Jum'at, 21 September 2018 20:22:18 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 246
Total pengunjung : 422276
Hits hari ini : 1535
Total hits : 3886398
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -AMAN, KAPTENYA TERSENYUM
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 15 November 2008 00:00:00
AMAN, KAPTENYA TERSENYUM
? Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak?

Mazmur 37:5



Robert Louis Stevenson naik kapal menyeberangi lautan Atlantik. Ia memesan kamar kelas I, di lantai II kapal yang besar itu. Di tengah perjalanan, ombak besar menggoncang kapal itu. Bersama para penumpang lainnya Robert begitu panik. Apalagi melihat permukaan air laut yang bergelombang itu begitu terjal kelihatan dari jendela kamarnya.



Mereka bergegas mengambil pelampung masing-masing untuk siap terjun bila sewaktu-waktu kapal itu tenggelam. Sementara itu Robert menyelinap naik ke geladak dan masuk ke kamar kemudi. Di geladak itu memang masih terasa goncangan kapal yang diayun gelombang. Tetapi tidak sebesar seperti yang terasa di kamarnya. Di situ ia melihat sang kapten dengan tenang memegang kemudi, sambil tersenyum memandang lautuan luas sekelilingnya. Robert ikut mengarahkan pandangannya ke samudera yang luas itu.



Dan ia takjub, ternyata dari kamar kemudi itu pemandangan laut begitu indahnya. Lautan biru bak permadani beludru yang terhampar luas, di kejauhan disaput gumpalan awan putih laksana kapas. Burung-burung laut berseliweran sesekali menukik memagut ikan. Dibareng serombongan lumba-lumba yang berlompatan timbul tenggelam. Tetapi yang meneduhkan adalah kapten kapal itu tersenyum dengan tetap memegang kemudi kapal itu. Robert turun dan menyampaikan kepada para penumpang lainnya, ?Aman, kaptennya tersenyum?.



Dalam mengarungi lautan kehidupan, sering kita mudah dibuat panik oleh masalah-masalah sekitar yang nampaknya akan meruntuhkan langit di atas kita. Kita sangat takut dengan ?gelombang? persoalan yang sepertinya hendak menenggelamkan hidup kita dan menghancurkan masa depan kita. Ketakukan kita sangat dipengaruhi oleh cara pandang dan apa yang ada didepan mata. Kita lupa bahwa Juru Mudi kapal kehidupan ini adalah Tuhan sendiri yang empunya langit, bumi dan lautan. Dialah yang menentukan dan mengatur segala hal didalam kehidupan ini.



Dia juga yang berjanji akan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi setiap orang yang berharap dan bersandar kepadaNya. Selama Kristus yang mengemudikan kapal kehidupan kita, janganlah takut, panik dan putus asa apapun masalah hidup yang sedang saudara alami tenanglah sebab, ?Aman Kaptennya tersenyum?. Gelombang hidup akan membawa kita dekat dengan tujuan.



Bahan Pendalaman;

1. Mengapa seringkali kita menjadi tidak tenang dan takut hadapi hidup ini?

2. Apa bentuk dari ?gelombang? hidup yang saudara alami?

3. Keyakinan apa yang harus kita miliki agar tenang ditengah masalah?



Doa

Tuhan Yesus, Bukalah mata rohani saya untuk melihat maksud-maksudMu yang indah dibalik setiap masalah, Amin.





Sumber: Renungan Harian ?Anggur Baru?



dilihat : 395 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution