Kamis, 21 November 2019 18:44:15 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520225
Hits hari ini : 2477
Total hits : 5098676
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ternyata Sudah Beranjak Tua






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 29 Januari 2010 00:00:00
Ternyata Sudah Beranjak Tua
Sewaktu SMA dulu saya selalu ikut Misa Minggu di Gereja Ijen Malang. Saya masih ingat persis di mana biasa duduk. Barisan gelandang kanan. Dengan berseloroh kami biasa menandai tempat duduk kami dengan nama posisi bermain bola. Maka, kalau gelandang kanan artinya bagian tengah tetapi di sayap kanan.



Kami memiliki posisi favorit sendiri-sendiri. Dan saya perhatikan kebanyakan umat juga memiliki tempat favorit masing-masing. Ada teman yang suka duduk di tempat penjaga gawang, alias dekat pintu, katanya biar cepat pulang. Atau ada yang suka di bagian striker, biar jelas melihat pasturnya.



Saya menyukai duduk di posisi gelandang kanan, karena strategis untuk melihat mimbar baca. Tidak terlalu dekat juga tidak terlalu jauh. Posisi ini juga pas untuk mendengarkan khotbah pastur, atau lebih tepatnya mengamati pastur, juga petugas baca lainnya.



Demikian, kami seperti sudah mematenkan tempat duduk itu. Hingga suatu saat saya kembali lagi ke Malang dan mengikuti Misa Kudus di Gereja Ijen. Otomatis saya memilih duduk di bagian gelandang kanan. Sepertinya ada dorongan untuk ke sana, dorongan dari masa lalu saya.



Saya cukup terkejut menjumpai beberapa orang yang saya kenali di masa SMA, sekarang masih suka Misa di sana dan duduk di tempat yang sama. Sewaktu SMA dulu, bangku di depan saya selalu diisi oleh sepasang kekasih. Saya memberanikan menyebut demikian karena, mereka selalu berdua setiap minggu, dan selalu duduk di sana.



Saya terkejut karena mereka masih di sana, hanya ada sedikit yang berubah. Di antara mereka telah hadir gadis kecil berambut panjang. Kira-kira usia gadis itu 5 tahun. Hmmm, benar juga. Waktu itu saya sudah meninggalkan Malang itu selama 7 tahun. Ketika kembali ke sana, sudah ada yang berubah.



Melihat pemandangan itu hati saya sedikit geli. Saat kembali ke Gereja itu, saya masih merasa seperti waktu di SMA, misa pada jam yang sama dan duduk di tempat yang sama. Ternyata sudah banyak yang berubah. Termasuk ibu ketua lingkungan, yang waktu saya SMA sudah menjabat, ketika saya kembali beliau masih menjabat, hanya kerut di wajahnya makin banyak, dan uban semakin banyak menghiasi rambutnya.



Sepertinya baru kemarin saya meninggalkan mereka, tetapi ternyata sudah banyak hal terjadi. Ternyata ada banyak hal yang berlangsung tanpa saya sadari, tanpa saya kenali. Semua berlangsung baik, semua terencana adanya. Semua telah dirancang, diprogram dengan begitu manis. Pastilah Tuhan yang memprogram semuanya.



Ada satu yang menyedihkan. Ternyata bapak yang yang saya kenal rumahnya di samping museum itu telah kembali ke kediamnnya yang kekal. Anak-anaknya yang dulu lucu-lucu telah menjadi pemuda dan pemudi yang gagah dan jelita. Betapa hebat menyadari itu semua. Menyadari Tuhan berkarya begitu halus, dalam diam, namun membuat semuanya baik adanya.



DIA sendiri membuat saya seperti ini. Tadi pagi saya mencoba mematut diri. Hmmm, memang ada yang berubah. Kerap saya tidak menyadari perubahan itu, tapi syukurlah Dia menyadarinya selalu. Trims ya Tuhan. Engkau telah membuat semua ini, sungguh indah pada waktunya. Seperti pohon di sebelah rumah yang mulai rontok daunnya, mulai mengering batangnya. Telah lama ia meneduhi rumah saya. Akhir-akhir ini buahnya sudah tidak semanis dulu. Ia mesti digantikan dengan yang lebih muda. Hmmm, sekarang saya makin sadar kalau sudah beranjak tua.



Oleh : Paulus Waris Santoso



Sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/29/ternyata-sudah-beranjak-tua/

dilihat : 460 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution