Kamis, 21 November 2019 04:58:25 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520225
Hits hari ini : 533
Total hits : 5096732
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jiwa Besar Musa
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 16 Oktober 2008 00:00:00
Jiwa Besar Musa
Ulangan 3:23-4:40



Tetapi TUHAN murka terhadap aku oleh karena kamu dan tidaklah mendengarkan permohonanku. ... - Ulangan 3:26



Satu kesalahan tapi berakibat fatal. Itulah yang dialami Musa ketika bangsa Israel meminta air kepadanya dan Musa memukul bukit batu supaya keluar air dari bukit batu itu. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Musa ketika Tuhan menjatuhkan vonis "tidak boleh masuk tanah perjanjian" kepadanya. Bukankah Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakkan Mesir menuju tanah perjanjian? Bukankah Musa juga yang sudah membawa bangsa Israel sejauh ini dan sedikit lagi hendak masuk ke tanah perjanjian? Bukankah Musa sudah berkorban luar biasa untuk memimpin bangsa Israel yang terkenal tegar tengkuk, degil dan susah diatur? Masakan hanya karena sebuah kesalahan, Musa tidak diijinkan masuk ke tanah perjanjian?



Saya yakin bahwa tanah perjanjian adalah harapan yang luar biasa bagi Musa. Ironisnya, pada saat tanah perjanjian sudah diujung mata, Musa tidak diperbolehkan masuk. Saat membaca kisah ini, kadangkala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Kita mungkin bertanya-tanya, apakah tidak ada sanksi yang bagi Musa selain melarangnya masuk ke tanah perjanjian? Namun justru inilah ujian hati yang paling berat bagi Musa, apakah ia benar-benar taat dan mengasihi Tuhan. Di saat Musa tidak diijinkan masuk ke tanah perjanjian, bisa saja Musa menjadi marah, protes, memberontak kepada Tuhan, bahkan mengajak bangsa Israel untuk murtad kepada Tuhan untuk mengobati rasa kecewanya. Namun apa yang ia lakukan? Musa menerima sanksi itu dengan hati besar, bahkan ia menguatkan bangsa Israel dengan kata-kata positif supaya mereka masuk ke tanah perjanjian.



Mudah bagi kita untuk kecewa dan akhirnya meninggalkan Tuhan ketika hal-hal buruk terjadi atau saat hidup ini sepertinya tidak adil. Namun marilah kita belajar dari Musa yang berani menerima hal-hal buruk yang terjadi kepadanya. Belajar untuk berjalan dalam kasih, kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan. Ketika hal-hal buruk terjadi apakah kita masih mengasihi Tuhan? Itulah ujian hati kita yang sebenarnya. Saat hidup sepertinya tidak adil, tetaplah setia dan taat kepada Tuhan.





Sumber: Renungan Harian Spirit





dilihat : 468 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution