Senin, 18 Juni 2018 18:10:35 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 399664
Hits hari ini : 964
Total hits : 3630502
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Arti Sebuah Nama (Lagi Seputar Percakapan Tentang Kata Allah)
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 September 2006 00:00:00
Arti Sebuah Nama (Lagi Seputar Percakapan Tentang Kata Allah)
Apakah arti sebuah nama? Banyak. Dengan nama, kita dapat mengenal seseorang, dengan nama kita dapat mengingat seseorang, dengan nama kita dapat membuat hubungan antara 2 individu menjadi lebih akrab karena sudah mengenal nama masing-masing, dan lain sebagainya.



Nama mempunyai arti yang penting. Salah satu contoh di Alkitab, yang namanya dirubah adalah "Abram - Abraham", kemudian "Yakub - Israel".



Bagaimana dengan nama Tuhan? Apakah Tuhan peduli dengan namaNya? Ya, Tuhan sangat peduli dengan bagaimana kita memanggil namaNya. Karena Alkitab mengatakan di Keluaran 20:7 KJV. "7 Thou shalt not take the name of the LORD thy God in vain; for the LORD will not hold him guiltless that taketh his name in vain".



Tuhan akan memandang bersalah setiap orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan.



DUALISME

Dualisme yang akan dikupas disini adalah tentang pemakaian kata "Allah". Apakah tepat kita sebagai orang Kristen memanggil Tuhan dengan kata "Allah"? Karena nanti hal ini ada kaitannya dengan Keluaran 20:7. Mari kita bahas bersama.



Kita mengetahui bahwa kata "Allah" bersumber dari tradisi Arab. Karena sudah banyak terjadi asimilasi bahasa Arab yang sudah di Indonesia-kan maka bagi kita sebagai orang Indonesia berasumsi bahwa pemakaian kata "Allah" adalah wajar-wajar saja. Tetapi apakah benar demikian? Mari kita pelajari sedikit tentang Islam.



Islam sebagai salah satu sarana penyebar tradisi-tradisi Arab ke seluruh dunia mengajarkan bahwa "Tiada tuhan selain Allah". Mengapa mereka mengatakan seperti itu? Mengapa mereka tidak mengatakan "Tiada tuhan selain Tuhan?" Karena kata "Allah" merupakan sebuah nama. "Allah" adalah nama tuhan umat Islam. Dan itulah yang diajarkan oleh Muhammad di dalam Al-Quran. Oleh sebab itu setiap umat Islam di Indonesia juga mengatakan bahwa nama tuhan mereka adalah "Allah". Dan "Allah" adalah nama tuhan bangsa Arab. Dalam sistem pemerintahan teokrasi, sebuah bangsa dilambangkan dengan tuhan yang disembah oleh bangsa tersebut. Berikut beberapa contoh.

Babel menyembah kepada Baal.

Israel menyembah kepada YHWH.

Mesir menyembah kepada Ra.

Filistin menyembah kepada Dagon.

Yunani menyembah kepada Apollo.

Romawi menyembah kepada Jupiter.

Arab menyembah kepada Hu-Baal/Allah.



Mazmur 96:5 KJV. "5 For all the gods of the nations are idols: but the LORD made the heavens".



Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel adalah Tuhan yang berkuasa. Dan Alkitab sebagai "The only Book of Divine Truth" mengatakan bahwa tuhan bangsa-bangsa lain adalah "berhala".



Sebaliknya di dalam bahasa Indonesia, kata "Allah" disamakan artinya dengan kata "Tuhan". "Allah" adalah sebuah sebutan, bukan sebuah nama. Itulah sebabnya saya menyebutnya "dualisme". Karena di dalam tradisi Arab "Allah" adalah sebuah nama, dan dalam tradisi Indonesia "Allah" adalah sebuah sebutan.



PEMBAHASAN TENTANG NAMA "YHWH", NAMA "YESUS" DAN NAMA "ALLAH"



Bagaimana kita menyikapi hal ini sebagai umat Kristen yang menyebut diri kita sebagai "pengikut Kristus"? Caranya adalah dengan "BACK TO THE BIBLE".



NAMA "YHWH"



Nama "YHWH" adalah nama Tuhan yang diperkenalkan oleh Musa kepada bangsa Israel melalui Hukum Taurat. Dengan memanggil nama "YHWH" membuat bangsa Israel berada dibawah kuasa Hukum Taurat.



Bagaimana sifat-sifat Hukum Taurat?

Roma 7:12.

"Jadi Hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik".



Apakah fungsi Hukum Taurat ?

Roma 3:20.

"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Tuhan oleh karena melakukan Hukum Taurat, karena oleh Hukm Taurat orang mengenal dosa".



Dengan memanggil nama "YHWH" membuat manusia mengenal Hukum Taurat. Melalui Hukum Taurat membuat manusia mengenal dosa. Dimana ada dosa maka dibutuhkan pengampunan.



Roma 5:20

"Tetapi Hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah" .



Dengan mengenal Hukum Taurat, manusia mengenal bahwa dirinya adalah berdosa dihadapan "YHWH". Dengan memanggil nama "YHWH" kita mengenal bahwa Tuhan begitu kudus, tetapi manusia adalah berdosa. Kekudusan dan dosa tidak dapat bertemu. Dengan memanggil nama "YHWH", Tuhan menjadi sangat jauh dari manusia karena kita berdosa. Dan melalui Hukum Taurat, kita mengetahui bahwa Tuhan akan menubuatkan tentang Tuhan Yesus.



Ulangan 20:15

"Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Tuhanmu; dialah yang harus kamu dengarkan".



Ulangan 20:18

"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban" .



Inilah nubuat tentang Tuhan Yesus. Tetapi mengapa Tuhan menyebutkannya nabi? Karena Tuhan menyembunyikan identitasNya dari bangsa Israel. Mengapa Tuhan menyembunyikan identitasNya? Karena Tuhan telah menaruh selubung di bangsa Israel sehingga mereka tidak dapat mengenal identitas Mesias yang dijanjikan. 2 Korintus 3:14-16. Untuk detailnya anda dapat membaca di artikel yang berjudul "Mengapa bangsa Israel tidak dapat percaya?".



Dengan memanggil nama "YHWH" tidak ada keselamatan. Tidak ada orang buta melihat di dalam nama "YHWH". Tidak ada pengusiran setan-setan di dalam nama "YHWH". Tidak ada orang lumpuh berjalan di dalam nama "YHWH". Tetapi dengan memanggil nama "YHWH", manusia mengenal dosa. Nama "YHWH" adalah nama Tuhan yang diperkenalkan Musa di depan bangsa Israel.



NAMA "YESUS"

Nama "Yesus" adalah nama Tuhan yang Tuhan perkenalkan sendiri bagi seluruh umat manusia. Tuhan yang datang sendiri kepada manusia dan memperkenalkan diriNya dengan nama "Yesus". Berbeda dengan nama "YHWH". Nama "YHWH" adalah nama Tuhan yang diberikan kepada Musa dan Musa perkenalkan kepada bangsa Israel, tetapi nama "Yesus" adalah nama Tuhan yang Tuhan perkenalkan sendiri kepada seluruh umat manusia.



Kita tahu bahwa nama "Yesus" adalah nama Anak. Alkitab mengatakan bahwa nama "Yesus" adalah nama Bapa.

Yohanes 17:11-12 KJV

"11And now I am no more in the world, but these are in the world, and I come to thee. Holy Father, keep through thine own name those whom thou hast given me, that they may be one, as we are".

"12While I was with them in the world, I kept them in thy name: those that thou gavest me I have kept, and none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled".





Yohanes 17:11-12 NASB



11"I am no longer in the world; and yet (Y)they themselves are in the world, and (Z)I come to You (AA)Holy Father, keep them in Your name, the name (AB)which You have given Me, that (AC)they may be one even as We are.



12"While I was with them, I was keeping them in Your name (AD)which You have given Me; and I guarded them and (AE)not one of them perished but (AF)the son of perdition, so that the (AG)Scripture would be fulfilled.Yohanes 17:11-12 "Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci".



Apakah anda dapat melihat bahwa Tuhan Yesus menjelaskan siapa nama Bapa?



Perhatikan perkataan Yesus berikut di ayat ke 11 :

"...Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu..." . Dan perhatikan juga ayat 12. "... Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu.



Saat itu Tuhan Yesus sedang berdoa kepada BapaNya. Nama Bapa adalah nama yang diberikan Bapa kepada Anak. Kita kenal bahwa nama Anak adalah "Yesus". Nama Anak adalah nama Bapa yang diberikan kepada Anak. Maka kita tahu bahwa nama Bapa adalah "Yesus".



Sekarang mari kita pelajari, siapakah nama Roh Kudus? Alkitab juga mengatakan kepada kita bahwa nama Roh Kudus adalah "Yesus".

Yohanes 14:26 KJV

"26But the Comforter, which is the Holy Ghost, whom the Father will send in my name, he shall teach you all things, and bring all things to your remembrance, whatsoever I have said unto you".



Yohanes 14:26 NASB

26"But the (AR)Helper, the Holy Spirit, (AS)whom the Father will send in My name, (AT)He will teach you all things, and (AU)bring to your remembrance all that I said to you".



Yohanes 14:26

"Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yag akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu".



Apakah anda dapat melihat bahwa Tuhan Yesus menjelaskan siapa nama Roh Kudus?



Perhatikan perkataan Tuhan Yesus ini:

"...yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu".



Roh Kudus diutus oleh Bapa dalam nama Anak. Nama Anak adalah Nama Bapa yaitu "Yesus". Maka nama Roh Kudus adalah "Yesus".



Pada dasarnya Alkitab menjelaskan kepada kita tentang Tritunggal. Dan penjelasan tentang Tritunggal dapat kita pelajari dari perkataan Tuhan Yesus sendiri. Kita telah mengetahui bahwa nama "Yesus" adalah nama Bapa, nama Anak dan nama Roh Kudus. Karena itu kita mengetahui bahwa nama Tuhan di atas segala tuhan adalah nama "Yesus". Inilah nama Tuhan yang sebenarnya yang disembah oleh Abraham, Ishak, Israel dan oleh kita pengikut Kristus sekarang ini. Dengan memanggil nama "Yesus" ada mujizat terjadi. Orang buta melihat dalam nama "Yesus". Orang lumpuh berjalan dalam nama "Yesus". Setan-setan diusir dalam nama "Yesus". Mengapa? Karena nama "Yesus" adalah nama Tuhan.



NAMA "ALLAH"

Jika kita membahas tentang nama "Allah" maka perlu dimengerti bahwa kita sekarang membahas nama "Allah" yang dengan tradisi bangsa Arab. Karena akar dari kata "Allah" berasal dari tradisi bangsa Arab. Saya TIDAK membahas tentang arti nama "Allah" yang telah berasimilasi dengan bahasa Indonesia.



Sekarang mari kita perhatikan beberapa fakta sejarah tentang penyembahan kepada "Allah".



Penyembahan kepada "dewa bulan" sudah ada sejak tahun 2000 BC di tanah Arab.

"Dewa bulan" ini dilambangkan dengan gambar "bulan sabit".

Di Mekkah ada sebuah dewa bernama Hu-Baal yang merupakan dewa utama kota Mekkah.

Hu-Baal di Mekkah dilambangkan dengan bulan sabit.

Hafiz Ghulam Sarwar dalam bukunya berjudul "Muhammad The Holly Prophet" menuliskan bahwa patung Hu-Baal sebagai dewa bulan telah ada di Kabah kira-kira 400 tahun sebelum Muhammad lahir.

Hu-Baal ini sering disebut juga sebagai al-ilah sebagai bentuk generik dari kata tuhan.

Al-ilah ini kemudian disingkat menjadi Allah sebelum Muhammad memulai misi Islamnya pada tahun 610 AD.

Dalam misi Islamnya, Muhammad tetap mempertahankan penyembahan kepada Hu-Baal dan ia menyebutkan bahwa tuhan dalam ajaran Islamnya adalah Allah. Figurnya tetap sama, hanya namanya saja diganti oleh Muhammad.

Muhammad dalam ajaran Islamnya tetap mempertahankan tradisi-tradisi penyembahan kepada Hu-Baal seperti tawaf , umroh, jumrah dan lain-lain.

Muhammad mengemas budaya politheistik bangsanya menjadi monotheistik dengan figur centralnya Allah.

Berikut ini adalah bukti-bukti foto yang berhubungan dengan penyembahan kepada "Allah" sang dewa bulan.



Silahkan klik

http://www.bible. ca/islam/ islam-photos- moon-worship- archealolgy. htm



Jika kita perhatikan gambar-gambar di atas, maka kita mengetahui bahwa penyembahan kepada "Allah" adalah fakta sejarah dari tanah Arab. Itulah alasannya mengapa sekarang ini hampir setiap bendera negara-negara Islam terdapat lambang bulan dan bintang. Dan itulah alasannya mengapa di atas kubah rumah ibadah mereka terdapat lambang bulan dan bintang. Karena penyembahan kepada "Allah" berhubungan dengan penyembahan kepada dewa bulan.



Ke-Kristen-an tidak menyembah kepada "Allah". Ke- Kristen-an pada dasarnya menyembah kepada Tuhannya bangsa Israel. Tuhan itu telah memanggil kita para "gentiles" menjadi anak-anakNya karena ketegaran bangsa Israel yang menolak mengakui bahwa Yesus adalah Mesias.



Di dalam "Hebrew Old Testament" tidak pernah kita temukan bahwa bangsa Israel beribadah kepada "Allah". Kaum Israel beribadah kepada "Jehova". Mari kita perhatikan ayat berikut ini.



Keluaran 20:2 Hebrew Old Testament

"20:2 'aNKY YHVH 'aLHYK 'aShUr HVTSh'aThYK M'aUrTSh MTShUrYM MBYTh 'yBDYM".



Keluaran 20:2 KJV

"2 I am the LORD thy God, which have brought thee out of the land of Egypt, out of the house of bondage".



Keluaran 20:2 LAI

"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan".



Kita mengetahui bersama bahwa :

1. "YHVH" = "LORD" = "TUHAN".

2. "aLHYK" = "God" = "Allah" = "Tuhan".



Memang maksud sebenarnya dari kata "Allah" di Alkitab Indonesia adalah "Tuhan". Tetapi dengan fakta sejarah yang membuktikan bahwa "Allah" adalah nama 'dewa bulan" bangsa Arab, apakah kita tetap memakai kata "Allah"?



RENUNGAN

Setelah kita mengetahui bahwa nama "Allah" adalah nama dewa bulan bangsa Arab, pantaskah kita berdoa memakai nama "Allah"? Walaupun kita telah mengadopsi kata "Allah" dari bahasa Arab dan menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Tuhan", kita tidak bisa mengabaikan begitu saja bahwa "Allah" adalah nama dewa bulan.



Bagaimana korelasi antara pemakaian kata "Allah" di Alkitab dengan Keluaran 20:7?

Keluaran 20:7

"Jangan menyebut nama TUHAN, Tuhanmu dengan sembarangan, sebab TUHAN memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan" .



Mungkin ada yang beranggapan : "Ah tidak apa-apa karena saya menyembah kepada "Allah" di dalam Tuhan Yesus Kristus".



Dengan kata lain dapat diterjemahkan sebagai berikut : "saya menyembah kepada dewa bulan di dalam Tuhan Yesus Kristus". Karena di dalam tradisi Arab, "Allah" adalah nama dewa bulan.



Mari kita semua "Back to Bible".

Alkitab mengatakan di Yohanes 14:6.

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".



Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan memanggil Bapa dengan nama "Allah". Tuhan Yesus justru mengajarkan bahwa nama Bapa adalah "Yesus". Tuhan Yesus mengajarkan bahwa keselamatan datang dari bangsa Israel karena Tuhan yang disembah bangsa Israel adalah Tuhan di atas segala tuhan.

Yohanes 4:22b

"Sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi".



Jangan kita membawa "phaseology" bangsa Arab yang berhubungan dengan penyembahan berhala ke dalam "phraseology" kita di Alkitab. Mengapa kita melanggar Keluaran 20:7 demi hanya untuk sebuah kata bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa Arab yang arti sebenarnya adalah dewa bulan?



Matius 15:3

"Mengapa kamu melanggar perintah Tuhan demi adat istiadat nenek moyangmu?"



Tuhan Yesus memberkati



Shalom



Andre Widodo

Singapore 507025



Email :

andre_widodo@ yahoo.com



Homepage :

www.andrewidodo. blogspot. com

dilihat : 1013 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution