARTINUS PUTUHENA (1901 – 1982)Ir. MARTINUS PUTUHENA (1901 – 1982)
Cornelius Van TilCornelius Van Til
W.J. RumambiW.J. Rumambi
Pdt. H.O.H. AwuyPdt. H.O.H. Awuy
IhromiIhromi
Albert Schweitzer Albert Schweitzer
Reinhard BonnkeReinhard Bonnke
Kiai SadrachKiai Sadrach
Josephus Gerardus BeekJosephus Gerardus Beek
Martin LutherMartin Luther
Paus FransiskusPaus Fransiskus
Lambertus N. PalarLambertus N. Palar
Pdt. DR. Hisar Raja Parlindungan Siringoringo, SH, MThPdt. DR. Hisar Raja Parlindungan Siringoringo, SH, MTh
Alfred SimanjuntakAlfred Simanjuntak
Fransisca FanggidaejFransisca Fanggidaej
I.J. KasimoI.J. Kasimo
Sutan Gunung MuliaSutan Gunung Mulia
Dr. RA JaffrayDr. RA Jaffray
Romo Lugano Pr.Romo Fx. Lugano Pr.
Mochtar Riady Mochtar Riady Sang Manusia Ide
Jessica SudartaHarpa Bawa Jessica Sudarta Harumkan Nama Indonesia di kancah International
   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution