Jum'at, 22 Juni 2018 00:43:30 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 150
Total pengunjung : 400445
Hits hari ini : 1596
Total hits : 3639653
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -MENJADI PENDENGAR YAGN BAIK
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 22 September 2008 00:00:00
MENJADI PENDENGAR YAGN BAIK
Yesaya 50:4-5

??. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid..?





Napolen Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah tahun 1799 bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napolen terserang batuk berat, sehingga ia mengatakan ?Ma sacre toux (batuk sialan)?. Perwira pendamping Napolen merasa sang Jenderal mengatakan ?Masscrez tous(bunuh sekua)?. Akibatnya seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh.



Banyak kesalahan yang terjadi dalam kehidupan kita karena kita salah dalam mendengar. Banyak perselisihan dan percecokan terjadi dalam rumah tangga karena pasangan suami-isteri tidak bisa menjadi pendengar yang baik untuk pasangannya. Demikian juga murid di sekolah tidak bisa mencapai hasil yang baik karena ia tidak menjadi pendengar yang baik waktu diterangkan oleh guru.



Demikian juga dalam kekristenan, begitu banyak jemaat Tuhan yang hidupnya tidak bisa berubah, karena salah satu sebabnya adalah ketika hamba Tuhan sendang berkhotbah/memberikan renungan jemaat tersebut tidak mendengarkan dengan baik. Ada yang ngantuk, berbicara dengan teman disebelahnya, buat tulisan/gambar di kertas atau bahkan sibuk dengan hand phonenya. Sehingga firman Tuhan yang disampaikan tidak bisa masuk ke dalam hatinya.



Dalam alkitabpun ada contohnya. Saul akhirnya ditolak menjadi raja Israel oleh Tuhan karena dia tidak mau mendengar suara Tuhan dengan baik. Ia disuruh Tuhan membunuh raja orang Amalek dan memusnahkan semua baran-barang mereka. Namun ia lebih menuruti pikirannya sendiri dengan membiarkan raja Amalek hidup dan mangambil domba serta lembu yang baik untuk korban bakaran. (I Samuel 15). Tuhan juga memuji Maria karena ia menjadi pendengar yang baik dengan duduk diam di bawah kaki Tuhan. (Lukas 10:38-42).



Mari kita menjadi pendengar yang baik seperti Yesaya yang tiap pagi mempertajam telinganya untuk Tuhan dan melakukan perkataan Tuhan itu (Yesaya 50:4-5). Kita tahu bahwa iman itu timbul dari pendengaran oleh Firman Kristus (Roma 10:17). Pendengar yang baik akan mendengar dan melalukan.



Bahan Pendalaman;

1. Kesalahan fatal apa yang bisa terjadi jika kita salah mendengar?

2. Hal apa yang berkaitan dengan soal mendengar yang benar?

3. Mengapa kita harus menjadi pendengar yang benar?



Doa:

Tuhan Yesus, berikan kepada saya telinga seorang murid sehingga saya mempu mengerti setiap perkataanMu untuk kebaikan saya, Amin.





Sumber: Renungan Harian Anggur Baru.







dilihat : 447 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution