Senin, 18 November 2019 23:13:34 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 2576
Total hits : 5090755
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Berdoa dan Bekerja adalah Kunci Sukses






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 24 Oktober 2009 00:00:00
Berdoa dan Bekerja adalah Kunci Sukses
Pria tegap dan kekar ini jatuh hati dan cinta mati pada olahraga tinju. Sebuah dunia yang

ikut mempulerkan namanya sebagai pahlawan Maluku di Pekan Olahraga Nasional (PON) Palembang dan Kalimantan

Timur.



Namun, torehan berbagai prestasi yang diraihnya itu tidak membuat dirinya tinggi hati dan sombong. Itulah

sosok David Isikiwar. Seorang petinju Maluku masa kini, yang telah menoreh namanya sejajar dengan nama petinju legendaries asal

Maluku sebelum dirinya. Lalu, bagaimana kehidupan kesehariannya. Apa asanya kedepan untuk pengembangan Cabor ini di

Maluku……?



BERNAMA lengkap David Isikiwar. Pria berusia 32 tahun ini masih saja terlihat cekatan, dalam memukul

setiap lawan-lawannya di atas panggung (Ring-red). Siapapun yang melawannya pasti akan tumbang ditangannya. Gerakan

refleksnya-pun cukup bagus saat menangkis, dan menghindar dari setiap pukulan lawan yang mengarah pada

tubuhnya.



Itu-lah gambaran sekilas, soal sisi kehidupan pria yang bermukim di Halong (Baguala Ambon-red), yang kini

masih aktif sebagai petinju andalan Maluku. David, begitulah pria ini disapa adalah anak pertama dari empat bersaudara,

pasangan Petrus Isikiwar dan Monica Isikiwar. Dia menghabiskan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tempat

kelahirannya, Desa Halong.



Setelah tamat SMP tahun ’94, David kemudian melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah

Atas (SMA) Negeri 2 Ambon, pada tahun yang sama juga. Dan, di bangku kelas 3 SMP itulah, seorang David Isikiwar mulai mengenal

cabang olahraga aju jotos ini. “Saya memilih latihan tinju karena sering dipukul oleh teman-temannya. Tapi, itu hanya sebatas

hobi saja. Karena selain tinju, saya juga berlatih olahraga Taekwondo. Namun tanpa disadari ternyata Tinju menjadi prioritas

utama saya,”ujar David mengenang, awal dirinya mengenal olahraga Tinju kepada Ambon Ekspres, Jumat (23/10) di kediamannya, Desa

Halong, Ambon.



Pria kelahiran Ambon, 29 Juli 1977 ini bercerita, saat masih duduk dibangku kelas 3 SMP, dirinya

sudah dipanggil untuk mengikuti pembinaan di Pusat Pembinaan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Maluku. Latihan rutin-pun itu

dilakoninya demi sebuah prestasi yang gemilang.



Setamat dari bangku SMA ’97 dan ’98, dia mulai mencoba berlaga di

Irene Cup I dan Pattimura Cup I serta Kejuaraan Daerah di Kota Ambon. “Saya ikut Kejuaraan Irene Cup I dan Pattimura Cup I pada

tahun ’97, dan hasilnya meraih juara I di Kelas 60 Kg. Disinlah awal perintisan namanya di dunia tinju Maluku. Semuanya itu

berkat ketekunannya dalam berlatih dan belajar,”ungkapnya.



Pria kulit sawo matang ini menuturkan, performa terbaik

pada dua event itu, tentunya kian menambah kepercayaan dirinya menuju level yang lebih tinggi. “Usai Kejurda dan dua event saya

mulai mencoba mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun ’98, di Samarinda dan hasilnya saya meraih juara I di kelas 60

Kg,”ucapnya.



David berkisah, sekembalinya dari Samarinda dirinya dipanggil untuk mengikuti Pra PON Jawa Timur di

tahun 2000. “Sebelum saya mengikuti PON ke-XV di Jatim, lebih dulu Beta ikut Pra PON di Jayapura tahun ‘99. Saya sangat

bersyukur karena lolos mewakili Maluku ke PON Jatim. Ini merupakan sebuah awal yang baik untuk meraih impian,”

sebutnya.



Petinju rendah hati ini menuturkan, saat mengikuti perhelatan PON Jawa Timur tahun 2000, banyak tantangan

yang dihadapinya. Karena apakah saya mampu untuk melewati semua tantangan itu. Sayangnya, perjuangan David diatas Ring ternyata

tidak dihargai oleh Wasit, yang lebih memilih memenangkan petinju tuan rumah. “Di PON itu, saya mendapat juara III. Saya sangat

kecewa karena saat itu tuan rumah curang. Sehingga saya hanya mampu meraih posisi ketiga,”ujarnya dengan nada

kesal.



Kemenangan yang tertunda itulah yang kemudian terus memacuh David untuk terus berlatih dan berlatih. Alhasil,

KONI Maluku ditahun 2004 kembali memanggilnya untuk tampil pada ajang PON XVI Palembang, Sumatra Barat. “Kalau sebelumnya saya

biasa tampil di kelas 60 Kg, tapi di PON Palembang saya mencoba bertarung di kelas 69 Kg. Dan, putusan saya itu ternyata tidak

salah karena berhasil mempersembahkan emas bagi kontingen Maluku,”tutur dia.



Atas hasil raihan ciamik di PON itulah,

kini telah berdiri sebuah rumah di kawasan Halong untuk kedua orang tercintanya. “Niat mendirikan rumah bagi keluarga memang

sudah lama saya impikan, namun baru dapat terwujud usai pelaksanaan PON Palembang,”kisahnya akan masa-masa

keemasannya.



Ternyata, prestasi seorang David tidak berhenti sampai disitu. Justeru kariernya di dunia adu jotos ini

kian meroket. Mau tahu kenapa. Ternyata, dirinya kembali dipercayakan untuk mengangkat nama Maluku dari cabang olahraga Tinju

di PON XVIII Kalimantan Timur, tahun 2008 kemarin.



Namun sebelumnya itu, David harus menunjukkan kepiawaiannya

diajang Pra kualifikasi PON di Bengkalis-Riau. “Saya sangat bersyukur karena kembali mempersembahkan sekeping emas bagi Maluku

di PON Kaltim. Prestasi demi prestasi yang telah diraih berbagai event baik lokal maupun nasional,”ujarnya dengan rendah hati.

Yang oleh sifatnyayang ramah dan santun kepada siapa saja membuat dirinya dikenal banyak orang.



David Isikiwar kini

menebar harapan kepada generasi muda penerus di Maluku, agar nantinya kedepan ada yang dapat mengantikannya tampil di event

PON, Sea Games, Asian Games bahkan Olimpiade.



Namun kunci sukses yang terpenting dalam meraih prestasi adalah, kerja

keras dan selalu memanjatkan syukur kepada Sang Pencipta. “Jika disipilin dalam melewati setiap proses dengan baik tetap

dipegang teguh setiap atlet, maka torehan prestasi gemilang pada PON mendatang bisa kembali terulang meski dalam iklim yang

berbeda. Sembari menambahkan, apabila ada ijin Sang Pencipta maka dirinya akan mengulangu masa emasnya pada PON XVIII Riau

nanti,”kuncinya optomis. Selamat berjuang David Maluku menanti torehan prestasimu……! (JJ)





Sumber :

http://www.ambonekspres.com/index.php?act=news&newsid=27121

dilihat : 443 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution