Jum'at, 22 Juni 2018 23:53:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 208
Total pengunjung : 400671
Hits hari ini : 1887
Total hits : 3641924
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejarah Poligami Di Alkitab
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 18 Desember 2006 00:00:00
Sejarah Poligami Di Alkitab
Sejarah Poligami Di Alkitab



Poligami adalah sebuah fenomena, dimana ketika manusia, ciptaan Allah yang paling sempurna, memilih untuk menentukan jati dirinya apakah ia layak menyandang gelar 'paling sempurna', ataukah hanya selevel dengan hewan belaka.



Berikut ini adalah beberapa kisah poligami dalam sejarah manusia yang tercatat dalam Alkitab. Alkitab

menceritakan hal ini dengan maksud tujuan ilahi, bahwa memang hal itu pernah dilakukan oleh manusia. Jadi, apa yang dibahas saat ini hanyalah peristiwanya, bukan dari segi ajaran atau perintah dari Allah, Pencipta langit dan bumi.



Silahkan anda simak.



1. Poligami yang pertama : Lamekh, keturunan ke 7 dari Kain



Ayat Firman Tuhan : Kejadian 4:19 "Lamekh mengambil isteri dua orang yang satu namanya

Ada, yang lain Zila."



Kain adalah anak sulung Adam dan Hawa yang telah melakukan dosa pembunuhan pertama. Lamekh, keturunan ke 7 dari Kain, tercatat melakukan poligami. Apakah dosa dapat diwariskan sampai generasi yang ke 7? Dalam kisah selanjutnya, Lamekh menyatakan pada kedua isterinya, bahwa ia telah membunuh seorang pemuda dengan alasan membela diri.



2. Kejahatan Manusia; antara anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia.



Ayat Firman Tuhan : Kejadian 6:4b "ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka;"



Dalam kisah lengkapnya, diceritakan bahwa manusia terbagi atas 2 kelompok, yaitu manusia yang patuh kepada Allah, disebut sebagai anak-anak Allah / anak-anak rohani, dan manusia yang hidup menurut kehendaknya sendiri, disebut anak-anak manusia / anak-anak jasmani. tanpa kesadaran rohani, manusia tak berbeda jauh kelakuannya dengan hewan, yaitu menuruti egonya, memuaskan keinginannya yaitu makanan dan berkembang biak menurut nafsunya. Tak dijelaskan dalam kisah ini, apakah mereka berpoligami, yang jelas, peristiwa ini membuat Allah menyesal telah menciptakan manusia (ay.6)



3. Apakah Abraham berpoligami?



Sebuah tuduhan yang biasanya diajukan oleh orang yang pro-poligami, bahwa Abraham, bapa para bangsa, seorang tokoh besar dalam agama-agama mayoritas dunia, juga berpoligami. benarkah demikian?



Seperti yang kita ketahui, Abraham dan Sara, berasal dari ur-kasdim dan pergi ke tanah kanaan atas perintah Tuhan. pada masa kekeringan, mereka sempat mengungsi ke mesir dan kembali lagi. Sara barulah memiliki budak bernama Hagar.



Abraham dijanjikan akan diberikan keturunan oleh Allah. Tapi karena tak sabar, Sara merancang sebuah usaha agar mereka mendapat keturunan, yaitu dengan menyodorkan budaknya, Hagar, kepada Abraham supaya anak yang lahir dari Hagar itulah yang nantinya diklaim sebagai anak mereka.



Kesimpulannya:



- Hagar bukanlah isteri Abraham.

- Ketika Hagar melahirkan Ismael, ia tetap menjadi budak Sara.

- Selama Hagar tinggal bersama mereka kira-kira selama 14 tahun, sebelum Hagar dan Ismael diusir, Hagar tidak lagi beranak. Artinya, Abraham menghampiri Hagar atas desakan Sara, bukan karena cinta ataupun hawa nafsu.



Ketika Sara telah meninggal, Abraham mengambil Ketura sebagai gundik dan melahirkan 6 anak baginya. Kej 25:6 mencatat bahwa ketura dan hagar adalah gundik-gundiknya. Apakah Abraham bisa dikatakan berpoligami? silahkan menilai....



Secara kenyataanya, memang Abraham memiliki 1 isteri dan 1 gundik sekaligus, sebelum ia menjadikan ketura sebagai gundiknya. tetapi Abraham menjadikan Hagar sebagai gundiknya bukan atas kemauannya sendiri, melainkan atas paksaan dari Sara, isterinya.



4. Yakub / Israel, cucu Abraham, 2 orang isteri dan 2 orang gundik.



Mengapa Yakub memperoleh 4 pasangan? Kisahnya demikian. Yakub menghindar dari saudara kembarnya, Esau, dan tinggal di tempat Laban, pamannya d Haran. Laban memiliki 2 anak perempuan, yaitu Lea dan Rahel adiknya. Yakub jatuh cinta kepada Rahel dan melamarnya, namun ketika malam pernikahan, Laban menyuruh Lea untuk tidur dengan Yakub. Yakub terlambat untuk menyadari, dan tetap menginginkan Rahel untuk menjadi isterinya. Alhasil, Lea dan Rahel menjadi isteri Yakub.



Setelah itu, kita bisa melihatnya di dalam kitab kejadian 29:31 sampai 30:24. Disana tercatat persaingan antara Lea dan Rahel dalam memperebutkan Yakub, terutama dalam menghasilkan anak. Karena Rahel mulanya mandul, maka ia menyodorkan budaknya, Bilha, untuk menggantikan posisinya dalam memperoleh keturunan. lalu Lea pun berbuat hal yang sama, ia menyodorkan zilpa, budaknya, supaya tak ketinggalan set. Jadilah Yakub memiliki 2 isteri dan 2 gundik.



Apa kesimpulan dari kisah ini? Yakub memang kelihatan berpoligami, tapi, lagi2, ini bukan atas kehendak Yakub, alias bukan atas dorongan nafsu seksual dari Yakub untuk berpoligami.



5. Hana, ibunda Nabi Samuel.



Ayat Firman Tuhan : I Samuel 1:2 Adalah seorang dari suku Efraim bernama Elkana, yang memiliki 2 isteri, yaitu Hana dan Penina. Penina memiliki anak sedangkan Hana tidak. dan dalam kisah tersebut dinyatakan bahwa Penina selalu menyakiti hati Hana karena hal ini. Kesimpulannya: poligami memang

dapat membuat masalah baru, yaitu perselisihan antar isteri pertama dan madunya.



6. Raja Daud dan Raja Salomo.



Sebagai seorang raja, ada kecenderungan untuk memiliki lebih dari seorang isteri saja sebagai pendamping. Umumnya karena merasa lebih terhormat, lebih berkuasa, lebih mulia daripada sesamanya manusia, maka sang Raja merasa berhak untuk mendapatkan 'lebih'.



Hal ini pun terjadi pada Daud. Ia memiliki beberapa isteri dan selir, sehingga ia memiliki banyak anak dari masing-masing isterinya. Kecintaan Daud kepada Allah memang tak tergoyahkan, namun karena perbuatannya ini, ia melakukan hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Allah. Misalnya, karena kekuasaannya dan keadaannya yang telah memiliki isteri banyak, ia tak segan-segan merebut isteri orang dan membunuh suaminya, yang notabene adalah anak buahnya yang setia. Selain itu, Alkitab mencatat banyak persoalan muncul berkaitan dengan anak-anaknya, yaitu memperkosa saudara sendiri, membunuh saudara-saudaranya dan memberontak melawan ayahnya sendiri, dan perebutan kekuasaan.



Sedangkan Salomo? Ia tercatat memiliki 700 isteri dari kaum bangsawan dan 300 gundik. Suatu jumlah yang fantastis. namun dari merekalah Salomo menjauh hatinya dari TUHAN (I Raja-raja 11:3). Karena kecintaannya pada perempuanlah Salomo akhirnya menjadi penyembah allah-allah asing dan Tuhan murka kepadanya, karena Salomo tidak berpegang pada perintah Tuhan (ay.9-10).



Poligami dalam kisah raja Daud dan raja Salomo pun memperlihatkan dampak yang buruk.



Kesimpulan



Dari kisah-kisah tokoh maupun peristiwa Alkitab yang berkaitan dengan poligami, maka dapatlah kita menarik kesimpulan bahwa:



- Tuhan memang mengijinkan/ membiarkan poligami terjadi dikalangan tokoh-tokoh Alkitab, namun bukan berarti Tuhan memerintahkan supaya umatNya berpoligami. Sama seperti halnya kasus kain membunuh habel. hal itu memang terjadi atas seijin/sepengetahua n Tuhan, namun bukan berarti Tuhan menghendaki kain berbuat demikian.



- Dalam beberapa kasus, seperti Abraham dan Yakub, kasus poligami ini tidak melibatkan keinginan sang laki-laki atau sang suami untuk memiliki isteri lebih dari satu.



- Poligami disinyalir memiliki dampak yang buruk, yaitu terjadinya perselisihan antar isteri, maupun antar anak. juga dapat menjauhkan sang suami dari Tuhan.



- Kecenderungan untuk berpoligami ini juga bisa tertransfer kepada generasi berikutnya dan semakin lama pola pikir manusia semakin tidak menghormati kekudusan sebuah perkawinan yang dilandasi oleh kuasa Tuhan dan ikrar kesetiaan sampai mati, melainkan hanya berpegang pada hawa nafsu belaka.



Demikianlah ulasan saya mengenai sejarah poligami menurut Alkitab. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan pencerahan bagi banyak orang.



Tuhan Yesus memberkati.



Sumber: tulisan seorang teolog di milis doakanhkbp@yahoogroups.com....( tidak bersedia disebut namanya...)

dilihat : 6065 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution