Sabtu, 17 Agustus 2019 21:36:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1396
Total hits : 4875812
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Israel, Gereja Dan Kitab Wahyu






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 16 September 2008 00:00:00
Israel, Gereja Dan Kitab Wahyu
Kasih Allah kepada Bangsa

Israel



Kata Musa kepada bangsa Israel "Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN

terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- tetapi karena TUHAN mengasihi kamu

..." (Ulangan 7: 7,8)



Kasih Allah kepada Dunia ini



Kata Yesus kepada seorang pemimpin Yahudi bernama

Nikodemus : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya

setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3: 1,16)

Rasul Paulus

menulis: "Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua

orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."

(Roma 10: 12,13)



Yesus adalah Mesias Bangsa Yahudi. Alkitab mengatakan:

1. Mesias akan dilahirkan di

Betlehem - Mikha 5:2

2. Mesias akan datang dari Galilea - Yesaya 9:1, 6, 7

3. Mesias akan "disingkirkan"

(dibunuh - BIS) sebelum penghancuran Bait Allah yang kedua pada 70 M (Daniel 9:26)

4. Mesias akan menjadi "seseorang

yang penuh dengan kesengsaraan" (Yesaya 53:3), "dihina dan ditolak" (ay.3), "seperti domba yang dibawa ke pembantaian" (ay.7),

"sebagai korban penebus salah (ay.10). "Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian (ay.6). Namun setelah

"kematianNya" (ay 9) Dia akan dibangkitkan dan "melihat keturunanNya" dan "umurnya akan lanjut "(ay 10), Dia "berdoa untuk

pemberontak-pemberontak" (ay.12) dan "membenarkan banyak orang" (ay 11). "Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh (ay 5). "Kita

sekalian seperti domba yang sesat, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, dan ganjaran yang mendatangkan keselamatan

bagi kita ditimpakan kepadanya" (ay 5).



Nubuatan ini HANYA dapat dipenuhi oleh SESEORANG YANG MATI UNTUK DOSA

SELURUH DUNIA" dan YANG TELAH DIBANGKITKAN KEMBALI.



Dua Israel dalam Perjanjian Baru



Pertama, "Israel

menurut daging" (I Korintus 10:18) terdiri dari "Israel ..... secara jasmani" (Roma 9:3,4) yang tidak mempercayai Yesus sebagai

Mesias. Kedua, "Israel milik Allah" terdiri dari mereka yang telah menjadi "ciptaan baru" melalui anugrah dan belas kasihan

dari Mesias (Galatia 6:14-16).



Tiga Pandangan Diantara Umat Kristen



1. Replacement Theology (Teologi

Penggantian)



Pandangan ini mengajarkan "Israel" secara keseluruhan telah "digantikan" oleh "Gereja Kristen" secara

keseluruhan. Mungkin ini terlalu disederhanakan, tetapi penekanannya adalah "Diluar bersama bangsa Yahudi, didalam bersama

bangsa kafir (bangsa-bangsa lain)". Secara historis, mereka yang menerima pandangan ini menganggap hina bangsa





Yahudi, mempersalahkan mereka atas kematian Yesus Kristus. Banyak pengikut Nazi menerima sudut pandang ini selama

terjadinya "Bencana di Eropa".



2. Dispensational Theology (Teologi Menurut Takdir)



Pandangan ini sebagai

reaksi umum dari Replacement Theology. Mengajarkan "Israel" sebagai bangsa, yang berpusat di Timur Tengah, adalah masih bangsa

yang istimewa bagi Allah, yang "terpisah" dari "Gereja Kristen". Banyak yang memegang ajaran ini adalah mereka yang

"mempercayai takdir" dalam hidup. Menurut ajaran ini "Gereja" yang "dipisahkan dari Israel", lahir pada hari Pentakosta (Kisah

2) dan berlanjut di dunia ini sampai hari Pengangkatan. Setelah gereja diangkat, maka Allah akan memenuhi semua janji-janjiNya

dalam Perjanjian Lama kepada Israel secara harafiah yang berpusat di Timur Tengah. Pengajaran ini menerapkan banyak nubuatan di

kitab Wahyu kepada negara Israel modern yang ada saat ini. Inilah doktrin yang paling banyak dianut ahli-ahli teologi Kristen.

Meskipun pandangan ini berbeda dari "Replacement Theology", namun demikian, masih membangun "tembok pemisah" antara "Israel"dan

"Gereja".



3. Israel of God Theology (Teologi Israel Milik Allah)



Pandangan ini memahami perbedaan antara

"Israel menurut daging" (I Kor 10:18) dan "Israel milik Allah" (Galatia 6:16) yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Israel milik

Allah bukanlah Gereja Kafir (yang terdiri dari bangsa-bangsa lain) yang baru terbentuk dalam Perjanjian Baru, yang sama sekali

telah "menggantikan" bangsa Yahudi (Replacement Theology), bukan juga sekedar "Israel" yang berpusat di Timur Tengah yang

"terpisah" dari Gereja Allah yang benar (Pandangan Dispensionalis).



Namun, Israel milik Allah adalah benar-benar

Israel rohani kepunyaan Allah (Gereja Allah yang sesungguhnya) yang telah ada sepenjang sejarah, menjangkau baik Perjanjian

Lama maupun Perjanjian Baru. Israel milik Allah terdiri dari umat yang setia, baik bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa lain,

yang sunguh-sungguh berjalan dengan Allah, baik yang menunggu maupun yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Mesias mereka.

Abraham (berasal dari bangsa kafir), Musa, Daniel, Petrus, Paulus dan Lukas (juga dari bukan dari bangsa Israel), mereka semua

adalah bagian dari Israel milik Allah. Pada jaman Elia, terdapat "Israel secara daging" yang mengikuti Ahab dan Izebel, namun

demikian masih ada juga "Israel milik Allah" yang tetap taat dan menolak untuk "bertekuk lutut di depan patung Baal" (Roma

11:4,5). Dari mulai jaman Adam, Habel, dan Nuh, sampai pada jaman Musa dan "gereja di padang belantara" (Kisah 7:38), sampai

pada orang-orang kudus di akhir jaman, Gereja Allah yang sesungguhnya, yaitu Israel milik Allah, selalu terdiri dari Bangsa

Yahudi dan Bangsa-bangsa lain yang setia, yang mempertahankan iman mereka kepada Tuhan ditengah-tengah dunia yang penuh dengan

ajaran-ajaran sesat, kemurtadan dan dosa. Situs ini percaya bahwa pandangan ke-tiga ini yang paling merefleksikan pengajaran

yang sebenarnya dalam Perjanjian Baru dan keseluruhan Alkitab.



Kebenaran Dari Perjanjian Baru

"Separation/Dispensational Theology" menyatakan bahwa "Gereja" dilahirkan pada hari Pentakosta dan "dipisahkan" dari "Israel".

Fakta sebenarnya adalah "Gereja" pada hari Pentakosta justru seluruhnya terdiri dari Gereja Yahudi (Kisah 2:5, 36-38, 41, 47).

Pemimpin-pemimpin mereka yang mula-mula (Petrus, Yahobus, Yohanes, dll), semua adalah Yahudi (Kisah 2:14; 3:1; 15:4,13). Mereka

adalah bagian "Gereja" dan juga "Israel milik Allah". Yesus Kristus telah "merobohkan tembok pemisah" antara bangsa Yahudi

(yang bersunat) dan bangsa-bangsa lain (yang tidak bersunat) - Efesus 2:11-14. Yesus Kristus datang untuk "memperdamaikan

keduanya (antara Yahudi dan bangsa-bangsa lain)dalam satu tubuh melalui kematianNya di salib (ay.16).



Sekarang

keduanya menjadi "satu manusia baru dalam Kristus" (ay.15). Jadi, bangsa-bangsa lain, melalui Kristus sebagai Mesias, sekarang

adalah "keturunan Abraham", berarti bagian dari "Israel milik Allah" (Galatia 6:16). Ini adalah kenyataan yang tak tergoyahkan

dari Firman Allah. "Israel" dalam kitab Wahyu "Separatioan/Dispensational Theology" mengajarkan bahwa setelah "gereja" diangkat

ke surga, bagian terbesar dari kitab Wahyu difokuskan kepada negara Israel modern yang berpusat di Timur Tengah. Sebenarnya,

fokus dari kitabWahyu bukanlah Israel menurut daging (Israel jasmani), tetapi adalah Israel milik Allah yang berpusat pada

Yesus Kristus. Kitab Wahyu secara jelas menggunakan terminologi dan geografi dari Timur Tengah dalam nubuatannubuatannya.

Terdapat kata "Israel" (7:4), Sodom dan Mesir (11:8), Gunung Sion (14:1), Bait Allah (15:5), Yerusalem (21:10), Babel (17:5),

Eufrat (16:12), dan Armagedon/Lembah Megido-red (16:16). Namun, untuk mengerti dengan benar, kitab Wahyu harus ditafsirkan

menurut "Roh" (1:10; 2:7,11,17,29; 3:6,13,22; 17:3; 21:10) dan tidak boleh menurut daging. Studi yang teliti dari kitab

terakhir dari Alkitab ini mengungkapkan bahwa Allah secara konsisten mengambil bagian-bagian dari Israel kuno dan kemudian

menerapkannya kepada Israel milik Allah dalam Yesus Kristus.



Dalam pasal pertama kitab Wahyu, "tujuh kaki dian" yang

terdapat di Bait Allah Israel kuno digunakan sebagai simbol dari "tujuh jemaat" (1:3, 20). Disini terletak prinsip kuncinya:

hal-hal pada jaman dulu dari bangsa Israel harafiah, diterapkan pada Israel milik Allah (gereja Allah yang sesungguhnya).





Dalam pasal 2, Yesus Kristus menyebut "wanita Izebel" (2:20) yang menyesatkan Israel kuno. Namun Dia menggunakan

wanita jahat ini sebagai simbol dari orang-orang yang mencoba menyesatkan GerejaNya. Sekali lagi prinsip penafsiran kitab Wahyu

dinyatakan - hal-hal yang berkaitan dengan Israel kuno diterapkan kepada GerejaNya yang sesungguhnya, yaitu Israel milik Allah.

Kitab Wahyu berbicara mengenai Sodom dan Mesir "rohani" (11:8), Bait Suci surgawi (11:19; 15:5; 16:1,17), Gunung Sion surgawi

(14:1; 21:10), dan Yesusalem baru (21:10). Dalam Perjanjian Lama, kota Babel harafiah berada d atas sungai Efrat (Yeremia

51:63, 64).



Buku Wahyu menggunakan sejarah Babel kuno sebagai satu tipe, yang menunjuk kepada misteri "Babel besar"

(17:5) yang "duduk" di atas "tempat yang banyak air" (17:1) dari "sungai Efrat yang besar" (16:12). Hal ini memperlihatkan

suatu sudut interpretasi yang menerangkan bahwa "air" adalah simbolis, yang sebenarnya melambangkan "bangsabangsa, orang

banyak" (17:5) di seluruh dunia yang mendukung penipuan dan ajaran sesat dari Babel di akhir zaman.



Seperti juga

Allah dulu "mengeringkan" sungai pada kota Babel di Perjanjian lama sebelum kehancuran kota itu (Jeremia 51:36, 63, 64), begitu

juga akan terjadi pada Penghakiman Terakhir, Dia akan mengeringkan "air" (yang melambangkan bangsa-bangsa) dari Misteri Babel

tepat sebelum dunia berakhir (Wahyu 16:12, 17-21, 18:7). Seperti Allah memanggil Israel harafiah (jasmani) untuk keluar dari

Babel pada jaman Perjanjian Lama (Yeremia 51:44, 45), begitu pula Yesus Kristus saat ini memanggil "Israel milik Allah" untuk

keluar dari Babel rohani sebelum terlambat. Tuhan menyerukan, "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu

jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya." (Wahyu

18:4).



Yesus Kristus saat ini berada di Bait Suci SurgawiNya (Ibrani 8:1,2). Tempat kediaman kita adalah Yerusalem

Baru (Yohanes 14:1-3; Wahyu 21:2-5). Umat Kristen yang sungguh-sungguh adalah bagian dari Israel milik Allah (Galatia 3:29:

6:14-16) Kita harus menaklukkan dosa dan penipuan dari Misteri Babilon (Wahyu 2:7, 11,17,26; 3:5,12,21; 18;1-4). Melalui kasih

dan anugrah Yesus sang Mesias, biarlah kita bersedia untuk Harmagedon (Wahyu

16:15,16).





http://www.kumpulankotbah.com Generated: 15 September, 2008, 18:36

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution