Jum'at, 22 Juni 2018 23:54:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 208
Total pengunjung : 400671
Hits hari ini : 1892
Total hits : 3641929
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -SALON KRISTEN
Jum'at, 22 Juli 2005
SALON KRISTEN


Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /home/pustaka1/domains/pustakalewi.net/public_html/mod/builtin/hiburan.php on line 41
Siapa saja memang punya kebebasan untuk pergi ke mana pun, termasuk ke salon potong rambut.Ya, memang apa anehnya pergi ke salon, semua orang kan boleh cantik, boleh ganteng, boleh merawat diri, asal jangan salah masuk ke salon mobil! Memang. Tapi cerita yang ini agak lain sehingga pantas dibaca.



Ketika mampir ke Kota Medan, Sumatera Utara, sebelum meneruskan perjalanan ke Nanggroe Aceh Darusalam, seorang aktivis LSM menyempatkan diri mampir ke sebuah salon untuk potong rambut. Sebetulnya rambutnya belum terlalu panjang. Hanya, karena biasa berambut pendek, ia agak risih ketika rambutnya sudah menyentuh krah baju.



Wajahnya yang ganteng segera saja nampak di kaca ketika ia duduk dan segera dilayani seorang cewek cantik. Setelah ngomong ini-itu, si cantik itu pun mengerti apa yang harus dikerjakan. Tangannya dengan cekatan menata rambut pelanggan barunya itu.



Setelah selesai, pelanggan baru itu nampak puas dan ia tersenyum memperhatikan wajahnya di kaca dan nampak semakin ganteng bahkan menjadi 2 hari lebih muda. Ia pun mencoba merapikan rambutnya dengan tangan sambil mencari-cari barangkali ada yang belum beres. Tampaknya nggak ada yang salah dan ia pun berniat bangkit dari duduknya. Tapi, niatnya itu dicegah oleh tangan halus si cantik, ia pun kembali duduk.



Rupanya, mungkin, melihat kepuasan pelanggan baru yang sekaligus ganteng itu, si penata rambut itu ingin memberi kepuasan lebih, atau memang begitu aturannya. Dengan halus ia memijit-mijit pundak si pelanggan dan tentu saja nikmat, apalagi badan memang pegal-pegal sehabis perjalanan jauh.



Namun usai memijit-mijit pundak, tangan si cantik itu rupanya terus menjalar hingga ke paha. Nah, di sini masalahnya. Begitu menyentuh paha, aktivis LSM itu spontan bereaksi,



“Jangan, saya orang Kristen!” Sergahnya spontan.

“O…, saya juga.” Jawab si cantik itu kalem. (far)

   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution