Jum'at, 22 Juni 2018 00:39:51 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 150
Total pengunjung : 400445
Hits hari ini : 1575
Total hits : 3639632
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -UNCONDITIONAL LOVE
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 31 Juli 2008 00:00:00
UNCONDITIONAL LOVE
Yohanes 15:13



?Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.?



?Mengapa sih kamu menyukai orang itu?? ?Ada apa dalam dirinya sehingga kamu seperti sangat tergila-gila padanya?? ?Yah, aku menyukainya karena dia cakep, nyambung kalau diajak ngomong, alias tidak tulalit. Dia berpendidikan, ga malu-maluin kalau dibawa arisan atau kalau dibawa jaln-jalan kita ga malu!? Saya mau bangun hubungan dengan orang itu karena dia bisa diandalkan?. Mungkin itulah sedikit hasil pembicaraan orang-orang yang sedang menyukai lawan jenis, maupun orang-orang tertentu yang dianggap menguntungkan. Pada umumnya semua ada motif kepentingan. Mereka menjalin hubungan dengan orang lain dengan dasar ?Karena?.



Jika kondisi di atas kita sejajarkan dengan renungan kita hari ini, maka kita menemukan sebuah perbedaan yang sangat besar antara kasih manusia kepada sesamanya bahkan kepada Allah dan kasih Allah kepada manusia. Jika Allah mengasihi dan berkorban untuk kita berdasarkan idealisme atau kriterianya DIA, maka sudah pasti tidak seorangpun dari kita semua masuk nominasi yang dikasihi. Tuhan menerima kita apa adanya tanpa mempercakapkan latar belakang dan besarnya kesalahan yang telah kita perbuat. Dia rela menjadi kutuk karena kita (Gal. 3:13).



Dia tidak menunggu kita menjadi orang baik dan saleh dulu baru mau berkorban untuk kita. Bukankah Tuhan mengasihi kita tanpa syarat? Kita sering berkata ?Tuhan, kalau Tuhan menolong saya dalam masalah ini, maka saya akan menjadi orang yang percaya Tuhan?. ?Saya akan sungguh-sungguh melayani Tuhan, jika Tuhan menjawab saya?. Itulah syarat-syarat umum yang diberikan oleh manusia kepada Allah sebelum mereka mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan.



Marilah kita mengasihi Tuhan karena kita memang membutuhkan DIA. Sebab sebenarnya Tuhan tidak begitu membutuhkan manusia berdosa ini. Tetapi kitalah yang membutuhkan DIA. Jadi sangat tidak tepat jika kita ?Mengancam? Allah dengan memberikan syarat-syarat yang mendahului penyerahan kita kepada-Nya. Terima dan bersyukurlah kepada ALLAH atas kasih-Nya yang tanpa syarat. Kasih tanpa syarat membuat hidup lebih hidup.





Bahan Pendalaman :

1. Bagaimana hubungan saudara dengan Bapa saat ini?

2. Menurut saudarta, bagaimana kasih Tuhan kepada saudara selama ini?

3. Sudahkah saudara mengalami kasih Allah yang hebat itu?



Doa :

Tuhan Yesus, Terimakasih buat kasihMu yang menerimaku apa adanya, dalam nama Yesus, Amin.





Pengirim : Ribka Tiny W.

Sumber : Renungan Harian Anggur Baru





dilihat : 348 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution