Kamis, 19 September 2019 07:55:50 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520102
Hits hari ini : 806
Total hits : 4961910
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -JANTUNG IMAN KITA
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 05 November 2008 00:00:00
JANTUNG IMAN KITA
?Jika Allah di pihak kita, sipakah yang akan melawan kita? Roma 8:31b



Perjanjian Allah merupakan ?jantung? atau ?inti? dari iman Kristen. Allah ditentukan untuk mempertahankan dan menghidupkan perjanjianNya di dunia ini. Bahkan di tengah masa-masa sulit, ketika penyebaran dari Injil keselamatan berada dalam hambatan dan tekanan, Allah bertindak ditengah-tengah mereka yang mempersulit kita untuk menolong umat-Nya. Dan tiap kali umat Tuhan menemukan kembali kebenaran dasar dari pertanyaan tentangan rasul Paulus; ?jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita??



Masalahnya sekarang adalah, apakah kita juga di pihaknya Allah? Apakah kita membela kebenaran dan iman, sehingga Allah turut campur dan berada di pihak kita? Apakah kita membela kepentingannya Allah? Banyak orang mengambil mudahnya saja tentang janji Tuhan Yesus, bahwa: ?Aku akan besertamu sampai kesudahan alam?. Dalam perbuatan salah dan dosa, maka ketika ingat bahwa sebetulnya ia seorang anak Tuhan, maka ia mengundang Tuhan untuk menolongnya dalam tindakannya yang salah yang menghadapi tantangan hukum.



Alkitab memberi contoh kepada kita tentang tiga pemuda Ibrani di Babel, yang dimasukkan dengan terikat ke dalam dapur api yang menyala-nyala dengan hebat, karena menolak menyembah patung Nebukadnezar. Api yang panasnya dasyat itu tidak membuat mereka terbakar, namun raja melihat bahwa mereka tetap hidup dalam perapian yang besar itu, bahkan tetap tegak dan berjalan-jalan dalam api. Dan yang lebih aneh adalah, bahwa bukan tiga orang berada di situ, tetapi empat orang. Orang yang ke empat itu rupanya seperti anak dewa.



Bila orang beriman masa kini tidak berkompromi dengan dunia, namun berpihak pada Allah tanpa rasa gentar, maka yang kita alami akan sama. Allah yang berjanji melalui Yesus Kristus akan menyertai kita sampai kesudahan alam, akan membuktikan bahwa Ia di pihak kita dan dengan seru kemenangan kita dapat berkata: ?Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita??. Pembelaan Allah bagi setiap anak-anakNya akan terbukti, asalkan kita tetap percaya dan hidup di dalam perintah-perintahNya. Allah berpihak kepada orang yang benar





Bahan Pendalaman ;

1. Kepada siapakah Allah berpihak dalam kehidupan ini?

2. Apakah yang akan terjadi dengan hidup kita jika Allah berpihak pada kita?

3. Apakah Allah telah berpihak kepada saudara?



Doa:

Tuhan Yesus, jika saya hidup dalam kebenaran, saya yakin Engkau akan berpihak kepada saya, Amin.





Sumber: Renungan Harian ?Anggur Baru?







dilihat : 449 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution