Senin, 23 Juli 2018 13:01:28 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 134
Total pengunjung : 407682
Hits hari ini : 647
Total hits : 3717797
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Cara Tuhan yang Berlaku
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 13 Juli 2008 00:00:00
Cara Tuhan yang Berlaku


Baca: I Samuel 26:1-25



Hanya orang bodoh yang membiarkan kesempatan berlalu! Apalagi kalau kesempatan sudah berulang kali hadir di depan mata. Mungkin itu komentar kita melihat bagaimana Daud sekali lagi tidak menggunakan kesempatan yang terbuka di hadapannya untuk memastikan bahwa Saul tidak akan lagi mengejar-ngejar untuk membinasakan dia. Bahkan sebenarnya ini kesempatan terbaik untuk memastikan bahwa dirinya dapat menjadi raja Israel menggantikan Saul. Bukankah Daud telah diurapi Tuhan?



Namun cara berpikir Daud berbeda dari cara kebanyakan orang yang cenderung memikirkan kepentingan sendiri. Meski ingin meraih kesempatan yang terbuka di depannya, Daud tidak melupakan Tuhan. Ia mendahulukan Tuhan, yang berdaulat atas milik-Nya (9, 11). Ia percaya dan menunggu waktu Tuhan. Akan tiba saatnya, Saul menerima hukuman bagi kejahatannya, sesuai dengan keadilan Tuhan (10).



Dengan hikmat Tuhan, perkataan Daud kepada Saul membukakan pikiran dan hati Saul. Pertama, tindakan Saul memburu Daud bukanlah kehendak Tuhan, melainkan bujukan manusia. Maka tidak akan pernah berhasil (19-20). Kedua, tindakan Daud tidak membinasakan Saul walau kesempatan terbuka lebar, membuktikan bahwa kecurigaan Saul kepadanya sama sekali tidak beralasan (23-24). Akibatnya, Saul mengakui bahwa ia telah berdosa dan berlaku bodoh serta sesat (21).



Cara Tuhan melampaui pikiran manusia. Kita tak sang-gup menyelami kecemerlangan hikmat Tuhan. Itulah terakhir kali Saul mengejar-ngejar Daud. Daud sudah terbebas dari cengkeraman kedengkian dan kecemburuan Saul.



Tuhan memang tidak pernah tinggal diam melihat anak-anak-Nya ditindas oleh kelaliman orang-orang yang tidak takut Tuhan. Dia punya cara jitu dan melampaui akal manusia, untuk menolong kita. Namun Dia mengharapkan ketaatan total kita pada cara dan waktu Dia. Maka jangan kacaukan hidup dengan berupaya menyelesaikan sendiri masalah kita!





Sumber : http://www.ppa.or.id/sh.php

dilihat : 371 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution