Senin, 18 Juni 2018 18:11:02 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 399664
Hits hari ini : 968
Total hits : 3630506
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kesejahteraan Dan Keadilan Yang Diidamkan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 06 September 2005 00:00:00
Kesejahteraan Dan Keadilan Yang Diidamkan
Ulangan 16 : 18 ? 20 Hakim hakim dan petugas petugas haruslah kau angkat disegala tempat yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil. Janganlah memutar balikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang orang yang benar. Semata mata keadilan, itulah yang harus kau kejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu.



Keluaran 23 : 1 ?2 Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong, janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakkan orang membelokkan hukum. Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya.



Rupanya persoalan pokok umat manusia untuk mencapai kesejahteraan (aman dan makmur) itu dari dahulu hingga sekarang adalah tetap sama yaitu adanya ketidak adilan. Untuk itu Allah selalu menaruh perhatian khusus pada persoalan keadilan itu. Karena dampak ketidak adilan sungguh besar yaitu :

-. Dapat mempengaruhi nasip, masa depan, nama baik, kesehatan, keselamatan seseorang.

-. Dapat mempengaruhi perekonomian.

-. Dapat mempengaruhi moral.

-. Dapat mempengaruhi keamanan.



Orang melakukan kejahatan, pelanggaran hukum disebabkan oleh 2 sebab yaitu :

1. Karena keadaan, keterpaksaan, tekanan.

2. Karena ketamakan, keserakahan.



Orang yang lapar, yang sakit, yang miskin terpaksa melakukan suatu kejahatan karena keadaan perekonomian yang menghimpitnya, bila ada suatu keinginan dan kesempatan maka niat jahat itu dapat dilaksanakan. Ada ibu ibu yang mencuri sekaleng susu atau sebotol obat syrup penurun panas atau sebuah buku pelajaran untuk kepentingan bayinya sendiri, pendidikan anaknya.



Orang yang kaya, pejabat melakukan penipuan, penggelapan, korupsi jelas bukan karena dia terhimpit masalah ekonominya tetapi karena keserakahannya. Orang kaya, pejabat adalah golongan orang yang berpendidikan, yang pandai dan beruang serta punya koneksi para pejabat lainnya sehingga mereka bisa bermain dengan sangat rapinya sehingga sangat jarang mereka terjerat jaring hukum. Berbeda dengan siorang miskin yang minim pendidikan dan pengetahuan, serta pengalaman, disaat mereka mencuri sekaleng susu bayi yang berharga Rp. 50.000,- atau sebotol obat syrup penurun panas seharga Rp. 10.000,- . Mereka dapat dengan mudah tertangkap tangan dan dijebloskan kepenjara selama 5 bulan. Tetapi siorang kaya/ pejabat yang mengkorup uang negara sebesar Rp. 100 Milyar ?sangat sulit? untuk ditangkap dan diadili, apalagi dihukum karena pejabat yang mengusutnya, mengadilinya punya kepentingan, proses hukumnya begitu lama, bisa tidak terbukti atau hanya dihukum selama 1 tahun penjara. Begitu pula dalam hal berperkara, yang salah bisa dimenangkan sehingga dia tetap bebas melakukan berbagai aksi kejahatannya kembali sedangkan yang benar bisa disalahkan hingga dimasukkan kepenjara. Sungguh begitu mahal biaya untuk mendapatkan keadilan sehingga yang benar tetapi miskin akan selalu dikalahkan.



Hal hal seperti inilah yang menimbulkan persoalan besar, terjadi rasa dendam, ketidakpercayaan, kekacauan, bahkan sungguh banyak yang menyelesaikan permasalahan dengan hukum rimba daripada dengan proses pengadilan. Padahal hukum dibentuk untuk menjamin adanya suatu keadilan, ketertiban, keamanan. Undang Undang sudah dibuat sedemikian baik, rinci, jelas dan lengkap, tetapi apabila aparat/ lembaga peradilan melakukan penyimpangan, pemutar balikkan fakta, keberpihakkan maka keputusan demi keadilan tersebut menjadi tidak adil, tidak jujur yang melahirkan kekecewaan dan kemarahan.



Persoalan bangsa ini datang silih berganti sehingga jelas kesejahteraan rakyat tidak dapat tercapai. Kesejahteraan dapat tercapai apabila kita semua menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran dan keadilan, ketiga hal itulah yang menjadi pengahalang tercapainya kesejahteraan yang kita idam idamkan.



Bagi umat kristiani yang betul betul memiliki hubungan baik dengan Allah, yang takut, taat dan hormat kepada Allah maka kedamaian, keadilan, kejujuran, kasih yang diperolehnya dari sumber Kebenaran, sumber Keadilan serta sumber Kasih harus berani menyalurkannya kepada pihak lain agar pihak lain dapat memperoleh manfaat dan menikmatinya. Waktunya umat Kristiani harus aktive berperan menjadi ?terang? dan ?garam? dunia, Tunjukkan bahwa kita adalah Anak Anak Terang yang mampu mengusir ?kegelapan? di negeri ini. Semoga.



LABIH BASAR, Surabaya.

labihbasar@telkom.net

dilihat : 1328 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution