Senin, 18 November 2019 23:34:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 2668
Total hits : 5090847
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tokoh Papua: Beri JK Mandat Jembatani Dialog Kebangsaan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 04 September 2009 00:00:00
Tokoh Papua: Beri JK Mandat Jembatani Dialog Kebangsaan
Sebanyak sepuluh

tokoh Papua mendesak agar pemerintahan baru yang akan dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono

memberikan mandat kepada Jusuf Kalla untuk menjadi "jembatan" dalam Dialog Nasional Kebangsaan Papua-Jakarta. Dialog Nasional

Kebangsaan dianggap wadah yang paling tepat untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul terkait dengan persoalan masyarakat

Papua.



Desakan itu disampaikan oleh anggota DPR asal Papua, Simon Maureen yang didampingi Ketua Presidium Dewan

Papua Tom Beanal seusai bertemu dengan Wapres, Kamis (3/9) siang.



Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua

jam, Wapres Kalla yang jabatannya sebentar lagi berakhir, didampingi oleh staf dan tokoh-tokoh lainnya seperti mantan rektor

Universitas Cendrawasih August Kafiar, mantan Wakil Gubenur Papua Jhon RG Djopari, Pendeta Karel Phil Erari, dan anggota Dewan

Perwakilan Daerah Ferninanda Ibo-Watipao.



"Kita harapkan Pak JK diberi mandat oleh pemerintah, untuk menjadi

mediator dalam dialog nasional tersebut," kata Maureen.



Menurutnya, masyarakat Papua tidak bermasalah jika Kalla tak

bersedia memenuhi permintaan itu. "Namun Insya Allah, mengingat sumbangsih Pak Kalla selama ini dalam berbagai persoalan yang

terjadi di Aceh dan di Ambon, tentu Pak Kalla akan bisa mempertimbangkan menjadi 'jembatan' dalam dialog tersebut," tambah

Maureen.



Hal senada disampaikan Tom Beanal. Mengingat pengalaman wapres dalam berbagai penyelesaian konflik, ia

dinilai bisa berperan dalam dialog ini.



Adapun Pendeta Karel Erari mengatakan Dialog Nasional Kebangsaan sebenarnya

sudah lama berlangsung, dan ingin ditingkatkan lagi secara rutin agar bisa menjadi katarsis penyelesaian seluruh persoalan yang

ada di tanah Papua. "Kami tidak ingin keluar dari NKRI, akan tetapi kami ingin tempat untuk berbicara bebas dan merdeka dalam

dialog nasional kebangsaan tersebut," katanya.



Ia menilai, dialog ini mempunyai arti penting, sebab otonomi khusus

dinilai tak berhasil untuk mengangkat kesejahteraan rakyat Papua. Menurutnya otsus hanya dimanfaatkan oleh pejabat-pejabat

besar yang menggunakan dana

otsus.(MW)



sumber:

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/03/15071514/tokoh.papua.beri.jk.mandat.jembatani

.dialog.kebangsaan.

dilihat : 444 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution