Selasa, 19 November 2019 14:43:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 2094
Total hits : 5092987
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jangan Takut Tua, Batik Semakin Modern






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 02 Oktober 2009 00:00:00
Jangan Takut Tua, Batik Semakin Modern
Untuk mengatasi

ketakutan dianggap tua dan kebosanan kaum muda dengan corak batik, kini sudah banyak dibuat berbagai macam motif dan corak

kombinasi.



Batik mencerminkan kekayaan budaya nusantara. Wajar bila kita melestarikannya dan bangga akan hasil

budaya negeri kita sendiri.



Dibuat dengan nilai seni tinggi, batik terdiri dari berbagai jenis dan motif. Jenis

batik sendiri memiliki berbagai ragam, seperti batik tulis, batik cap, batik printing, dan batik kombinasi dari tulis dan

cap.



Membuat batik tulis pun tidak mudah. Diperlukan waktu beberapa bulan. Proses pembuatannya butuh ketelatenan

perancangnya dan cukup rumit tahap-tahapnya. Mulai dari harus memilah kain agar serat-seratnya rapat dan tidak tembus saat

membuat, hingga proses mencuci kain setelah jadi.



Keunggulan batik tulis adalah motif yang disediakan berjumlah

terbatas. "Agak susah kalau batik tulis, tahap-tahapnya banyak, prosesnya lama, makanya itu harganya juga mahal, apalagi kalau

bahannya sutera," kata Ati, Store Manager Batik Danar Hadi Surabaya.



Sedangkan batik cap maupun batik printing lebih

banyak muncul di pasaran, sehingga harganya bisa lebih murah dari batik tulis. Tetap menggunakan alat sederhana, tapi dengan

menggunakan alat seperti cap (untuk batik jenis cap) membuat proses pembuatan batik menjadi lebih cepat. "Batik cap hanya butuh

waktu 3-4 hari," lanjut Ati.



Batik biasa dibuat dalam berbagai warna. "Semakin banyak warna yang digunakan, harganya

semakin mahal."



Batik yang terbuat dari sutera cenderung harganya lebih mahal, karena bahan kainnya yang halus

membuat nyaman bila digunakan dan harga di pasaran yang memang mahal. "Tapi biasanya orang-orang lebih suka menggunakan yang

jenis katun tulis karena harganya lebih murah," kata Rina, penjaga toko di Batik Danar Hadi Surabaya.



Batik dari

sutra lebih disenangi oleh etnis Tionghoa karena menurut mereka lebih nyaman digunakan. Padahal harga yang diberikan tidak bisa

dibilang murah, bisa mencapai jutaan rupiah.



Bagi kaum muda, tidak usah khawatir dengan anggapan "tua" dari

masyarakat. Sudah banyak beredar batik yang disesuaikan modelnya dengan selera anak muda masa kini. Ada model sackdress,

kemeja, siluet A longgar, dan beraneka lipit, pita, kerutan sudah banyak menghiasi batik sekarang ini. "Apalagi yang batik

untuk perempuan, lebh banyak variasinya."



Motif yang biasa "ditakuti" oleh anak muda adalah motif parang yang

berbentuk seperti motif air hujan jatuh, berbentuk diagonal. "Motif jadul," kata Rio, mahasiswa jurusan DKV UK. Petra kepada

beritajatim.com.



Semakin bervariasinya jenis dan corak batik, membuat kaum muda sudah tidak perlu lagi takut dengan

batik. Mari kita lestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia dengan menggunakan batik pada Hari Batik Nasional, 2

Oktober 2009.(JJ)





Sumber :

http://beritajatim.com/detailnews.php/2/Gaya_Hidup/2009-10-01/46109/_Jangan_Takut_Tua,_Batik_Semakin_Modern

dilihat : 449 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution