Jum'at, 17 Agustus 2018 16:53:24 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 91
Total pengunjung : 414077
Hits hari ini : 1798
Total hits : 3794632
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Algebra Bukan Berasal Dari Arab Tapi Babylonia






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 28 Juni 2009 00:00:00
Algebra Bukan Berasal Dari Arab Tapi Babylonia
Pada hakekatnya bangsa Arab,

agama Islam, beserta huruf-huruf Arab dan tulisannya lahir dari budaya baru yang termuda umurnya dibandingkan dengan agama dan

bangsa-bangsa lain di sekitarnya seperti Greek (Yunani), Hindu (India), Babylonia (Assyria), Zoroaster (Persia) dan

lain-lainnya.



Bahkan, sepanjang kehidupan nabi Muhammad belum dikenal adanya huruf-huruf Arab, dan barulah setelah

nabi Muhammad wafat, huruf-huruf Arab berkembang pesat di Arab. Pada mulanya huruf-huruf Arab itu sendiri tidak memiliki

tanda-tanda bacaan bahkan tidak memiliki huruf hidup (vowel), barulah pada abad ke 10, huruf-huruf hidup ditambahkan kedalam

tulisan-tulisan Arab.



Alfabet huruf-huruf Arab berasal dari salah satu variasi huruf-huruf Aramaic yang baru dikenal

oleh beberapa orang-orang Arab pada tahun 512, yaitu 80 tahun sebelum kelahiran nabi Muhammad. Meskipun huruf-huruf ini sudah

dikenal oleh beberapa orang-orang Arab, namun penggunaan tulisan ini baru meluas di Arab setelah abad ke 10.



Yang

menarik tentang perbaikan tulisan-tulisan Arab ternyata bukan dilakukan oleh orang Arab di Arab melainkan oleh orang Arab

diluar Arab yaitu di Irak Khalil Ibn Ahmad yang juga dikenal dengan nama Al-Farihidi. Dialah yang pertama kali menambahkan

vowel ke dalam alphabet Arab ditahun 791. Dia adalah orang Arab Oman yang pindah dan hidup sampai mati dikota Basra (Irak).

Jadi huruf-huruf atau alphabet Arab yang dikenal sekarang ini berasal dari Irak yang kemudian menyebar ke Arab setelah abad ke

10. Seharusnya tulisan Arab tidak boleh dinamakan tulisan Arab melainkan tulisan Basra, tetapi karena memang sudah kebiasaan

dianggap huruf Arab, maka huruf alphabet ini tetap dianggap sebagai alphabet Arab karena memang digunakan oleh semua

orang-orang Arab.



Demikianlah, sama halnya dengan kata "Algebra" yang diadopsi dunia Barat ini sebenarnya tidak

jelas berasal dari mana. Meskipun kata ini dianggap dari bahasa Arab, tetapi orang Arab sendiri mengadopsinya dari

Babylonia.



Namun ada dua anggapan yang berbeda mengenai sumber kata "Algebra" ini, satu pihak menganggapnya berasal

dari bahasa Arab "Al-Jabr" yang sumber katanya itu sendiri berasal dari Babylonia yang artinya "reunion" atau berkumpul

lagi.



Sumber lain menganggap kata "Algebra" ini berasal dari Algoritme yaitu nama seorang peneliti "Al-Khwarizmi"

yang lahir dikota Baghdad (780-850)-Irak.



Fanatisme buta telah menjangkiti kaum muslimin untuk menegakkan Syariah

Islam dengan cara apapun termasuk berbohong, menipu, dan menyebar fitnah. Demi kebanggaan buta inilah mereka meyakini bahwa

Al-Khwarizmi beragama Islam. Logikanya Islam baru berhasil menguasai wilayah Iran dan Irak sepenuhnya pada abad ke 10. Namun

penyerbuan atau perang yang berlarut-larut berlangsung sejak 700-1020. Padahal di masa kehidupan Al-Khwarizmi ini, penduduk

aselinya masih tetap memegang teguh agama Zoroaster, hanya pendatang-pendatang Arab saja yang beragama

Islam.



Penaklukan wilayah Persia ini berakhir pada abad ke 10 dimana seluruh masyarakatnya dipaksa masuk Islam atau

dibunuh mereka yang menolak.



Jadi sangat jelas disini, bahwa Al-Khwarizmi bersama banyak ahli-ahli lain yang sering

dipropagandakan oleh para pendakwah-pendakwah Islam dilahirkan sebagai umat beragama Zoroaster, dan besar kemungkinannya

apabila dia benar masuk Islam maka hal itu karena terpaksa atau dipaksa katimbang mati dibunuh.



Agama Zoroaster

memang salah satu agama yang membawa budaya dan ilmu pengetahuan jauh lebih tinggi dari Arab dengan Islamnya. Pendeta-pendeta

Zoroaster ditangkapi sewaktu penyerbuan Islam, mereka disiksa untuk mengaku cara-cara menciptakan api. Dizaman itu untuk

membuat api tidaklah mudah, apabila anda bisa membuat api maka perang bisa gampang menang. Umumnya untuk membuat api waktu itu

menggunakan dua buah batu yang digosok satu dengan lainnya, tapi cara inipun boleh anda coba sendiri kalo bisa mengobarkan api

dalam waktu 3 bulan sudah termasuk hebat. Agama Zoroaster memiliki teknologi tertinggi diwaktu itu karena bisa menciptakan api,

dan api inilah yang disembah oleh umat Zoroaster. Pada waktu itu agama Zoroaster dikenal sebagai agama Api.



Namun

istilah "Algebra" sekarang ini sudah tidak perlu lagi diperdebatkan karena sudah diganti dengan istilah yang lebih tepat yaitu

"Mathematics" .



Bukan cuma Al-Khwarizmi saja yang diakui sebagai beragama Islam, tetapi juga Ibnu Sinna (di Iran

dikenal dengan nama Abu Ali Sina) yang juga berasal dari Persia dan juga terlahir beragama Zoroaster dimana didunia Barat dia

dikenal dengan nama aselinya yaitu "Avicenna" yang kemudian diubah oleh orang Arab menjadi Ibn Sina (980-1037). Nama Avicenna

itu sendiri berasal dari nama kitab suci agama Zoroaster yaitu "Avesta".



Muslimin telah jenuh dicekoki dengan

kebohongan-kebohongan yang berorientasi untuk merekayasa kebesaran Islam dimasa lalu. Namun kalo kita telaah kenyataannya,

semua kebesaran itu sama sekali bualan semata. Akibatnya banyak sekali catatan-catatan muslim tidak dipercaya, tidak pernah

menjadi referensi science, bahkan kaum muslimin sendiri menyadari kebohongan-kebohongan tersebut tetapi tak ada yang berani

menentangnya.



Budaya dan agama-agama besar di masa lalu ternyata juga tetap besar di zaman sekarang, meskipun ada

yang sudah punah tidak punya pengikut lagi namun kebesaran ajaran-ajarannya tetap menjadi bahan diskusi dan referensi ilmu

pengetahuan, antara lain seperti Greek (Yunani) yang peninggalan-peninggalannya masih dilestarikan antara lain upacara Olympic

Games. Juga Hindu dari India tetap memiliki begitu banyak daya tariknya sebagai sumber-sumber science di zaman modern ini.

China, Jepang, Russia, German juga memiliki sumber-sumber masa lalu yang gemilang hingga sekarang ini.



Memang

menyedihkan, kita sebagai umat Islam hanya mewariskan teror-teror dari masa lalu dan teror-teror lebih biadab dilanjutkan di

zaman sekarang. Tetapi harus juga diakui bahwa mayoritas muslimin terutama di Indonesia jelas-jelas menentang dan menolak

Syariah Islam, kita sebagai muslimin dan muslimah Indonesia telah bersumpah bahwa kita mempraktekkan agama Islam hanya sebatas

kegiatan sosial saja bukan menyalah gunakannya untuk menghukum, mengadili, atau menjadikannya UU negara. Kita tidak akan

terpengaruh kepada cara-cara umat Islam lainnya diluar Indonesia yang menggunakan agama Islam sebagai ideologi "terror"

terhadap umat yang bukan Islam maupun sesama umat Islam itu sendiri.



Oleh : Ny. Muslim binti Muskitawati.

dilihat : 375 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution