Selasa, 20 Agustus 2019 19:25:03 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520079
Hits hari ini : 1434
Total hits : 4881489
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -"Biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera"
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 28 Desember 2007 00:00:00
"Biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera"
(1Yoh 2:3-11; Luk 2:22-35)



"Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."



Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan--dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." (Luk 2:25-35), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.



Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:



? Hari ini kita kenangkan Simeon, yang dikenal sebagai orang yang benar dan saleh, dalam rangka menyambut kedatangan, "kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan". Kita masih dalam suasana Natal, mengenangkan kelahiran Mesias, dan dalam iman kiranya kita telah melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan, maka baiklah kita meneladan Simeon yang berkata "Biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera", artinya siap sedia untuk dipanggil Tuhan atau mati kapanpun dan dimanapun juga. Memang kesiap-sediaan macam ini akan terjadi jika kita sungguh benar dan saleh seperti Simeon. Benar antara lain berarti kita senantiasa melaksanakan dan menghayati sabda atau perintah Tuhan alias telah menyesali segala dosa dan tidak akan melakukannya lagi, sedangkan saleh atau dalam bahasa Jawa yang dekat dengan itu `sumeleh' berarti mempersembahkan atau menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, apapun yang dikehendaki oleh Tuhan terjadilah. Orang saleh juga ditandai oleh keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri."(Gal 5:22-23). Maka marilah kita usahakan dan perdalam atau tingkatkan penghayatan keutamaan-keutamaan tersebut di dalam hidup kita sehari-hari, entah di dalam keluarga, tempat kerja/kantor ataupun masyarakat. Ingatlah bahwa kematian kita atau panggilan Tuhan terhadap kita dapat terjadi sewaktu-waktu, kapan saja dan dimana saja, karena `mati adalah milik Tuhan', yang sewaktu-waktu akan dianugerahkan kepada kita. Biarlah ketika dipanggil Tuhan alias pada detik-detik terakhir hidup kita, kita senantiasa tetap gembira dan senyum, sehingga ketika kita telah menjadi `jenasah' nampak gembira dan senyum serta `membuka pikiran hati banyak orang' alias menjadikan orang juga siap sedia dipanggil Tuhan kapan saja dan dimana saja.



? "Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.Barangsiap a mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan." (1Yoh 2:9-10), demikian peringatan Yohanes kepada kita semua. Kiranya kita semua berada di dalam terang, karena Sang Terang Dunia telah hadir di tengah-tengah kita. Tanda bahwa kita berada di dalam terang antara lain senantiasa hidup saling mengasihi serta tidak membenci saudara atau sesamanya. Maka jauhkan dan hindari serta berantas aneka bentuk kebencian entah yang ada di dalam diri kita sendiri maupun saudara dan sesama kita. Membenci orang lain berarti menghendaki orang tersebut tidak ada, sedangkan mengasihi orang lain berarti mengharapkan orang tersebut selamat dan damai sejahtera, senantiasa hidup dalam terang, hidup jujur dan terbuka, tiada kepalsuan atau kebohongan pada dirinya. Inilah tanda bahwa kita juga beriman kepada Yesus, Allah yang menjadi Manusia seperti kita kecuali dalam hal dosa, yang telah lahir dan hadir di tengah-tengah kita, inilah maknanya kita telah merayakan atau mengenangkan Natal, hari kelahiran Penyelamat Dunia. Kita semua berharap tidak ada lagi aneka macam bentuk penyesatan yang ada di antara kita, karena kita semua berada dalam terang, jujur dan terbuka satu sama lain. Celakalah orang yang menyesatkan saudara dan sesamanya, karena dengan demikian ia pasti akan senantiasa berada di dalam kegelapan, "ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya" (1Yoh 2:11)



"Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan -Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa." (Mzm 96:1-3)--rm_maryo.

dilihat : 449 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution