Senin, 23 Juli 2018 12:57:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 132
Total pengunjung : 407680
Hits hari ini : 631
Total hits : 3717781
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PERCAYA VS MEMPERCAYAKAN
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 14 Juli 2008 00:00:00
PERCAYA VS MEMPERCAYAKAN
(Yakobus 2:20).



Percaya pada Tuhan adalah sebuah keyakinan dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan yang sanggup menolong, melakukan berbagai hal-hal besar. Dan Anda adalah orang yang percaya kepada Tuhan. Ini adalah hal yang baik. Namun ternyata percaya tidak cukup pada sebuah pengertian dan pengakuan dalam hati saja tentang Kemaha kuasaan Tuhan.



Ini sungguh tidaklah cukup. Sebab dengan jelas Firman Tuhan menyatakan ?Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar? (Yak.2:19). Iblis pun percaya tentang keberadaan Tuhan, ia pun gemetar terhadap kemaha kuasaan Tuhan. Namun satu hal yang tidak iblis lakukan, yaitu mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Inilah yang harus dimengerti umat percaya bahwa percaya yang sesungguhnya berarti mempercayakan hidup kepada Tuhan.



Mempercayakan hidup kepada Tuhan berarti sebuah penyerahan total terhadap kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Memang untuk masuk pada tingkat rohani ini kita haruslah memiliki kedekatan yang lekat dengan Tuhan. Tanpa keintiman sulit rasanya kita bisa mempercayakan hidup kita kepada Tuhan.



Sebab misalnya, walaupun anda tahu bahwa si Novi adalah orang yang terkenal baik, jujur dan lururs hatinya, namun rasanya sulit untuk menitipkan harta berharga Anda kepadanya. Anda akan merasa lebih aman menitipkan harta tersebut kepada orang yang benar-benar dekat dengan Anda dan Anda kenal dengan baik, misalnya orangtua atau suami/isteri Anda.



Saudaraku, Tuhan menginginkan Anda bukan hanya menjadi orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi juga menjadi orang yang mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Oleh karena itu Anda harus dekat dengan Tuhan. Sebab kita tidak mungkin satu level dengan iblis yang hanya bisa mengakui Kemahakuasaan Tuhan, namun tidak mengalami kuasa-Nya secara nyata dalam hidup. Iman yang dimiliki tidak disertai dengan perbuatan yang nyata (Yak. 2:17).



Jadi, berikanlah kepercayaan Anda kepada Tuhan, supaya ia masuk dan menguasai hidup kita. Iman yang hidup selalu disertai dengan perbuatan



Bahan Pendalaman ;



1. Mengapa tidak cukup hanya percaya saja?

2. Apa yang dimaksud dengan mempercayakan diri kepada Tuhan?

3. Sudahkah saudara mempercayakan diri kepada Tuhan?



Doa

Tuhan Yesus, Saya rindu untuk bertumbuh iman saya dengan selalu mempercayakan hidup kepadaMu, Amin.



Pengirim : Ribka Tiny W.



Sumber : Renungan Harian ?Anggur Baru?

dilihat : 418 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution