Sabtu, 23 Maret 2019 01:19:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 26
Total pengunjung : 484319
Hits hari ini : 175
Total hits : 4452950
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kisah George
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 20 September 2006 00:00:00
Kisah George
Aku dilahirkan dengan sifat mirip dengan papaku. Papaku, orangnya sangat keras tapi berhati lembut. Diam-diam aku mulai membandingkan sifat-sifatku dengannya. Dia orangnya cepat marah dan kalau marah dia bisa diam seribu bahasa. Jika ada orang yang menghinanya atau menyinggung perasaannya tak segan dia pasti membalasnya dengan lebih kasar dengan apa yang diperbuat orang tersebut. Jika dia sudah berlaku baik terhadap sahabatnya, dan sahabatnya itu berlaku sebaliknya tidak segan-segan orang tersebut di musuhinya alias kita tidak bisa bersahabat lagi. Sifat itu persis sama dengan yang aku punya. Mungkinkah itu genetic namanya? Atau apalah namanya, aku pikir kesamaan kelemahan itulah yang membuat aku merasa menjadi kembaran papaku.



Tidak gampang mengakui kelemahan itu pikirku. Aku sudah terbentuk seperti ini di dalam keluargaku. Karakterku tidak bisa berubah begitu saja. Dan aku tidak pernah merugikan orang lain pikirku. Jika ada orang yang baik kepadaku, aku pasti baik tapi jika orang berbuat jahat kepadaku, aku tidak perduli dan mau tahu tentang orang tersebut. Istilahnya dalam kamusku mengampuni adalah kata langka dalam kamus hidupku.Satu kali aku membaca sebuah artikel yang sangat menyentuh hatiku dan membuatku berubah.



Pada suatu hari, hari itu begitu cerah sebab george, 15 thn diajak mamanya pergi ke stasiun untuk menjemput pamannya yang baru tiba dari Los Angeles. George dengan senang hati memakai bajunya yang terbaik, tidak lupa dia menyemir sepatunya supaya mengkilat. Paman John, selalu membawa buku kesukaan George. Itu yang di tunggu-tunggu oleh George. Setelah mereka siap mamanya mulai menyetir mobil butut mereka dan berkata George sesampainya di stasiun bisakah kamu menunggu di ruang tunggu dan jangan jauh-jauh dari tempat itu. Karena mama sering melihat anak-anak sebayamu suka berkelahi antar gang di stasiun. Jadi hati-hatilah.



George tahu mamanya sangat kuatir karena memang akhir-akhir ini di televisi diberitakan bahwa ada perkelahian antar gang. Gang orang putih dan gang orang hitam. George sendiri tidak tahu pasti apa pokok masalah gang-gang itu sehingga mereka sering berkelahi. Tapi yang pasti George berdoa kepada Tuhan karena dia percaya Tuhan selalu menjaganya kemanapun dia dan mamanya pergi. Sejak papanya meninggal mamanya selalu pergi bersamanya. Walaupun mamanya Cuma seorang perawat di sebuah rumah sakit yang tidak terlalu terkenal tapi George merasa keluarga mereka selalu bahagia. George punya suatu keinginan jika dia sudah lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan dengan gaji yang baik, dia akan membelikan mamanya rumah. Karena sekarang mereka hanya tinggal di sebuah apartemen kecil.



George, George, kita sudah sampai panggil mamanya membuyarkan lamunannya tentang masa depan. Mereka bergegas masuk ke stasiun. Orang-orang sudah mulai berdatangan untuk menjemput sanak-saudara mereka. Kurang 20 menit lagi kereta yang ditumpangi pamannya akan tiba. Mamanya tiba-tiba menitipkan tas tangan berwarna hitam kepada George, sambil berkata George mama mau ke toilet sebentar. Bisakah kamu duduk disini sampai mama kembali? George mengganggukan kepalanya tanda mengiyakan karena di dalam kepalanya dia masih penasaran serta menerka-nerka buku apakah gerangan yang akan dia dapatkan dari paman John.



Di toilet, Ross mengucap syukur kepada Tuhan, karena ada George permata hatinya.George adalah penghiburannya. Ross mencuci tangannya sambil tersenyum memandangi dirinya di depan cermin. Rambutnya sudah ada ubannya. Walaupun kulitmu hitam tapi senyummu manis. Itu kalimat yang sering diucapkan oleh papanya George. Jika Ross melihat wajah George dia selalu teringat akan almarhum, Mark. Mmm, Mark meninggal saat George berumur 8 thn. Mark ditembak oleh orang yang tidak dikenal. Sampai sekarang si penembak belum tertangkap. Ross tidak mau mengingat hal itu lagi karena dengan mengingat kejadian itu lagi berarti dia tidak mengampuni orang yang telah menembak Mark suaminya.



Ross bergegas keluar dari toilet dan menuju tempat dimana George duduk. Sampai di tempat ruang tunggu, tidak didapatinya george. Kemana George, pikirnya sudah diperingatkan jangan kemana-mana masih saja anak itu tidak mendengarkan nasehatnya. Tak berapa jauh dari tempatnya berdiri, Ross melihat ada anak-anak seusia George kira-kira 5 orang sedang di borgol polisi. Mereka adalah anak-anak kulit putih, astaga ditangan mereka ada yang membawa senjata laras panjang serta pistol betulan. Tiba-tiba Ross mulai pusing melihat begitu banyak kerumunan orang. Dan tiba-tiba dia melihat ada ambulance datang, dan ada sebuah tandu diturunkan, dan orang yang terbaring di atas tandu tersebut? Sepertinya ada orang yang mengalami kecelakaan pikirnya. Ross tidak jelas mengenalnya karena semakin banyak orang yang ada di sekitar tempat itu untuk melihat kejadian tersebut dari jarak dekat. Ross berlari kearah kerumunan orang-orang, dia berpikir pasti George ada di sekitar kerumunan orang-orang

itu.Waktu dia mendekat jaraknya hanya 25 meter, Ross bisa melihat dengan jelas diatas tandu tersebut George, anak satu-satunya, terbujur kaku bermandikan darah. Yang diingatnya hanya dia pingsan setelah itu.



Tiba-tiba Ross terbangun di sebuah ruangan yang semuanya berwarna putih yang dia tahu pasti tempat ini adalah rumah sakit. Ada seorang polisi perempuan mendekatinya dan mengulurkan segelas air putih kepadanya. Hi, saya Maria, dia memperkenalkan dirinya. George,George bisik Ross dengan pelan kepada polisi tersebut. Dia menggenggam tangan Ross dengan lembut sambil mengatakan Maafkan aku anak ibu tidak bisa diselamatkan lagi. Dia mendapat 3 tembakan. Waktu kami bawa ke rumah sakit, dia masih sadar tapi setelah itu dia meninggal karena kehabisan darah. Ross tidak bisa berkata apa-apa lagi selain air matanya yang terus mengalir. Dalam diam Ross hanya berdoa meminta kekuatan kepada Tuhan. Ross harus belajar menerima kenyataan pahit. Ya, sangat Pahit suami dan anaknya meninggal dengan cara yang sama yaitu dengan di tembak. Polisi mengindifikasi bahwa gang anak putihlah yang telah menembak George. Anak-anak tersebut mengira George adalah musuhnya karena George berkulit hitam.



Satu bulan kemudian Ross diperkenankan bertemu dengan anak-anak yang telah menembak George dan setelah itu dia mengadakan press conference. Bapak-ibu sekalian saya berdiri disini sebagai seorang ibu yang sangat mengasihi anak saya satu-satunya. Saya mendedikasikan hidup saya untuk anak saya. Berat ketika saya tahu dia telah pergi meninggalkan saya untuk selama-lamanya. Tapi di tempat saya berdiri, saya mau tegaskan, jangan ada lagi pertumpahan darah. Kehilangan orang yang paling kita kasihi itu sangat menyakitkan. Kepada orang yang telah menembak George dan semua keluarganya saya mau mengatakan bahwa saya tidak memiliki dendam sedikitpun. Saya telah mengampuni mereka. Seperti Yesus telah mengampuni dosa-dosa saya, demikian juga saya telah mengampuni kalian. Ross merelakan kematian George karena dia tahu George sudah ada di tempat yang nyaman bersama Bapa di Surga.



Kisah diatas mengubah cara berpikirku seratus persen tentang hal mengampuni. Jika ada orang yang berbuat jahat kepada kita, tetaplah mengasihi mereka. Karena kasih Allah tidak terbatas.



Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Matius 6:14-15)



Renungan: Manusia Dan Dosa

Di bawah ini akan saya bahas mengenai manusia dan dosa.



1. Siapakah manusia itu ?

- Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna (Mazmur 8)

- Manusia adalah pribadi yang unik

- Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling tinggi derajatnya (Mazmur 8)



2. Mengapa Tuhan menciptakan manusia ?

- Untuk menyaksikan kemuliaan-Nya

- Untuk menjadi saksi antara Allah dan Iblis (1 Korintus 6 : 3)

- Untuk menjadi objek kasih-Nya

- Untuk memelihara dan menguasai alam ciptaan Tuhan (Kejadian 2 : 15)



3. Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan manusia ?

Tuhan menciptakan manusia dari tanah liat dan menghembuskan nafas hidup ke dalam mulutnya. Demikianlah Tuhan menciptakan laki-laki (Adam). Namun manusia itu tidak mempunyai kawan yang sepadan dengannya dan Tuhan mengambil tulang rusuknya dan menciptakan seorang wanita sebagai istrinya.



4. Terdiri dari unsur apakah manusia ?

Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh (Ibrani 4 : 12)



5. Apakah perbedaan antara manusia dan binatang ?

- Manusia mempunyai hidup yang kekal sedangkan binatang tidak

- Manusia mempunyai roh, sedangkan binatang tidak

- Manusia berkepribadian, sedangkan binatang hanya berkehidupan

- Manusia berakal dan berkesadaran



6. Mengapa manusia berbuat dosa ?

Tuhan tidak menciptakan robot, melainkan manusia yg memiliki kepribadian. Sebab itu manusia diberi kemampuan untuk berbuat dosa dan juga kemampuan untuk tidak berbuat dosa. Tuhan mengharapkan manusia untuk tidak jatuh dlm dosa. Namun manusia dengan kehendaknya sendiri telah memilih untuk berbuat dosa.



7. Apakah yang menyebabkan manusia jatuh ke dalam dosa ?

Manusia dicobai oleh Iblis, ditipu untuk tidak mempercayai Firman Tuhan.Iblis menawarkan buah yang dilarang oleh Tuhan supaya manusia bisa menjadi seperti Tuhan. (Kejadian 3)



8. Adam dan Hawa yang berbuat dosa, tapi mengapakah seluruh umat manusia

yang menanggung dosanya ?

- Sanksi dan hukum dosa sudah diberitahukan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. (Kejadian 2 : 16-17)

- Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa mereka sebelum mereka mempunyai keturunan. Sebab itu seluruh keberadaan manusia yang ada di dalam Adam itu turut jatuh ke dalam dosa.



9. Apakah arti berdosa itu ?

- Tidak mencapai sasaran yang Tuhan inginkan.

- Tidak sempurna.

- Tidak mau mengenal Allah dengan benar (Roma 1 : 32)

- Pelanggaran terhadap perintah atau hukum Allah



10. Apakah akibat dosa yg telah diperbuat oleh Adam dan Hawa ?

- Manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23)

- Adam harus bekerja keras untuk mendapatkan rejekinya (Kejadian 3 : 17)

- Manusia diusir dari hadapan Allah (Kejadian 3 : 23)

- Manusia mengalami kemunduran fisik (Kejadian 3 : 16-19)



11. Apakah yang menjadi standar hukum bagi umat manusia ?

- Hukum Taurat (Kejadian 20 : 1-17)

- Hati nurani manusia (Roma 2 : 12-16)

- Hukum Kasih (Matius 22 : 37-40)



12. Apakah yang dimaksud dengan dosa asal dan siapa sajakah yang tidak berdosa asal ?

Status berdosa dimiliki oleh semua manusia sebagai sanksi dan hukum dosa.

Hanya satu yang tidak berdosa asal yaitu Yesus, karena Dia adalah Allah yang telah menjelma menjadi manusia.



13. Apakah sifat dari dosa itu ?

- Membuat manusia berani melawan Allah

- Universal, tidak pandang bulu, siapapun bisa berbuat dosa



14. Dapatkah manusia melepaskan diri dari dosa ?

Dosa adalah pelanggaran terhadap sanksi dan hukuman/perintah Tuhan. Manusia hanya mampu mengekang diri supaya tidak terlalu banyak melakukan perbuatan dosa, namun usaha untuk mengurangi dosa yang sudah diperbuat adalah sia-sia. Tidak ada seorangpun yang berkurang jumlah dosanya.





PD Immanuel Jakarta

dilihat : 416 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution