Sabtu, 23 Maret 2019 01:08:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 25
Total pengunjung : 484318
Hits hari ini : 147
Total hits : 4452922
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -21 Tahun Wafatnya John Lie






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 29 Agustus 2009 00:00:00
21 Tahun Wafatnya John Lie
Eddie Kusuma



Pada 27 Agustus 1988, seorang putra terbaik bangsa, yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan

NKRI, wafat. Ia adalah Jahja Daniel Dharma, yang terlahir dengan nama John Lie. Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 Maret

1911, putra kedua Lie Kai Tak, pengusaha jasa pengangkutan



Almarhum John Lie tercatat dalam tinta emas perjuangan

membawa harum nama Bangsa Indonesia. Ia dikenal sebagai orang yang tidak mengenal lelah. Sejak usia 15 tahun telah meninggalkan

kota kelahirannya dan bergabung dengan perusahaan pelayaran KPM milik Belanda, Ia seorang nasionalis dan patriotismenya tinggi,

serta tanpa tercela sampai akhir hayatnya. John Lie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kali Bata,



Namun, jasa dan

pengabdian John Lie dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI belum tercatat dalam bentuk sebagai pahlawan nasional. Bahkan, fakta

menunjukkan nama John Lie dalam berbagai media telah lenyap. Tiga puluh tahun yang lalu dalam buku pelajaran sejarah nasional

tertulis John Lie adalah orang yang turut berjuang mempertahankan kemerdekan. Sangat disayangkan hilangnya catatan sejarah ini,

terlupakan atau memang dilupakan.



LPK Indonesia Bersatu, ormas yang dipimpin tokoh masyarakat Didi Dawis, telah

mengajukan John Lie sebagai pahlawan nasional pada 2008, namun belum berhasil. Diharapkan, pada 2009, tepatnya pada Hari

Pahlawan 10 November 2009, kepada almarhum John Lie dapat dianugerahi gelar pahlawan nasional. Berdasarkan jasa dan

pengabdiannya, kepada John Lie layak diberikan gelar pahlawan nasional. Berdasarkan kajian LPK Indonesia Bersatu, John Lie

adalah seorang putra terbaik bangsa yang telah menunjukkan prestasi luar biasa, memiliki sikap dan tindak kepahlawanan yang

sangat tinggi nilainya, dan tidak pernah membuat hal tercela sebagai warga dan prajurit pejuang Angkatan Laut Republik

Indonesia. Ia cinta Tanah Air, setia pada Pancasila dan NKRI.



Seseorang dapat menjadi pahlawan nasional dengan

syarat memiliki nilai kepahlawanan termasuk sikap dan tindak kepahlawanan. Syarat ini sesungguhnya sudah dimiliki John Lie.

Ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, ia langsung kembali ke Tanah Air, bergabung dengan para pejuang dengan

meninggalkan tugas sebagai seorang navigator kapal sekutu. Ia berjuang bersama sejumlah tokoh Angkatan Laut, seperti, Pahlawan

Nasional Yos Sudarso dan Martadinata.



Setibanya di Tanah Air pada November 1945, John Lie bergabung dengan AL di

bawah pimpinan Laksamana Pardi sebagai KSAL, John Lie diterima menjadi prajurit AL dengan pangkat Klasi-III. Pengalamannya

dalam kemaritiman jauh dari pangkat yang diterimanya. Namun, John lie menyatakan tidak keberatan.





Patuhi

Perintah



Kesadaran dan cinta Tanah Air yang tinggi itu mendorong semangat John Lie berprestasi luar biasa. Ia

dipercaya memimpin kapal hasil rampasan yang diberi nama Outlaw, membawa senjata untuk perjuangan BKR. Kapal Outlaw berangkat

dari Tamiang (Aceh Timur ) mengisi muatan karet dan hasil bumi lainnya lalu dijual di Singapura. Kemudian dibeli senjata dan

dibawa ke perairan Selat Malaka melalui liku-liku perjuangan untuk dipakai para pejuang. Mereka lolos dari beberapa blokade

Belanda.



Pada 1971, John Lie pensiun dari prajurit TNI AL dengan pangkat Laksamana Muda. Ia prajurit yang patuh pada

perintah atasan dan pemerintah. Pada 1967, pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 127/1967 tentang penggantian nama

bagi warga negara Indonesia, dalam rangka nasionalisasi, program persatuan dan kesatuan bangsa. John Lie termasuk salah satu di

antara warga negara Indonesia keturunan Tionghoa yang mengganti namanya menjadi Jahja Daniel Dharma.



Setelah pensiun

dari dinas prajurit AL, John Lie tetap menyumbangkan pikiran dan melanjutkan perjuangan di bidang sosial. Di samping menyantuni

anak-anak jalanan dan rakyat miskin, John Lie aktif dalam beberapa gereja. Jadi, lengkaplah perjuangan John Lie untuk NKRI,

baik sebagai pejuang yang memiliki sikap dan tindak kepahlawanan maupun sebagai pekerja sosial dan aktivis

gereja.



Pada 27 Agustus 2009 kemarin, 21 tahun wafatnya John Lie. Kiranya momentum ini dapat membuka ingatan kita

akan sejarah perjuangannya bagi Indonesia. Kiranya, perjuangan itu mempertebal semangat nasionalisme dan patriotisme bagi

generasi muda. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya,



Penulis adalah Ketua Umum Lembaga

SAKTI



sumber: http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=10079

dilihat : 415 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution