Minggu, 20 Januari 2019 01:14:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 34
Total pengunjung : 462841
Hits hari ini : 140
Total hits : 4252078
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kelemahan Kita Hanya Satu






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 29 Januari 2009 00:00:00
Kelemahan Kita Hanya Satu
Sudah tiga pertarungan di kandang, Garuda belum juga mampu

menetaskan telornya. Dalam tiga laga terakhir di Senayan, tim nasional Indonesia gagal menceploskan sebiji gol pun ke gawang

lawan. Setelah kalah 0-2 dari Singapura dan dilibas 0-1 Thailand di Piala AFF, hasil mandul gol berlanjut dalam penyisihan Grup

B Piala Asia kala ditahan tim kanguru Australia 0-0.



Australia memang tim dengan nama besar yang menembus dua Piala

Dunia terakhir. Namun, tim yang datang ke Jakarta ini bukanlah kanguru yang sebenarnya. Tak ada nama pemain-pemain yang selama

ini merumput di Liga Eropa macam Mark Schwerzer, Harry Kewell, Lucas Neil, Tim Cahill dan Mark Bresciano.



Mereka

yang bertandang ke Jakarta “hanya” pemain A-League–liga domestik Australia yang mengaku, “Kami belum pernah bermain satu sama

lain. Selama ini kami hanya sering bertanding satu sama lain.” Aussie lebih memilih berkonsentrasi melanjutkan kampanye menuju

Piala Dunia 2010, dengan pertandingan terdekat di Jepang, 10 Februari mendatang.



Sebagai “bukti ketidakseriusan

mereka”, Australia datang ke Indonesia dengan gelombang pemain dalam empat kelompok terbang. Alasannya, sebagian di antara

mereka masih main di A-League hingga akhir pekan kemarin, Sementara Indonesia? Kompetisi Liga Super telah diliburkan sejak

November, untuk mendukung Pelatnas tiga bulan menghadapi Piala AFF dan kualifikasi Piala AFC ini.



Tapi, jangan lupa.

Di antara sedikit pemain senior The Soceroos yang ikut ke Indonesia, ada nama Archie Thompson. Pemain klub Melbourne Victory

ini merupakan pemegang rekor dunia untuk pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan. Dalam laga kualifikasi Piala Dunia

2002 saat Aussie mencukur Samoa 31 gol tanpa balas, 11 April 2001 di Coffs Harbour, Thompson memborong 13 gol.



Benny

Dolo tetap bersyukur meski timnya kembali gagal mencetak gol pasca melakukan beberapa eksperimen; menarik Boas Salossa, dan

memasukkan Elie Aiboy maupun Bambang Pamungkas. Padahal, ketika sepakbola diperkenalkan oleh kaum Yunani Kuno dan Romawi pada

388 hingga 311 Sebelum Masehi, tujuannya adalah untuk memberi tontonan berupa gol. Tak salah saat kompetisi profesional Liga

Jepang alias J-League mulai digelar pada awal 1990-an, pertandingan itu diharuskan menghasilkan gol dan mesti ada yang menang.

Jika penonton masih disuguhi hasil seri hingga menit 90 usai, maka harus digelar adu penalti.



Jadi, sebagai bangsa

yang mudah berpuas diri, hasil seri sudah dianggap sebagai prestasi. Kesimpulan pertandingan melawan tim besar Australia

digarisbawahi Om Benny dalam sesi jumpa pers, “Tim kita sudah bermain bagus, Kelemahan kita hanya satu: tidak bisa mencetak

gol.”



Oleh : Agustinus “Jojo” Raharjo.

Redaktur Pustakalewi – Jakarta.

dilihat : 242 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution