Senin, 18 Juni 2018 19:58:43 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 96
Total pengunjung : 399670
Hits hari ini : 1253
Total hits : 3630791
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pembawa Damai
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 12 Juli 2008 00:00:00
Pembawa Damai
Baca: I Samuel 25:23-44



Salah satu ciri penting anak-anak Allah adalah membawa damai, di mana saja ia berada (Mat. 5:9). Hal ini tidak mudah. Jangankan mendamaikan orang lain, diri sendiri pun seringkali tidak luput dari permusuhan dunia ini. Dunia ini penuh dengan permusuhan, kedengkian, dan sikap-sikap yang berpusat pada diri sendiri.



Kontras dengan Nabal, suaminya yang bertindak bodoh menyulut api peperangan (17), Abigail menunjukkan sikap yang rendah hati dengan menyongsong Daud yang bergegas menyerang rumah mereka (23). Ia menawarkan perdamaian dengan mempersembahkan makanan yang dibutuhkan Daud dan para pengikutnya (18).



Dengan tulus ia mengakui kesalahan Nabal, sebagai kecerobohan dirinya (28). Ini sikap yang terpuji. Namun yang sering terjadi sekarang ini adalah orang pura-pura tidak tahu, bahkan melindungi, anggota keluarga yang bersalah. Jangankan minta maaf, bukan tidak mungkin orang yang menjadi korban justru dikecam.



Abigail dengan kecantikannya bisa saja menggoda Daud untuk membinasakan Nabal. Tentu ia akan menjadi janda yang ?berbahagia? karena mendapat kesempatan dinikahi Daud, petualang perkasa. Akan tetapi, Abigail tidak demikian. Ia tidak egois, apalagi mencari kesempatan dalam kesempitan.



Kemudian akan terlihat bahwa ketulusan dan kearifan Abigail membuahkan kedamaian. Panas hati Daud menjadi surut. Ia bahkan bersyukur belum sampai mengumbar dendam yang dapat mengakibatkan banjir darah (33-34). Nabal sendiri kemudian mendapatkan hukuman dari Tuhan (38-39). Sedangkan Abigail akhirnya dipersunting oleh Daud.



Mengambil peran sebagai pembawa damai, memang tidak selalu mudah. Apalagi jika kita atau keluarga yang tersangkut masalah berada pada pihak yang salah dan kalah. Kita akan cenderung membela diri.



Belajar dari situasi yang dihadapi Abigail, maka cara yang terbaik adalah mengalah dan mengakui kesalahan kita, bila kita memang bersalah. Biasanya orang pun akan bersedia memaafkan kita.



Sumber : http://www.ppa.or.id/sh.php

dilihat : 321 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution