Senin, 18 November 2019 23:31:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 2658
Total hits : 5090837
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejarah BPK Penabur






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 18 November 2008 00:00:00
Sejarah BPK Penabur
Sejarah Badan Pendidikan Kristen

Penabur tidak dapat dilepaskan dari sejarah Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat yang sudah ada sejak zaman Belanda. Saat

bersejarah yang penting dicatat ialah tgl. 19 Juli 1950 sebagai lahirnya Badan Pendidikan Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee Khu Hwee

Djawa Barat (selanjutnya disingkat BP THKTKHKH Jabar) berdasarkan Akte Notaris H.J.J. Lamers di Bandung yang diwakili oleh

calon Notaris Tan Eng Kiam.

Pada tahun 1967, setelah lebih dari 25 tahun sebagai bangsa merdeka, rasa kebangsaan Indonesia

makin menebal, sehingga pembangunan bangsa dan pembangunan karakter perlu mendapat wujud yang lebih nyata. Nama Badan

Pendidikan yang memakai nama Cina perlu mendapat ganti nama sesuai dengan keadaan. Lebih-lebih setelah terjadi Gerakan 30

September 1965. Apa yang dilakukan oleh BAPERKI yang bersifat integratif, sudah tidak sesuai lagi dengan kegiatan yang

dilakukan oleh golongan yang menghendaki asimilatif. Karena itu dipandang perlu untuk memperbaharui dengan pembuatan akte

baru.

Tokoh Oey Giok Tjeng selaku Ketua Yayasan dan Tjiok Tjing Ho sebagai Sekretaris Yayasan Badan Pendidikan yang lama

datang kepada Notaris E. Pondaag untuk membuat akte baru. Maka pada tanggal 27 Januari 1967 dengan nomor akte 33 berdirilah

Yayasan Badan Pendidikan Kristen Djawa Barat yang berkedudukan di Jakarta. Apa yang terdantum dalam akte pendiriannya, tampak

sekali bahwa sifat badan lama yang masih etnis Cina atas dasar agama Kristen, telah berubah bersifat nasional Indonesia atas

dasar agama yang sama.

Yayasan yang bernama Badan Pendidikan Kristen Djawa Barat selanjutnya disebut BPK Jabar) didirikan

dengan dasar pada kesaktian alkitab dan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juruselamat Dunia. maksud dari yayasan

tersebut adalah untuk membina manusia Indonesia berlandaskan Pancasila, yaitu Dasar Negara Republik Indonesia (Yayasan lahir

dalam zaman demokrasi Pancasila). Sedangkan tujuannya adalah untuk memberi pelayanan Kristen di bidang pendidikan dan

pengajaran dalam arti seluas-luasnya.

Dengan nama BPK Jabar, pengertian wilayah kegiatannya hanya mencakup wilayah

provinsi Jawa Barat saja. pada waktu itu Jakarta masih dianggap seperti bagian dari Jawa Barat, jadi mengikuti pola

pemerintahan Belanda di Indonesia. Dengan dipilihnya Jakarta sebagai pusat BPK Jabar, peranan Jakarta makin besar terutama

dengan pertimbangan bahwa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia berkedudukan di Jakarta. Sehingga segala

sesuatu yang menyangkut pendidikan, penyelesaiannya di Jakarta. Lebih-lebih setelah secara hukum ditetapkan bahwa Jakarta

menjadi ibukota Republik Indonesia (1964), maka posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan BPK Jabar makin mantap.

Dalam

kondisi sosial-ekonomi serta komunikasi yang makin membaik, maka dilakukan perluasan oleh BPK Jabar sampai ke Lampung. Maka

didirikanlah sekolah dibawah BPK Jabar di Bandar Lampung maupun Metro.

Dengan Jakarta yang bukan bagian dari Jawa Barat

dan Lampung yang jelas sebagai salah satu propinsi di luar Jawa dan hanya dipisahkan oleh Selat Sunda dari Jawa Barat, maka

timbullah



pemikiran-pemikiran untuk mengubah nama Badan Pendidikan Kristen Jawa Barat dengan istilah

lain.

Melihat kenyataan-kenyatan yang ada serta aktivitas pengurus dari BPK Jabar telah nyata sebagaimana dikemukakan

dalam pasal 2 dan 3. Agar seluruh kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keadaan baru, maka diperlukan landasan hukum yang lebih

mantap.

Pada hari Selasa tanggal 21 Maret 1989 telah menghadap Notaris Winanto Wiryomartani, S.H. dua orang pengurus BPK

Jabar, yaitu Drs. Djufrie Natanael Sentana, MBA. selaku Ketua Umum Pengurus Harian dan Drs. Michael Tanok selaku Sekretaris BPK

Jabar. Dibuatlah Akte yang bernama Badan pendidikan Kristen PENABUR (BPK PENABUR) tertanggal 21 Maret 1989 Nomor 121 yang

dimuat dalam Berita Negara RI tanggal 5 Mei 1989 No. 36.

BPK PENABUR telah menyebutkan adanya Mukadimah sebagai berikut:

Mengingat bahwa Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat yang hidup di dalam persekutuan dengan Gereja yang kudus dalam mengemban

amanat panggilan pelayanan dan kesaksian tersebut adalah di bidang pendidikan, maka Gereja Kristen Indonesia Jawa Barat

mendirikan dan mengasuh suatu Yayasan Pendidikan Kristen yang berdasarkan iman Kristen, sesuai dengan kesadaran bahwa

pendidikan itu mengarah kepada pembentukan mansuai seutuhnya. Selanjutnya disebutkan, bahwa yayasan tersebut berkedudukan di

Jakarta dan berdasarkan pancasila dan bertujuan ikut membentuk manusia Indonesia seutuhnya melalui bidang pendidikan sebagai

perwujudan panggilan pelayanan dan kesaksian Kristen.



Sumber(http://www.bpkpenabur.or.id/id/about history)

dilihat : 450 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution