Jum'at, 22 Juni 2018 00:45:56 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 150
Total pengunjung : 400445
Hits hari ini : 1611
Total hits : 3639668
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Timbul Seperti Emas
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 10 Oktober 2006 00:00:00
Timbul Seperti Emas
Kitab Ayub menjadi salah satu kitab favorit saya, terutama ketika sedang mengalami pergumulan.Ketika membaca kitab Ayub saya menerima sebuah kekuatan dan merasa tidak sendirian dalam penderitaan.



Seperti yang dicatat oleh Alkitab, setelah melewati semua penderitaan yang berat itu pada akhirnya Ayub keluar sebagai pemenang.



Salah satu kunci kemenangan Ayub terletak pada kepercayaannya bahwa ujian yang sedang ia alami akan menghasilkan sebuah kemurnian karakter dalam dirinya, seperti yang terjadi pada proses pemurnian emas.



Emas yang merupakan logam mulia melambangkan kemuliaan dan kemurnian. Pernyataan bahwa krisis (penderitaan) membentuk karakter itu memang benar adanya sebab itu hal itu telah saya alami sendiri.



Semua penderitaan dan kesulitan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita pada akhirnya akan membawa kita pada sebuah posisi yang menempatkan kebahagiaan dan rasa aman hanya pada Tuhan. Tentunya hal ini akan terjadi bila kita berespon dengan benar terhadap setiap ujian yang datang.



Saya percaya bila anda mengerti kebenaran ini maka akan membantu anda untuk menang dalam setiap ujian kehidupan ini.



Salah satu tokoh Alkitab lain yang mengalami penderitaan berat adalah Yusuf. Yusuf sejak masih muda telah mengetahui bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin tetapi ia tidak menyadari bahwa sebelum diangkat menjadi pemimpin maka ia harus diproses dahulu oleh Tuhan.



Sejak masih kecil, Yusuf dimanjakan dan diperlakukan secara khusus oleh Ayahnya sehingga menyebabkan saudara-saudaranya menjadi iri hati. Oleh karena itu merupakan hal yang sangat berat bagi Yusuf untuk bekerja sebagai budak sebab ia sudah terbiasa dimanja oleh Ayahnya.



Pilihan Tuhan kepada Yusuf untuk menjadi pemimpin merupakan sebuah anugerah tetapi Yusuf harus membayar harga untuk menggenapi panggilan tersebut. Yusuf membayar harga dengan melewati sebuah masa persiapan selama belasan tahun melalui penderitaan untuk membentuk karakternya.



Merupakan sebuah anugerah bila Tuhan memilih kita untuk melayaniNya tetapi kita juga harus mengambil bagian untuk membayar harganya. Ada harga yang harus dibayar bila kita ingin dipakai oleh Tuhan secara luar biasa untuk mengubah dunia ini.



Pada satu hari ketika sedang diskusi dengan seorang sahabat yang juga rekan doa, saya berkata sepertinya bila Tuhan ingin memakai seseorang maka Ia akan mengambil semua sumber yang memberi rasa aman dan berharga kepada orang tersebut sebelum Ia memakainya agar orang itu belajar meletakkan rasa aman dan keberhargaannya kepadaNya.



Bila kita meletakkan rasa aman kita pada pekerjaan maka Ia akan mengijinkan kita mengalami krisis dalam area tersebut.



Bila kita meletakkan rasa aman pada uang maka Ia akan mengijinkan kita mengalami krisis keuangan.



Bila kita meletakkan rasa aman pada hubungan dengan orang lain maka Ia akan mengijinkan kita mengalami krisis hubungan.



Tuhan akan mengijinkan rasa sakit yang begitu rupa dalam bidang dimana kita memerlukan pelepasan. Semua berhala harus dihancurkan bila kita ingin dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaanNya.



Ketika Allah meletakkan sebuah panggilan atau visi dalam kehidupan kita maka panggilan itu benar-benar bersifat adikodrati. Panggilan tersebut tidak dapat digenapi dengan kekuatan, sumber atau kesanggupan kita sendiri. Oleh karena itu Tuhan harus memperbesar dan meregangkan kapasitas kita melampai batas kenyamanan kita.



Bahkan bisa jadi semuanya akan tampak semakin memburuk sebelum akhirnya membaik tetapi tidak ada yang salah dengan semua itu sebab itu merupakan proses dari Allah.

Akibat begitu beratnya proses yang harus dilalui, banyak orang yang tidak sabar dalam menjalani proses tersebut sehingga visi yang mereka kandung gugur sebelum digenapi.



Proses pembentukkan Kristus dalam diri kita memang melibatkan salib dan kesakitan.

Sesuatu yang baru dan kudus sedang dibangun didalam diri kita dan kita tidak akan melalui proses tersebut tanpa diperbesar, diregangkan dan ditekan melampaui batas kemampuan kita.



Namun janganlah putus asa dan menghentikan proses itu sebab ada upah besar yang menanti di ujung proses tersebut.



Tuhan sedang merancangkan sebuah tingkat kemenangan dan kemuliaan yang baru kepada anda sehingga setelah proses itu selesai maka anda akan menerima sebuah kasih, kuasa dan sukacita yang baru.



Percayalah, jika Tuhan menguji anda maka anda akan timbul seperti emas ! (Oleh: Sunanto Choa)



dilihat : 332 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution