Selasa, 12 November 2019 05:11:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520205
Hits hari ini : 509
Total hits : 5071879
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pertobatan Yang Sungguh-Sungguh
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 09 Oktober 2007 00:00:00
Pertobatan Yang Sungguh-Sungguh
Pertobatan Yang Sungguh-Sungguh



Lukas 19:1-10



?Kata Yesus kepadanya: ?Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Ay. 9-10)



Bertobat merupakan sesuatu yang sungguh mulia dalam kekristenan. Namun, menilai pertobatan seseorang dapat dilihat dari buahnya. Pertanyaannya, apakah kita mau sungguh-sungguh bertobat sebagai sebuah keputusan hidup? Ingat cerita tentang Zakheus yang berjumpa dengan Yesus. Itu merupakan contoh bagaimana orang mengambil keputusan untuk bertobat.



Untuk mengetahui buah dari pertobatan melalui perubahan, paling tidak ada 3 hal yang dapat dilihat, yaitu :



1. Perubahan dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ada nilai rohani yang kita lakukan dalam hidup ini sehingga ada pertumbuhan. Kita tidak lagi berdoa karena formalitas saja, tetapi kita berdoa karena betul-betul ingin berjumpa dengan Tuhan dan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Doa-doa kita tidak lagi dipenuhi dengan permohonan-permohon an walaupun permohonan itu tidaklah salah, tetapi lebih banyak kita berbicara akrab dengan Tuhan seperti seorang sahabat atau seperti seorang anak dengan ayahnya.



2. Perubahan dalam hubungan kita dengan materi, kekayaan, jabatan dan karier. Kalau orang bertobat, ia akan berubah cara pandangnya tentang hal-hal tersebut (ay. 8). Waktu Zakheus bertobat, uang tidak lagi jadi prioritas dalam hidupnya tetapi prioritasnya adalah Tuhan.



3. Perubahan antara diri kita dengan orang lain. Ketika hubungan dengan orang lain berubah menjadi baik, maka kita bisa mengajak mereka untuk mengenal Yesus.



Marilah periksa diri kita, apakah Tuhan menjadi prioritas dalam hidup ini? Atau apakah hubungan kita dengan Tuhan baik? Apakah hubungan kita dengan orang lain baik? Oleh karena itu marilah kita datang pada Tuhan untuk bertobat agar kita dapat berubah sehingga hubungan kita dengan Tuhan menjadi berkualitas. Tuhan menjadi prioritas utama dalam hidup kita bukan lagi hal-hal duniawi. Hubungan kita dengan orang lain menjadi baik sehingga buah yang kita hasilkan menjadi manis dan bisa dinikmati oleh orang lain. Ketika buah kita manis, maka orang lain dapat diberkati sehingga akan lebih mudah untuk diajak mengenal dan menerima Yesus.



Doa: Teguhkan kami Bapa untuk mengambil keputusan melakukan pertobatan sesuai dengan firmanMu. Amin!



PERTOBATAN ADALAH SEBUAH KUNCI UNTUK MERAIH BERKAT-BERKAT TUHAN



Sumber : Dewi Kriswanti - echa_feup96@yahoo.com

dilihat : 457 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution