Senin, 18 Juni 2018 18:23:30 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 399664
Hits hari ini : 1087
Total hits : 3630626
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Babel Dan Yerusalem
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 28 September 2006 00:00:00
Babel Dan Yerusalem
Seperti tertulis dalam Yeremia 29:10-11, ?Sebab beginilah firman Tuhan: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janjiKu itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan?.



Kembalinya Israel dari Babel ke Yerusalem terjadi dalam tiga tahap. Yang pertama terjadi pada tahun 536 SM dibawah kepemimpinan Zerubabel. Mereka bertugas membangun kembali Bait Suci Tuhan. Kurang lebih 78 tahun kemudian, rombongan kedua datang dipimpin oleh Ezra. Tugas utama mereka adalah memulihkan kekudusan umat Tuhan sesuai Taurat Tuhan. Dan 13 tahun kemudian, Nehemia memimpin rombongan ketiga dengan tugas membangun kembali tembok Yerusalem yang telah runtuh. Jumlah umat Tuhan yang kembali dari Babel relatif sangat sedikit. Untuk rombongan pertama saja hanya ada 42.360 orang lebih sedikit (Ezra 2:64). Rombongan kedua dan ketiga jauh lebih sedikit lagi. Sisa orang Yahudi yang kembali ke Yerusalem dengan jumlah yang sedikit itu disebut Jewish Remnant. Walaupun berjumlah sedikit (minoritas), tetapi rencana Tuhan untuk pemulihanNya terletak di dalam dan melalui mereka.



Alkitab dituliskan bagi kita bukan sekedar untuk kita memahami sejarah, dalam hal ini sejarah Israel. Alkitab adalah Firman hidup yang bersifat rohani. Artinya di dalam sejarah yang bersifat jasmani terdapat makna rohani yang berguna untuk membangun iman kita saat ini. Tetapi semua ini tergantung dari bagaimana seseorang mendekati Alkitab. Apabila ia mendekati Alkitab dengan pikiran jasmani (the mind of the flesh), ia hanya akan menemukan fakta-fakta jasmani di dalam Alkitab. Sebaliknya apabila ia mendekati Alkitab dengan pikiran rohani (the mind of the spirit), ia akan menemukan firman hidup yang akan membangun imannya. Sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi roh menghidupkan (II Kor. 3:6). Dikatakan juga dalam Roma 8:6, terjemahan Young?s Literal, ?for the mind of the flesh is death, and the mind of the spirit ? life and peace (pikiran daging adalah maut, dan pikiran roh adalah hidup dan damai sejahtera)?. Jadi sejarah kembalinya Israel dari Babel ke Yerusalem, memiliki makna rohani bagi kita saat ini.



Apakah makna rohaninya bagi kita saat ini? Melambangkan apakah ?Babel? bagi kita? Juga apa artinya ?Yerusalem? bagi kita? Dan apakah artinya ?keluar dari Babel? dan ?beribadah di Yerusalem?? Kita membutuhkan roh hikmat dan wahyu untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Semoga Tuhan terus membukakan FirmanNya bagi kita.



BABEL DALAM ALKITAB

Kejadian 10:8-10 mencatat, ?Kusy memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; ia seorang pemburu yang gagah perkasa dihadapan Tuhan, sebab itu dikatakan orang: seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan. Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh dan Akad, semuanya di tanah Sinear?. Dari ayat ini jelas terlihat bahwa Babel adalah satu kerajaan (pemerintahan) yang didirikan oleh seorang manusia yaitu Nimrod. Tegasnya Babel adalah suatu pemerintahan manusia.



Dikatakan bahwa Nimrod adalah seorang pemburu yang gagah perkasa dihadapan Tuhan. Ray Prinzing dalam Whispers of the Mysteries hal.14 mengatakan bahwa Strong?s Concordance mengungkapkan fakta mengenai kata Ibrani untuk dihadapan mempunyai arti yang sangat bervariasi. Dalam Kej. 10:9, seperti juga misalnya dalam Bil.16;2, kata Ibrani untuk dihadapan secara harafiah (literal) berarti memberontak. Dan di dalam Jewish Encyclopedia, nama Nimrod berarti ?ia yang membuat semua yang memberontak melawan Tuhan?. Jadi Babel sebagai pemerintahan manusia yang dibangun Nimrod, bukanlah pemerintahan biasa tetapi suatu pemerintahan manusia yang MEMBERONTAK melawan Tuhan.



Apakah artinya Babel bagi kita secara individu? Saudaraku, Babel itu adalah suatu kerajaan yang kita bangun oleh keakuan kita sendiri. Ambisi ?Nimrod? itu sebenarnya ada di dalam kita. Semua kita ingin mengatur diri kita sendiri, ingin menjadi ?orang yang berkuasa? bagi diri kita sendiri. Semua kita (sebagai ?Manusia Adam?) tidak mau diatur/diperintah oleh Tuhan. Semua kita ingin membangun sesuatu berdasarkan diri kita sendiri, entah itu suatu usaha dagang, keluarga bahkan pelayanan. Segala sesuatu yang kita bangun berdasarkan pikiran, perasaan dan keinginan kita sendiri adalah ?BABEL?. Dan hal ini adalah pemberontakan terhadap pemerintahan Tuhan.



YERUSALEM DALAM ALKITAB

Yerusalem adalah kota yang dipilih Tuhan sebagai tempat kediaman NamaNya (II Taw. 6:6). Di Yerusalem terdapat Bait Suci Tuhan. Yerusalem adalah tempat dimana umat Israel melakukan ibadah dan penyembahan kepadaNya. Yerusalem juga disebut ?Kota Allah, kediaman Yang Maha Tinggi? (Maz. 46:5). Yeremia 3:17 menyatakan, ?pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta Tuhan....? Takhta disini berbicara soal pemerintahan. Jadi Yerusalem adalah tempat dimana Tuhan memerintah. Apabila umat Israel mau diperintah Tuhan, maka mereka harus datang ke Yerusalem untuk sujud menyembahNya dan mempersembahkan korban di Bait SuciNya.



Apa maknanya ?Yerusalem? bagi kita? Untuk memahami ini, baiklah kita melihat Yoh.4:20-21,23? Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah. Kata Yesus kepadanya: Percayalah kepadaKu, hai perempuan, saatnya akan tiba bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Disini jelas terlihat bahwa ?Yerusalem? dalam Perjanjian Lama berarti ?roh? dalam Perjanjian Baru, artinya sebagaimana Yerusalem adalah tempat/pusat penyembahan umat Israel. Maka saat ini roh kita adalah tempat dimana melaluinya kita menyembah Tuhan. Sebagaimana Yerusalem adalah pusat pemerintahan Tuhan bagi umat Israel, maka roh kita (menyatu dengan Roh Kudus) adalah pusat dimana seluruh keberadaan kita diperintah olehnya. Maksudnya kita diperintah oleh roh kita yang telah menyatu dengan Roh Kudus, bukan oleh perasaan, pikiran dan keinginan kita sendiri.



DARI BABEL KE YERUSALEM

Kita telah melihat bahwa pemulihan Tuhan bagi umatNya dinyatakan melalui keluarnya Israel dari Babel menuju Yerusalem. Apakah maknanya ini bagi kita? Bagi kita ini berarti kita harus keluar dari ?pemerintahan diri sendiri? untuk masuk ke dalam ?pemerintahan Tuhan?. Meninggalkan sifat mau mengatur diri sendiri dan menjadi rela diatur Tuhan. Ini memang suatu proses, sebagaimana Israel keluar dari Babel. Dibutuhkan waktu untuk mematahkan keakuan kita. Sering kali proses ini panjang. Tetapi siapa yang mau dipulihkan Tuhan, ia harus rela meninggalkan ?Babel? menuju ?Yerusalem?.



Dalam tulisan diatas kita melihat bahwa Babel adalah suatu pemerintahan manusia yang memberontak kepada Tuhan, sedangkan Yerusalem adalah tempat dimana Tuhan memerintah. Babel adalah suatu kerajaan yang dibangun oleh ambisi "Nimrod" yang berdiam didalam "manusia Adam" kita. Kerajaan yang kita bangun itu bisa berupa keluarga, usaha dagang atau juga pelayanan. Apabila seseorang dipulihkan Tuhan, ia akan dibebaskan atau dilepaskan dari ambisi "Nimrod" dan hidupnya akan berpusat pada roh dimana pemerintahan Tuhan berlaku atasnya. Kehidupannya bukan aku beserta ambisi "Nimrod" lagi, melainkan Kristus beserta kerajaanNya. Demikianlah genap firman Tuhan dalam Galatia 2 : 20, "....... bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku ......".



Kadangkala kita mendengar orang kristen menunjuk kelompok tertentu sebagai Babel dan bahwa kita harus keluar dari padanya. Orang kristen ini hanya memahami Babel sebagai suatu sistem pemerintahan DILUAR dirinya sendiri. Memang benar Babel yang diuraikan dalam Alkitab telah menjadi sistem dimana kita harus keluar daripadanya. Wahyu 18 : 4 juga menegaskan bahwa kita harus keluar dari sistem seperti itu agar jangan kita ambil bagian dalam dosa-dosanya. Kita akan membicarakan Babel sebagai suatu sistem pada uraian berikutnya. Tetapi yang kita maksudkan pada pembicaraan sebelumnya adalah Babel yang ada DIDALAM diri kita. Ambisi "Nimrod" yang ada didalam diri kita atau "Babel" yang ada didalam inilah yang harus keluar. Jadi bukan saja kita keluar dari "Babel", tetapi yang lebih penting lagi yaitu "Babel" harus keluar dari diri kita.



Ketika umat Israel keluar dari Babel dan menetap di Yerusalem, mereka masih membawa "Babel" didalam diri mereka. Hal ini terlihat dari teguran nabi-nabi yang melayani mereka setelah pembuangan yaitu Hagai, Zakharia dan Maleakhi. Empat ratus tahun kemudian, umat Israel yang keluar dari Babel kembali membangun sistem keagamaan yang kita kenal sebagai Yudaisme. Sistem inilah yang membunuh Yesus melalui tangan bangsa Roma. Mengapa umat Israel kembali membangun sistem yang memberontak kepada Tuhan ? Jawabnya sederhana saja, mereka telah keluar dari Babel tetapi Babel belum keluar dari mereka. Itu sebabnya mereka kembali membangun sistem yang melawan Tuhan. Hal seperti ini juga terjadi ketika Israel keluar dari Mesir. Tingkah laku Israel selama dipadang gurun membuktikan bahwa "Mesir" belum keluar dari Israel. Sedikit ada masalah, mereka cenderung ingin kembali ke Mesir. Baru setelah penyunatan ditanah perjanjian, Tuhan berkata dalam Yosua 5 : 9, "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu".



Sebagai kelompok "Yosua dan Kaleb", kita perlu berjalan terus melintasi padang gurun sampai ke "Tanah Perjanjian" kita. Ditempat ini kita mengalami "penyunatan" yaitu penanggalan ambisi "Nimrod", sehingga kita tidak pernah lagi membangun sistem yang menentang pemerintahan Tuhan. Kita tidak lagi membangun kerajaan sendiri. Kita dapat menerima pemerintahan Tuhan didalam hidup kita. Inilah hal yang penting kita pahami dan alami sebagai putra-putra Bapa.



Pengalaman keluarnya "Babel" dari diri kita merupakan suatu proses yang harus kita lalui. Bagi kita, Tuhan adalah api yang menghanguskan. Ia membakar dan menghanguskan semua didalam diri kita yang bukan Kristus. Pola pikir, tindakan dan ambisi "Nimrod" semuanya akan habis dalam api Tuhan, sehingga yang tinggal didalam diri kita hanyalah Kristus. Melalui pengalaman ini kita menemukan identitas kita yang sebenarnya sebagai Putra Bapa. Tetapi tidak hanya pengalaman ini saja, seperti telah kita lihat dalam Wahyu 18 : 4 bahwa kita diperintahkan untuk keluar dari sistem Babel. Selanjutnya kita akan melihat bagaimana Babel ini dibangun.



BABEL SEBAGAI SISTEM PEMERINTAHAN MANUSIA.

Kejadian 11 : 1-9 mencatat sebagai berikut, "Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka kesebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka disana. Mereka berkata seorang kepada yang lain : 'marilah kita membuat batubata dan membakarnya baik-baik'. Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. Juga kata mereka : 'marilah kita dirikan bagi kita sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi'. Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman : 'mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan disana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing'. Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ keseluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena disitulah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN keseluruh bumi".



Kita tahu bahwa Nimrod adalah orang yang mula-mula sekali berkuasa dibumi dan salah satu kerajaan yang didirikannya adalah Babel (Kej.10:8,10). Didalam Kejadian pasal 11 ini,kita melihat bagaimana caranya kerajaan Babel ini dibangun. Pertama,kita lihat bahwa oleh kepemimpinan Nimrod, mereka sampai pada satu komitmen untuk membangun kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai kelangit(ay 4). Mereka juga bersepakat untuk mencari nama. Semua ini mereka lakukan agar mereka tidak terserak keseluruh bumi.



Sudahkah saudara lihat tujuan Nimrod dibalik semua ini ? Tujuan utama Nimrod disini adalah mencari nama. Tentunya semua orang yang dipimpin Nimrod juga memperoleh nama atau reputasi karena telah berhasil membuat sebuah kota, tetapi Nimrod sebagai pemimpin mendapat lebih banyak reputasi dan kemuliaan manusia. Semangat atau roh Nimrod ini diungkapkan dengan kata-kata oleh raja Nebukadnesar sebagai berikut,"Bukankah itu Babel yang besar, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan ?" (Daniel 4 : 30).



Cara kedua kerajaan Babel ini dibangun adalah melalui kesatuan dan sistem komunikasi yang baik (ayat 1,6). Walaupun kesatuan dan komunikasi yang baik tercipta karena mereka adalah satu bangsa dan satu bahasa, tetapi tidak diragukan lagi bahwa peranan Nimrod sebagai pemimpin merupakan penyebab utama terciptanya kesatuan dan komunikasi yang baik. Menara yang dibangun Nimrod dapat juga menjadi alat pengontrol untuk mempersatukan. Jadi disini Nimrod menggunakan kuasanya untuk mengontrol agar tercipta kesatuan dan komunikasi yang baik. Melalui kedua cara inilah Babel dibangun sebagai kerajaan manusia yang dipimpin Nimrod.



Kalau kita merenungkan lebih dalam lagi alasan mengapa Nimrod berhasil membangun kerajaannya (walaupun akhirnya dihancurkan Tuhan), akan kita dapatkan penyebabnya karena manusia cenderung untuk membuat suatu perkumpulan dan juga manusia cenderung menginginkan seorang pemimpin yang dapat dilihat seperti halnya ketika Israel meminta seorang raja manusia. Melalui kepemimpinannya Nimrod berhasil membagikan visinya sehingga perkumpulan itu mempunyai tujuan. Nimrod berhasil membangun suatu organisasi, karena organisasi berarti perkumpulan yang mempunyai tujuan.



Bagaimana evaluasi Tuhan terhadap organisasi ini ? Ayat 6 mencatat, "... ... Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana". Tuhan menilai bahwa organisasi ini mempunyai kekuatan luar biasa didalam dirinya sendiri. Tuhan menyatakan bahwa kalau organisasi ini merencanakan sesuatu maka akan terlaksana, bukan oleh kekuatan Tuhan tetapi oleh kekuatan organisasi itu sendiri.



Inilah organisasi pertama yang dibuat manusia yang tercatat dalam kitab Kejadian. Walaupun organisasi ini telah dihancurkan dengan cara menghancurkan kesatuan dan komunikasinya yang baik, sejak saat itu manusia selalu berkumpul untuk membuat organisasi. Kalau kita lihat saat ini didunia begitu banyaknya organisasi yang ada, sebanyak tujuan dan maksud hati manusia. Mulai dari organisasi politik, ekonomi, sosial sampai keagamaan.





BABEL SEBAGAI SUATU MISTERI

Sekalipun Babel sebagai sistem pemerintahan manusia didalam Kejadian 11 telah dihancurkan Tuhan, tetapi ia tidaklah dihapuskan sama sekali. Karena sampai saat ini sistem pemerintahan manusia tetap kita jumpai pada setiap bangsa. Bahkan Tuhan memakai sistem pemerintahan manusia ini untuk menjalankan rencanaNya. Itu sebabnya Roma 13 : 4 menegaskan, "Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu ........ Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat".



Tetapi yang akan kita bicarakan sekarang adalah Babel seperti yang diuraikan dalam kitab Wahyu pasal 17 dan 18. Babel yang diuraikan kitab Wahyu ini berbeda dengan Babel yang dijelaskan dalam kitab Kejadian. Babel dalam kitab Kejadian adalah benar-benar kota yang dibangun oleh Nimrod, sedangkan Babel dalam kitab Wahyu adalah simbol atau lambang. Karena kita Wahyu adalah kitab yang mewahyukan siapa Yesus Kristus itu dengan bahasa simbol. Itu sebabnya Babel dalam kitab Wahyu merupakan suatu misteri. Diperlukan kondisi tertentu untuk dapat memahaminya.



Wahyu 17 : 3 mencatat," Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat ......" Diperlukan kondisi dalam roh untuk melihat Babel sebagai simbol. Manusia jasmani tidak dapat melihat hal ini. Selain kondisi dalam roh, kita juga perlu ke "padang gurun" untuk melihatnya. Yohanes Pembabtis mendapat firman Tuhan dan menyampaikannya dari padang gurun (Lukas 1:80,Matius 3:1). Artinya ia berada pada kondisi diluar sistem keagamaan yang ada. Ia tidak mendapat posisi, kemuliaan dan kemewahan dari sistem yang ada. Dalam kondisi yang sedemikianlah ia mendapatkan firman dan menyerukan," Bertobatlah, sebab kerajaan sorga sudah dekat!". Kita juga akan memperoleh firman dan penglihatan apabila kita tidak menikmati "..... kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati ...... "(Wahyu 18:7).



Ketika Yohanes dibawa ke padang gurun, ia melihat seorang perempuan. Dan ketika ia melihatnya, ia sangat heran (Wahyu 17:6). Saya yakin keheranan Yohanes ini disebabkan perempuan ini disebut Babel dan pelacur. Juga karena perempuan ini mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Tentu dalam pemahaman Yohanes waktu itu perempuan melambangkan gereja, tetapi mengapa yang dilihatnya lain. Mengapa gereja mendapat simbol "Babel" ?.



Kita tahu Babel adalah sistem pemerintahan manusia. Kalau gereja mendapat simbol Babel, maka itu berarti didalam gereja terdapat SISTEM PEMERINTAHAN MANUSIA. Bagaimana sampai terjadi demikian ? Dalam Kis. 20 : 30 ada tertulis, "Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka". Disini Paulus bernubuat kepada para penatua bahwa akan ada beberapa pemimpin yang bangkit dengan ajaran palsu mereka, dengan tujuan memperoleh murid-murid supaya mengikut mereka. Kita lihat disini bagaimana roh "Nimrod" masuk kedalam gereja. Pemimpin-pemimpin mulai mengontrol, menguasai dan menaklukkan murid-murid melalui suatu pengajaran palsu tertentu.



Saudara tentu memahami kata PALSU yang dimaksud. Palsu artinya sesuatu yang sengaja dibuat MIRIP DENGAN ASLINYA, tetapi sebenarnya tidak. Pengajaran palsu adalah pengajaran yang dibuat sedemikian sehingga mirip dengan pengajaran asli. Ada beberapa pengajaran palsu yang sengaja dibuat oleh "Nimrod-Nimrod" zaman ini untuk menarik murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka.



Karena maksud pengajaran palsu disini adalah untuk menarik murid-murid dan mengikuti pemimpin, maka salah satu pengajaran palsu yang sangat ditekankan adalah penundukan diri kepada "Tudung rohani". Tudung rohani disini yang dimaksud adalah gembala sidang atau para penatua atau pemimpin-pemimpin jemaat. Saya akan mengutip tulisan saudara J. Preston Eby mengenai "Tudung rohani" ini dari bukunya Gema Taman Eden, dibawah judul pakaian asing.



"Saya mau tanya, BAGIAN KITAB SUCI MANA YANG MEMBENARKAN PENERAPAN TUDUNG INI ? Tidak ada ! di ayat mana, suami disebut sebagai "tudung" bagi istrinya ? Diayat mana, tua-tua disebut sebagai "tudung" bagi jemaatnya ? Diayat mana, gereja disebut sebagai "tudung" bagi orang percaya ? Pasal dan ayat mana yang mengatakan bahwa rasul adalah "tudung" bagi pelayanan yang lain, tua-tua atau gembala ? Dimana aturan yang mengatakan bahwa suatu pelayanan tidak bisa diterima kecuali berasal dari suatu kelompok atau penatua tertentu yang menjadi "tudung"nya ? Saudaraku, silahkan saudara selidiki seluruh kitab suci, baca dan pelajarilah sampai mata saudara pedas dan pandangan saudara kabur, sampai saudara tertidur dengan gelisah disamping Alkitab dan berbagai buku referensi yang masih terbuka diatas meja, dan saya katakan pada saudara bahwa segala jerih payah saudara tidak akan membuahkan sesuatu dan sia-sia ! Doktrin "tudung" tidak ada dalam firman Allah. Jika kita tidak melihat kenyataan ini, kita adalah pembaca-pembaca Alkitab yang buta ! Pakaian asing ! Jika saudara mengajarkan doktrin ini, sepatutnyalah saudara merobek-robek Alkitab saudara".



"Jalan musuh yang berliku-liku begitu licik dan memperdayakan, sehingga jika saudara tidak bisa dipikat untuk tenggelam dalam dosa dan melupakan jalan kebenaran, maka musuh akan berusaha agar saudara tenggelam dalam sistem agama, sombong rohani, pura-pura rendah hati, taat pada gembala sidang, tudung atau penasihat rohani, yang membuat saudara terpisah dari PENYATUAN dengan Kristus sebagai KEPALA, sehingga saudara tidak bisa dipimpin oleh RohNya".



"Apabila kita memerlukan MANUSIA, atau TUA-TUA, atau APAPUN JUGA diluar Tuhan Yesus Kristus untuk menudungi kita, maka kita tidak akan bertumbuh secara rohani, bahkan kita akan mati secara rohani".



"Apabila kita berjalan didalam Roh Kristus maka kita akan menundukkan diri kita SATU DENGAN YANG LAIN, memberi hormat satu dengan yang lain". (Akhir kutipan).



Berdasarkan pengajaran palsu tentang penundukkan diri ini (tudung rohani), banyak "Nimrod" zaman ini berhasil menarik ratusan bahkan ribuan murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka. Dengan demikian genaplah nubuat Paulus dalam Kis. 20 :30 yang telah kita sebut diatas.



Pengajaran palsu lain sehubungan dengan menarik murid-murid supaya mengikut mereka dan membangun kerajaan sendiri yang dipromosikan oleh "Nimrod-Nimrod" zaman ini adalah pengajaran bahwa gereja memerlukan organisasi. Gereja adalah organisme, sesuatu yang hidup dan diatur oleh Roh. Gereja tidak memerlukan organisasi. Tidak boleh ada hierarki didalam gereja. Tetapi pengajaran palsu berkata bahwa gereja adalah organisme YANG PERLU DIORGANISASIKAN !.



Sebenarnya pengajaran palsu ini bukanlah barang baru. Kitab Wahyu pasal 2 menyebutkannya sebagai ajaran pengikut Nikolaus. Charles Elliott Newbold, Jr dalam bukunya The Harlot Church System menulis : The word Nicolaitan comes from two Greek words, nike and laos. Nike means "to conquer", "Subdue", "overcome", and laos refers to a body of people, the common people. Nikos is the equivalent to nike and has been translated "victory". When combined, these two terms translate "conqueror (or subduer) of the common people". Artinya ada sekelompok orang yang menguasai dan menaklukkan kelompok lainnya didalam gereja, sehingga gereja terbagi menjadi golongan pendeta dan golongan jemaat. Dengan demikian organisasi masuk kedalam gereja.



Berdasarkan Kejadian 11 kita tahu bahwa Nimrodlah pemimpin pertama yang membangun organisasi dengan tujuan mencari nama. Apabila seseorang mencoba mengorganisasikan gereja, tanpa sadar ia telah dikuasai ambisi Nimrod. Ambisi ingin berkuasa, menaklukkan orang lain dan mencari nama. Dan orang orang yang secara hierarki berada dibawah "Nimrod", juga akan ambil bagian dalam ambisi Nimrod, sehingga tidak heran kalau dalam organisasi gereja terjadi saling "sikut-menyikut" untuk mendapat posisi. Tetapi apa kata firman Tuhan dalam Matius 23:8-10," Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan KAMU SEMUA ADALAH SAUDARA. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa dibumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang disorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu yaitu Mesias". Artinya tidak ada JABATAN Rabi dalam Sistem Kerajaan Sorga, yang ada hanya seorang saudara yang mememiliki karunia pengajaran. Tidak ada JABATAN Bapa, yang ada hanya seorang saudara yang memiliki hati Bapa. Tidak ada JABATAN Pemimpin, yang ada hanya fungsi dan karunia kepemimpinan yang ada dalam beberapa saudara.



Masih banyak pengajaran palsu lain yang disebar luaskan oleh "Nimrod-Nimrod" zaman ini, tetapi tujuannya tetap satu yaitu supaya murid-murid mengikuti mereka. Bahkan kadang-kadang "Nimrod-Nimrod" ini menakut-nakuti jemaat dengan berbagai cara sehingga murid-murid tidak berani keluar dari organisasi mereka, karena takut disebut pemberontak. Tepatlah perkataan Tuhan Yesus, "... .... kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga didepan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu MERINTANGI mereka yang berusaha untuk masuk (Mat. 23:13)".



Beberapa orang mungkin keberatan dengan uraian diatas. Mereka berpikir bahwa bagaimanpun juga ada berkat Tuhan didalam organisasi gereja. Tuhan juga bekerja didalam organisasi gereja dan ada firman Tuhan didalamnya. Saya tidak menyangkal hal ini. Justru hal ini membuat saya semakin mengerti makna PELACUR dalam Wahyu 17:5. Pelacur adalah seseorang yang menerima sesuatu baik dari suaminya maupun pria lain. Gereja Babel adalah gereja yang menerima firman Tuhan dan firman manusia, menerima pemerintahan Tuhan tetapi juga menerima pemerintahan manusia. Tepat sesuai dengan nama Babel, dari akar kata Balal yang artinya kacau balau/campur aduk (Confusion atau Mixing).



Babel memang suatu misteri atau rahasia. Seperti kata seorang saudara bahwa misteri berarti tidak semua orang memahaminya. Mengapa tidak semua orang memahaminya ? Karena tidak semua orang digerakkan Tuhan untuk keluar dari "Babel" dan pergi ke "Yerusalem".



KELUAR DARI SISTEM BABEL

Ezra 1:5 menuliskan, "Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang YANG HATINYA DIGERAKKAN ALLAH untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem". Kita lihat disini bahwa tidak semua umat Israel pulang ke Yerusalem untuk membangun rumah Tuhan. Hanya ada "empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh dua orang" (Ezra 2:64). Jumlah ini tentunya minoritas dibanding seluruh umat Israel di Babel.



Secara pertimbangan manusia, kita dapat memahami hal ini. Sebab ada banyak harga yang harus dibayar oleh orang-orang yang pulang ke Yerusalem. Mereka harus meninggalkan kesenangan dan kenikmatan di Babel. Umat Israel harus meninggalkan Sinagoge-sinagogenya di Babel dan kembali membangun rumah Tuhan dari awal di Yerusalem. Banyak rumah-rumah di Yerusalem telah dihancurkan, sementara di Babel mereka sudah mempunyai rumah serta kebun-kebunnya. Juga perjalanan dari Babel ke Yerusalem penuh dengan bahaya sebagai contoh perampokan dan pembunuhan. Seandainya sekelompok minoritas ini tidak digerakkan Tuhan, mereka tentu tidak mau keluar dari Babel menuju Yerusalem.



Di Babelpun Tuhan tetap memberkati umatNya. Ia adalah Bapa yang memberkati, bahkan Ia memberkati semua manusia. Yohanes 3:16 mengatakan, "karena begitu besar kasih Allah (BAPA) akan DUNIA ini, sehingga ia telah mengaruniakan AnakNya yang Tunggal ........ ". Kisah para rasul 14:16-17 menyatakan, "Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan SEMUA BANGSA menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak menyatakan diriNya dengan BERBAGAI-BAGAI KEBAJIKAN, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan". Bapa disorga memberkati Ishak tetapi Ia juga memberkati Ismael.



Umumnya orang-orang kristen di dalam sistem "Babel" mengambil kesimpulan bahwa karena Bapa memberkati saya, tentu jalan saya berkenan dihadapanNya. Kesimpulan sedemikian ini keliru sekali. Mereka kurang memahami hati Bapa. Juga mereka kurang dapat membedakan antara kekuatan Tuhan dan kekuatan manusia. Organisasi gereja yang berkembang tidak harus terjadi oleh kekuatan Tuhan. Karena kita sudah melihat diatas bahwa organisasi itu mempunyai kekuatan didalam dirinya sendiri, dan ia dapat berkembang tanpa kekuatan Tuhan.



Berkat-berkat Bapa yang dicurahkan pada anak-anakNya, TIDAK MEMBUKTIKAN BAHWA ANAK-ANAKNYA BERJALAN DIJALAN YANG BENAR. Berkat-berkat Bapa HANYA MEMBUKTIKAN BAHWA IA ADALAH BAPA YANG PENUH KASIH. Kami dikaruniai tiga anak yang masih kecil-kecil. Saya sangat mencintai anak-anak kami dan selalu memberkati mereka. Tidak pernah saya mengutuk anak-anak kami baik dengan perkataan maupun perbuatan. Tetapi karena mereka masih kecil, seringkali mereka berjalan diluar keinginan hati saya. Namun demikian saya tetap memberkati dan akan selalu memberkati. Demikianlah juga Bapa kita disorga selalu memberkati anak-anakNya.



Jadi walaupun Bapa memberkati anak-anakNya di Babel, Ia tetap menghendaki mereka keluar dari Babel dan membangun rumah Tuhan di Yerusalem. Tetapi seperti di zaman Ezra, hanya sekelompok minoritas yang digerakkan Tuhan keluar dari Babel, demikian juga saat ini hanya ada sekelompok kecil orang yang hatinya digerakkan Tuhan keluar dari sistem "Babel".



PENUTUP

Saya percaya Bapa disorga mempunyai banyak berkat-berkatNya. Sama seperti Yakub ketika ia memberkati anak-anaknya. Dalam Kejadian 49:28 ada tertulis, "Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya; dan itulah yang dikatakan ayahnya kepada mereka, ketika ia memberkati mereka; tiap-tiap orang diberkatinya dengan BERKAT YANG DIUNTUKKAN KEPADA MEREKA MASING-MASING".



Berkat yang diuntukkan bagi kita, yang keluar dari sistem Babel adalah Berkat Yehuda yaitu :" TONGKAT KERAJAAN tidak akan beranjak dari Yehuda ...... (ayat 10)". Didalam Lukas 12:32 tertulis, "Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil ! karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu". Berkat ini akan kita terima nanti pada waktu kita dimanifestasikan sebagai PUTRA-PUTRA BAPA. Untuk saat ini, " ....... marilah kita pergi kepadaNya DILUAR PERKEMAHAN dan menanggung kehinaanNya (Ibrani 13:13)".









Gema Sion Ministry

Jl. Jaha No.05

Cilandak Timur, Jakarta 12560

Telp. (021) 7892822

Email :gemasionministries@yahoo.com

Website :gemasion.iwebland.com



dilihat : 1024 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution