Jum'at, 22 Juni 2018 00:40:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 150
Total pengunjung : 400445
Hits hari ini : 1580
Total hits : 3639637
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -PUASA Dalam Agama Kristen






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 10 September 2008 00:00:00
PUASA Dalam Agama Kristen
PUASA DALAM PERJANJIAN LAMA



KAPAN MEREKA

BERPUASA?



1. Pada the “Day of Atonement,” (Imm 16:29-31; 23:26-32; Bil 29:7).

1. Ungkapan “afflicting

one’s soul” dimengerti sebagai berpuasa.

2. Alasan lain orang berpuasa dalam Perjanjian Lama.

a. Mereka

berpuasa ketika dalam atau ada ancaman perang (Hak 20:26)

b. Ketika orang yang dikasihi sedang sakit (2 Sam

12:16-23)

c. Ketika orang yang dikasihi mati (1 Sam 31:13; 1 Taw 10:12) d.Mereka berpuasa ketika mencari pengampunan

Allah (Ul 9:15-18)

d. Mereka berpuasa ketika bahaya sedang mengancam (2 Taw 20:3; Ezra 8:21; Ester 4:3, 16)

e.

Mereka berpuasa untuk memperingati hari kesusahan besar (Yer 52:12,13; 2 Raj 25:23-95)





JENIS

PUASA





1. Puasa biasa/partial: Mengurangi takaran santapan harian.

2. Puasa Mutlak: Tidak

makan selama beberapa hari (Yunus 3:5-10, Esther 4:16 dan Kisah 9:9). Puasa ala Musa dan Elia mebutuhkan campur tangan Allah

(Ul 9:9; 1 Raj 19:8).





LAMANYA BERPUASA



1. Pada umumnya dimulai dari matahari terbit hingga

matahari terbenam (Hak 20:26; 1 Sam 14:24; 2 Sam 1:12; 3:35).

2. Puasa mungkin dilakukan satu malam (Dan 6:18)

3.

Pada jaman Esther, mereka melakukannya selama tiga hari (Es 4:16)

4. Pada penguburan Saul, puasa dilakukan selama 7

hari (1 Sam 31:13)

5. Demikian juga pada zaman Daud ketika anaknya sakit (2 sam 12:16-18)

6. Puasa

terpanjang dilakukan oleh Musa, Elia dan Yesus, 40 hari (Kel 34:28; 1 Raj 19:8; Mat 4:2)





PUASA PUASA DALAM

PERJANJIAN BARU





DALAM KEHIDUPAN YESUS



1. Yesus berpuasa selama 40 hari di padang gurun (Mat 4:1

-9; Luk 4)

2. Yesus mengajar berpuasa dalam kotbahnya di Bukit (Mat 6:16-18)

3. Juga ketika ditanya oleh

murid-murid Yohanes (Mat 9:14-17)

4. Menggandakan kuasa doa dan puasa (Mat 17:14-21)





DALAM GEREJA

TUHAN





1. Gereja di Antiokhia (Kisah 13:1-3)

1. a.Mereka berpuasa ketika mau melayani

Tuhan

2. b.Ketika mempersiapkan Barnabas dan Paulus untuk pelayanan

3. Gereja di Galatia (Kisah

14:21-23)





PUASA DALAM PELAYANAN RASUL PAULUS



1. Pelayanan Paulus ditandai dengan adanya

doa-puasa (2 Kor 6:4-10; 2 Kor 11:23-28)

2. Ia juga mengajar bahwa puasa juga bisa dilakukan pada kondisi lain (1

Kor 7:5)





APLIKASI UNTUK GEREJA SEKARANG ORANG KRISTEN BERPUASA KETIKA MENCARI PERTOLONGAN DAN BELAS KASIHAN

ALLAH





1. Hal ini konsisten dengan pengajaran dalam Perjanjian Lama

2. Juga konsisten dengan

pengajaran dalam Perjanjian Baru





BAGAIMANA SEMESTINYA GEREJA BERPUASA?



1. Tidak untuk dilihat

orang (Mat 6:16-18) - khususnya kalau bersifat pribadi

2. Bukan sebagai kebiasaan agamawi (Mat 9:14-17)

3.

Bertobat sungguh-sungguh (Yes 58:3-8)

4. Saran-saran:

5. a.Jangan keluar rumah kalau tidak perlu

6. b.Kalau

anda belum pernah berpuasa, mulailah dengan perlahan (periode yang lebih singkat)

7. c.Berpuasa kalau anda punya

waktu untuk berdoa sungguh-sungguh





Cara memulai dan melaksanakan puasa akan sangat menentukan keberhasilan

Anda. Dengan mengikuti tujuh langkah pokok berikut ini, Anda akan membuat waktu Anda bersama Tuhan menjadi lebih berarti dan

bermanfaat secara rohani.



LANGKAH 1: Tentukan Tujuan Anda



Mengapa Anda berpuasa? Apakah puasa itu untuk

pembaharuan rohani, untuk mencari kehendak Allah, untuk kesembuhan, untuk menyelesaikan suatu masalah, atau untuk mendapatkan

hikmat dalam mengatasi keadaan yang sulit? Mintalah agar Roh Kudus memperjelas pimpinan-Nya kepada Anda dalam menentukan tujuan

berdoa dan berpuasa. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk berdoa dengan lebih spesifik dan strategis.



Dengan berdoa

dan berpuasa, kita merendahkan diri di hadapan Allah, sehingga Roh Kudus akan mengendlikan jiwa kita, membangunkan gereja

kita,d an memulihkan negeri kita seperti yang dinyatakan dalam 2 Tawarikh 7:14. Jadikan ini prioritas dalam puasa Anda.





LANGKAH 2: Tetapkan Komitmen Anda



Berdoalah untuk jenis puasa apa yang akan anda jalani. Yesus

menganjurkan kepada semua murid-murid-Nya supaya berpuasa. (Matius 6:16-18; 9:14,15) Bagi Dia, yang menjadi persoalan adalah

bilamana orang percaya berpuasa, dan bukan kalau mereka mau berpuasa. Sebelum berpuasa, tetapkan terlebih dahulu hal-hal

berikut:





Berapa lama Anda akan berpuasa - setengah hari, satu hari, satu minggu, beberapa minggu,atau empat

puluh hari. (Seorang pemula dapat memulai berpuasa dalam waktu yang pendek, kemudian mengembangkannya lebih

lama.)



Jenis puasa apa yang Tuhan kehendaki untuk Anda lakukan (puasa hanya dengan minum air saja, atau minum air

dan juice; serta jenis juice apa yang akan Anda minum dan berapa sering meminumnya.)

Kegiatan fisik dan sosial apa yang

akan Anda batasi.

Berapa lama waktu yang akan Anda gunakan untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan setiap

harinya.



Menetapkan komitmen seperti ini akan menolong Anda mempertahankan diri dari godan-godaan fisik dan

tekanan-tekanan yang dapat mempengaruhi Anda menghentikan puasa.



LANGKAH 3: Persiapkan Diri Anda Secara

Rohani



Informs pada saat berdoa



Hal yang paling mendasar dari doa dan puasa adalah pertobatan. Dosa yang

belum diakui akan menghambat doa-doa Anda. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan hati

Anda:



Mintalah agar Tuhan menolong Anda membuat daftar dos-dosa Anda.

Akuilah setiap dosa yang diingatkan oleh

Roh Kudus, dan terimalah pengampunan Allah 1 John 1:9).

Mintalah maaf kepada semua orang yang telah Anda sakiti, dan

ampunilah mereka yang telah menyakiti Anda. (Mark 11:25; Luke 11:4; 17:3,4).

Berikan ganti rugi kepada orang yang Anda

rugikan segera setelah Roh Kudus mengingatkan tentang hal ini.

Mintalah agar Roh Kudus memenuhi Anda sesuai dengan

perintah-Nya dalam Efesus 5:18 dan janji-Nya dalam 1 Yohanes 5:14,15.

Prsembahkan seluruh hidup Anda kepada Isa Almasih

yang adalah Tuhan; jangan menuruti keinginan daging. (Roma 12:1,2).

Renungkanlah sifat-sifat Allah, kasih-Nya,

kedulatan-Nya, kuasa-Nya, kesetiaan-Nya, anugerah-Nya, belas kasih-Nya, dan yang lainnya. (Mazmur 48:9,10; 103:1-8,

11-13).

Mulailah puasa Anda dengan hati yang penuh pengharapan (Ibrani 11:6).

Jangan menganggap remeh musuh rohani

Anda. Setan akan meningkatkan peperangan antara roh dan kedgingan. (Galatia 5:16,17).



LANGKAH 4: Persiapkan fisik

Anda



Lakukanlah antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi saat Anda berpuasa. Berkonsultasilah

terlebih dahulu dengan dokter, khususnya kalau selama ini Anda diharuskan meminum obat atau menderita sakit kronis. Beberapa

orang tidak dapat berpuasa tanpa pengawasan atau saran dokter.



Persiapan fisik dapat mempermudahkanAnda mengatasi

perubahan drastis yang terjadi dalam kebiasaan makan, sehingga Anda dapat lebih banyak mengambil waktu bersama dengan Tuhan di

dalam doa.



Janganlah tergesa-gesa memasuki saat berpuasa.

Persiapkan tubuh Anda.Makanlah makanan-makanan ringan

sebelum memulai berpuasa. Hindari makanan yang tinggi kadar lemak dan gulanya.

Makanlah sayur dan buah-buahan selama 2

hari sebelum berpuasa.





Waktu berdoa dan berpuasa telah tiba. Anda sudah tidak lagi makan makanan seperti

biasanya, dan mulai mencari wajah Tuhan. Berikut ini beberapa saran yang perlu Anda perhatikan selama berpuasa:

Hindari

obat-obatan termasuk obat-obat alami sekalipun, kecuali dalam pengawasan dokter.

Batasi aktivitas Anda

Jika

berolahraga, lakukan olah raga ringan saja, seperti berjalan kaki sejauh 2km per hari kalau mampu atau dirasa

cukup.

Istirahatlah secukupnya

Persiapkanlah diri Anda untuk menghadapi tekanan-tekanan mental yang mungkin timbul,

seperti ketidaksabaran, mudah tersinggung dan kekuatiran.

Bersiaplah kalau Anda merasakan tekanan fisik terutama pada hari

kedua. Mungkin Anda akan merasakan nyeri karena lapar, pusing, atau mual. Mengurangi kopi dan gula dapat menyebabkan sakit

kepala. Gangguan fisik yang diakibatkan termasuk juga rasa lelah, lemah atau mengantuk.



Dua atau tiga hari pertama

puasa biasanya merupakan saat-saat yang paling berat. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan menglamai kondisi

fisik dan rohani yang lebih baik. Walaupun demikian, Anda akan merasa perih karena lapar, jadi minumlah air yang lebih

banyak.



LANGKAH 5: Ikutilah jadwal yang Anda Buat



Untuk mendapatkan manfaat rohani yang maksimal,

sediakan waktu untuk menyendiri bersama Tuhan. Dengarkan pimpinan-Nya. Semakin banyak waktu Anda bersama Tuhan, puasa Anda akan

semakin berarti.



Pagi



Mulai hari Anda dengan pujian dn penyembahan.

Baca dan renungkanlah firman

Tuhan, sebaiknya sambil berlutut.

Mintalah Roh Kudus untuk mengerjakan di dalam diri Anda baik kemauan maupun pekerjaan

menurut kerelaan-Nya seperti yang dinyatakan dalam Filipi 2:13.

IMintalah agar Tuhan memakai Anda untuk mempengaruhi

lingkungan Anda, keluarga, gereja, komunitas, negara, dan seterusnya.

Berdoalah agar Tuhan menaruh visi-Nya serta memberi

kuasa kepada Anda untuk melaksanakan kehendak-Nya.



Siang



Kembalilah berdoa dan membaca firman

Tuhan.

Ambilah waktu singkat untuk berdoa sekalipun Anda sedang melakukan sesuatu.

Ambillah waktu untuk mendoakan

komunitas dan pemimpin negara Anda, untuk jutaan orang yang belum terjangkau, untuk keluarga, atau kebutuhan-kebutuhan

khusus.



Malam



Menyendirilah dalam waktu yang cukup untuk "mencari wajah Tuhan".

Kalau ada orang lain

yang juga berpuasa, berkumpullah untuk berdoa bersama.

Hindari menonton televisi atau hal-hal lain yang dapat mengaburkan

fokus rohani Anda.



Apabila memungkinkan, awali dan akhiri setiap hari dengan doa singkat sambil memuji dan menyembah

Tuhan bersama pasangan doa Anda. Tetapi jika Anda ingin berdoa dan belajar firman Tuhan dalam waktu yang lama, sebaiknya

dilakukan sendiri saja.



Diet secara rutin sangat baik dilakukan. Dr. Julio C. Ruibal,s eorang hli nutrisi, pendeta,

dan spesialis dlam hal doa dan puasa, menganjurkan satu jadwal harian dan daftar berbagai jenis juice yang berguna bagi Anda.

Aturlah jadwal dan jenis minuman di bawah ini sesuai dengan keadaan dan selera Anda.



pukul 05.00 -

08.00



Minumlah juice buah segar. Jika buah tersebut rasanya asam sebaiknya dicmpur dalam 50% air. Pada umumnya buah

yang dipilih adalah apel, pir, anggur, pepaya atau semangka. Kalau Anda tidak dapat membuat sendiri, belilah yang sudah jadi

tanpa gula dan zat pengawet.



pukul 10.30 - siang



Minumlah juice sayuran yang terbuat dari daun selada,

daun seledri, dan wortel dalam tiga bagian yang sama.



pukul 14.00 - 16.00



Minumlah teh yang dicampur madu

secukupnya. Hindari teh yang terlalu kental atau mengandung kafein.



pukul 18.00 - 20.30



Masaklah kaldu

kentang, seledri dan wortel tanpa garam. Setelah mendidih kira-kira setengah jam, masukkan dalam sebuah wadah kemudian

diminum.



Tips Untuk Berpuasa dengan Hanya Minum Juice

Meminum juice dapat mengurangi rasa nyeri dan menambah

energi yang cukup. Rasanya yang enak akan membuat Anda merasa kuat dan mau melanjutkan puasa.

Juice buah dan sayur segar

dari semangka, jeruk, anggur, apel, kol, ubi, wortel, seledri atau sayuran hijau, merupakan juice yang paling baik. Dalam musim

dingin, Anda dapat juga meminum kaldu sayuran yang hangat.

Buah yang asam seperti jeruk dan tomat perlu ditambah air agar

tidak mengganggu pencernaan.

Hindari minuman yang mengandung kafein, demikian juga permen karet dan pepermin walaupun

nafas Anda berbau, karena permen seperti itu dapat memacu pencernaan untuk bekerja lebih giat.

Apabila jadwal puasa Anda

berakhir, Anda dapat kembali makan seperti biasanya. Namun perlu diingat, cara Anda mengakhiri puasa tersebut sangat

berpengaruh terhadap kondisi fisik dan rohani Anda:



LANGKAH 6: Mengakhiri Puasa Secara Bertahap



Mulailah

makan secara bertahap. Jangan makan makanan keras segera setelah berakhirnya puasa. Masuknya kembali makanan keras secara

tiba-tiba ke dalam pencernaan Anda, dapat menimbulkan akibat yang negatif bahkan berbahaya. Cobalah terlebih dahulu makanan

ringan yang biasa dimakan sehari-hari. Dengan mengakhiri puasa secara bertahap, Anda dapat memperoleh manfaat baik secara fisik

maupun rohani, bahkan dapat membantu menjaga kesehatan Anda.



Berikut ini ada beberapa saran untuk membantu Anda

dalam mengakhiri puasa dengan baik:



Makanlah buah-buahan yang banyak mengadung air seperti semangka.

Kalau Anda

minum juice buah dan sayuran selama berpuasa, sekarang pada tiga hari pertama setelah puasa, tambahkan:

hari pertama:

selada merah

hari kedua: kentang rebus atau panggang tanpa mentega maupun bumbu.

hari ketiga: sayuran yang

dikukus

sesudahnya: kembali ke menu biasanya.

Secara bertahap Anda dapat menikmati makanan seperti biasanya dengan

terlebih dahulu makan makanan ringan selama beberapa hari pertama setelah selesai puasa. Mulailah dengan sedikit sop dan

buah-buahan segar. Setelah itu makanlah beberapa sendok makanan padat disertai buah dan sayuran mentah, atau salad mentah dan

kentang panggang.







LANGKAH 7: Harapkan Hasil



Apabila Anda dengan tulus merendahkan diri di

hadapan Tuhan, bertobat, berdoa, dan mencari wajah-Nya; serta senantiasa setia merenungkan firman-Nya, maka Anda akan menikmati

kehadiran Allah (Yohanes 14:21). Tuhan akan mengaruniakan kesegaran rohani dalam diri Anda. Keyakinan dan iman Anda kepada

Tuhan akan semakin kuat. Anda akan merasakan bahwa mental, spiritual dan fisik Anda kembali disegarkan, bahkan Anda akan

memperoleh jawaban atas doa-doa Anda.



Puasa yang sederhana, bagaimanapun tidak membuat seseorang sembuh secara total

dari sakit rohani. Sebagaimana kita membutuhkan kepenuhan Roh Kudus setiap hari, sesungguhnya kita juga perlu untuk mengadakan

puasa di hadapan Tuhan. Puasa 24 jam setiap minggu telah terbukti memberi manfaat bagi banyak orang Kristen.



Anda

membutuhkan waktu yang cukup untuk membangun "otot" puasa Anda. Jika Anda gagal menyelesaikan puasa yang pertama, jangan

kecewa. Jika dahulu Anda sudah pernah berpuasa namun sekarang tidak lagi, atau Anda merasa masih perlu memperdalam pemahaman

Anda untuk melaksanakan lagi, segeralah untuk berpuasa sampai Anda berhasil. Allah menghargai kesetiaan Anda.



Saya

mendorong Anda untuk berdoa dan berpuasa dengan saya secara berulang-ulang, sampai kita mengalami kebangunan rohani yang sejati

dalam keluarga, negara, dan seluruh dunia.



TAMBAHAN:

Bagaimana Mengalami dan Memelihara Kebangunan Rohani

Secara Pribadi

Mintalah Roh Kudus untuk menyatakan dosa yang belum Anda akui.

Mintalah maaf kepada setiap orang yang

telah Anda sakiti dan ampunilah mereka yang telah menyakiti Anda. Berikan ganti rugi kalau Tuhan menyatakan hal

ini.

Periksalah motivasi Anda dalam setiap kata dan perbuatan. Mintalah agar Tuhan menyelidiki dan menyucikan hati Anda

hari lepas hari.

Mintalah Roh Kudus untuk menjaga Anda dari sikap puas diri dan mediokritas (apa adanya).

Mengucap

syukurlah kepada Tuhan setiap hari dan dalam segala hal, Apapun situasi di sekitar Anda.

Janganlah mengikuti keinginan

duniawi Anda (Galatia 5:16,17)

Serahkanlah hidup Anda kepada Isa Almasih yang adalah Juruselamat dan Tuhan Anda.

Berserahlah sepenuhnya kepada Tuhan dengan kepatuhan dan kerendahan hati.

Pelajarilah sifat-sifat Allah

Berlapar dan

berdahagalah akan kebenaran (Matius 5:6)

Kasihilah Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (Matius

22:37)

Bersedialah untuk terus-menerus dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus dengan iman berdasarkan perintah (efesus 5:18)

dan janji-Nya (I Yohanes 5:14-15)

Baca, pelajari, renungkan dan hafalkan firman Allah yang kudus dan benar, setiap hari.

(Kolose 3:16)

Berdoalah dengan tidak berkeputusan (1 Tesalonika 5:17)

Berpuasa dan berdoalah 24 jam setiap minggu.

Renungkanlah di dalam doa, bahwa Anda menjadi salah satu diantara dua juta orang Kristen yang berpuasa selama 40 hari sebelum

berakhirnya tahun 2000

Berusahalah untuk bercerita tentang Isa Almasih setiap hari sebagai cara hidup Anda.

Jalanilah

kehidupan yang kudus, dengan ketaatan dan iman.

Mulailah mengadakan kelompok penelaahan Alkitab di rumah atau gereja,

dengan menekankan pada kebangunan rohani dan kehidupan yang kudus.





Puasa Yang Benar



Bacalah Ini

Dalam Alkitab Anda

Yesaya 58, Matius 6.16-18



Ini Ayat Hafalan Anda

Jenis ini tidak dapat diusir kecuali

dengan berdoa dan berpuasa.

Matius 17:21, catatan kaki.



Selanjutnya Bicarakan Hal Ini

Dalam cara praktis

apa yang mungkin dilakukan di negara Anda tentang

puasa yang dikehendaki Allah. Tindakan apa akan harus diambil selain

berdoa.



Sesuatu Untuk Dilakukan Sebelum Waktu Berikutnya

Renungkan Yoel 1 dan 2 untuk menemukan penyebab

ancaman.

Refleksikan baris demi baris nasehat Tuhan di Yoel 1:13-14, 2:12-17.

Visualisasikan dalam pikiran Anda

seperti apa itu dalam praktek.

Apakah sesuatu yang serupa terjadi sekarang ini? Bagaimana itu bisa

terjadi?



Tuliskan kisah tentang apa yang terjadi setelah puasa

yang disebutkan dalam ayat 3 dari 2 Tawarikh

20.



Renungkan Kata Demi Kata Ayat Ini

Matius 6:16-18



Meskipun pelajaran ini memfokuskan pada apa

yang Allah sebutkan puasa yang dikehendakinya, puasa yang benar, kita akan mulai dengan melihat pada puasa yang umum, yaitu

tanpa makanan dan kadangkala juga tanpa air, karena sesuatu alasan.



Mengapa Puasa?

Puasa mengatakan kepada

tubuh, perut dan nafsu makan kita bahwa roh kita menguasai kehidupan, dan dengan perubahan waktu makan kita dapat lebih dekat

kepada Allah. Bila ini dikehendaki Allah, puasa membawa manfaat rohani ektra yang perkasa, Matius 17:21. Banyak dokter juga

mengakui bahwa puasa yang regular baik untuk tubuh.



1. Apakah Kita Harus Puasa?



Dalam Matius 6:16-18

Yesus mengasumsikan bahwa pengikut-pengikutNya akan puasa dari waktu ke waktu. Ia berkata 'ketika engkau berpuasa', bukan

'jika engkau berpuasa'. Puasa adalah suatu motif gaya hidup ilahi dari zaman permulaan.



Puasa Memerlukan Motivasi

Yang Benar

Puasa tidak akan memelintir tangan Allah untuk menolong Anda.

Puasa tidak akan menolong Anda mendapatkan

jalan Anda sendiri, itu pemogokan yang lapar.



2. Kapan Kita Sebaiknya Puasa?



Ada banyak kejadian dalam

Alkitab ketika orang-orang berpuasa apakah sendiri atau puasa bersama.



1. Ketika mendengar berita buruk, Nehemia

1:4, 2 Samuel 1:12.

2. Saat keluarga, sahabat, atau umat sedang sakit, 2 Samuel 12:16, Mazmur 35:13.

3. Pada

saat kematian, 1 Samuel 31:13, 2 Samuel 3:35

4. Saat bahaya, Ester 4:16, Daniel 6:18, Kis.27:33-34

5. Saat

terancam bencana nasional, Hakim 20:26; 2 Taw.20:3; Yoel 1:14; 2:12-15.

6. Pada waktu terancam penghakiman, Yeremia 36:9,

Yunus 3:5-10.

7. Sebelum mengadakan perjalanan, Esra 8:21-23

8. Pada pengakuan dosa di muka umum, Nehemia

9:1-2, 1 Samuel 7:6

9. Dalam pertobatan pribadi, 1 Raja 21:27-29, Esra 10:6

10. Saat bersyafaat, Daniel

9:3

11. Saat merespon penyataan dari Allah, Daniel 10:1-3, Kisah 9:9

12. Ketika mentahbiskan atau mengutus

pelayan, Kisah 13:3, 14:23.



Apa Seharusnya Kita Lakukan Dalam Puasa?

Berdoa, Daniel 9:3, Yeremia

14:12

Merendahkan hati, Ulangan 9:18, Nehemia 9:1

Membaca firman Tuhan, Yeremia 36:6



Berbagai Jenis

Puasa

Untuk memulai mengapa tidak makan satu kali demi untuk berdoa, atau Anda dapat puasa dari makan malam ke makan malam

berikutnya. Dalam keadaan khusus Musa, Elia, dan Yesus berpuasa penuh selama 40 hari. Keluaran 24:18, 1 Raja 19:8, Matius

4:1-2. Biasanya Anda seharusnya selalu minum minuman extra dan sangat jarang berpuasa dari minum. Anda juga dapat berpuasa dari

hal yang manis dan kemewahan. Daniel berpuasa seperti ini selama tiga minggu, Dan.10:2-3. Anda akan berpuasa secara regular

dari TV, olahraga dan bahkan dari berhubungan suami-isteri demi untuk lebih mencari Allah. 1 Kor.7:5. Seperti Daud, murid-murid

Yohanes, Hana, Paulus, Kornelius dan beberapa orang lain berpuasa sebagai gaya hidup.



Lihat Mazmur 109:24, 69:10,

Matius 9:14, Lukas 2:37, Kisah 10:30, 13:3, 14:23, 2 Kor.11:27.



3. Sekarang, Puasa Yang Dikehendaki

Allah



Adalah baik bagi kita semua untuk berpuasa dari waktu ke waktu sebagaimana Roh Kudus mengarahkan, tapi ada

jenis lain puasa yang sangat besar kuasanya. Kita bisa menyebutnya kehidupan yang berpuasa.



Tak Semua Puasa

Menyenangkan Allah

Dalam Zak.7:5-6 Tuhan bertanya kepada umat dan imam apakah mereka sedang berpuasa untuk Dia atau ada

agenda lain? Puasa dalam Yesaya 58:1-5 pasti tidak menyenangkan Allah. Bahkan pada hari berpuasa di hadapan Tuhan, umat

mengeksploitasi para pekerja mereka, bertengkar, saling memukul, munafik, mencoba memeras Allah, mengeluh dan melalaikan

perintah Allah. Dia berkata, "suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi!".



4. Jenis Puasa Apa Yang Menyenangkan

Allah?



Allah berkata dalam Yesaya 58:6-12, "Ini jenis puasa yang Kekehendaki", dan Dia merekomendasikannya kepada

kita. Jenis puasa ini sedikit kaitannya dengan hanya penyangkalan diri atas makanan, tapi untuk dilakukan dengan penyangkalan

diri dan hidup bagi Allah. Ini bukan untuk satu hari, tapi selamanya, selama kita hidup.



Dia Minta Kita Untuk

Menyangkal Diri Dan:



Melepaskan rantai ketidakadilan

Melepaskan ikatan kuk

Memenuhi kebutuhan orang

tertindas

Memutuskan setiap kuk

Membagikan makanan Anda dengan orang lapar

Menyiapkan perteduhan bagi pengembara

miskin

Ketika engkau melihat orang tak berpakaian beri dia pakaian

Bantu dengan tubuh dan darahmu

Jauhkan kuk

penindasan

Jangan menunjuk-nunjuk dan bicara dendam



Jenis puasa ini mengubah dunia tapi membawa kerohanian yang

hebat, emosi dan materi menuntut tapi lihat dirimu sendiri bagaimana Allah menjanjikan untuk menopang secara ajaib mereka yang

berani menyangkal diri sendiri dan hidup mewakili orang miskin dan tertindas.



Terangmu akan datang seperti fajar

pagi

Kesembuhanmu akan muncul segera

Kebenaran ada di depanmu

Tuhan akan menjadi penjagamu di

belakang

Ketika engkau memanggil, Tuhan akan menjawab

Berserulah untuk pertolongan, Dia akan berkata, Aku

disini



Terangmu akan bersinar di dalam kegelapan

Malammu akan seperti siang hari

Tuhan akan selalu

membimbingmu

Dia akan memuaskan keperluanmu

Dia akan menguatkan kerangkamu



Engkau akan menjadi taman yang

diairi dengan baik

Engkau akan menjadi pegas yang tak pernah gagal

Orang-orangmu akan membangun kembali kehancuran

yang dahulu

Engkau akan memperbaiki dan memulihkan masyarakat.

Lihat juga Zak. 7:8, 8:16-19.



Dalam

kerangka Nasrani atau Gereja, hal-ihwal puasa bisa direnungkan lewat banyak ayat dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (PL) dan

Perjanjian Baru (PB). Dalam Matius 6:16-18 misalnya, umat Nasrani diandaikan otomatis berpuasa. Yesus berkata, " ketika engkau

berpuasa", bukan "jika engkau berpuasa". Puasa dan Nasrani adalah dua kata yang tak bisa dipisahkan. Ibarat api dengan

nyala.



Sejumlah ayat Kitab Suci juga memberi keterangan tentang apa yang sebaiknya dilakukan saat berpuasa.

Misalnya, saat berpuasa sebaiknya berdoa (Daniel 9:3 dan Yeremia 14:12), merendahkan hati (Ulangan 9:18 dan Nehemia 9:1), dan

membaca firman Tuhan dalam Kitab Suci (Yeremia 36:6).



Kapan puasa sebaiknya dilakukan? Pada waktu yang khusus atau

kapan saja? Dalam tradisi Gereja yang memuat kebhinekaan, terdapat berbagai aturan keibadahan dan baku, semisal dilakukan di

masa-masa menjelang Paskah dalam tradisi Katolik dan berbagai ritus Timur. Namun secara umum, Kitab Suci baik PL maupun PB juga

menyediakan berbagai petunjuk mengenai kapan dan dalam hal bagaimana puasa tersebut dilakukan.



Sendiri atau

bersama

Dilakukan perseorangan atau bersama-sama, berikut ini sebagian daftar tentang kapan berpuasa tersebut. Di

antaranya, orang disarankan berpuasa saat terancam bahaya (Ester 4:16, Daniel 6:18, dan Kis 27:33-34), saat terancam bencana

nasional (Hakim 20:26, 2 Taw 20:3 dan Yoel 1:14; 2:12-15), manakala terancam penghakiman (Yeremia 36:9 dan Yunus 3:5-10),

sebelum mengadakan perjalanan (Esra 8: 21-23), pada saat pengakuan dosa di muka umum (Nehemia 9:1-2 dan 1 Samuel 7:6). Dalam

pertobatan pribadi (1 Raja 21:27-29 dan Esra 10:6), saat doa umat (Daniel 9:3), ketika menanggapi pernyataan dari Allah (Daniel

10:1-3 dan Kisah 9:9), saat tahbisan imam atau mengirim utusan (Kisah 13:3 dan 14:23), pada saat mendengar berita buruk

(Nehemia 1:4, 2 dan Samuel 1:12), saat keluarga, sahabat, atau umat sedang sakit (2 Samuel 12:16 dan Mazmur 35:13), saat ada

orang meninggal (1 Samuel 31:13 dan 2 Samuel 3:35).



Mengapa?

Mengapa umat beragama berpuasa? Sebagai bagian

dari hakikatnya, mungkin bisa sedikit ditelusuri dalam puasa yang paling umum, khususnya perihal tidak makan dan tidak minum

untuk jangka waktu tertentu. Maksud utama atau pesan rohaniahnya adalah menahan diri. Dengan puasa, batin mengatakan kepada

raga dan hasrat, bahwa roh menguasai kehidupan. Bahwa manusia tidak cukup hanya hidup dengan makanan jasmaniah. Maka, puasa

membawa manfaat rohaniah yang perkasa (Matius 17:21).



Berpuasa sebagai gaya hidup

Bahwa puasa merupakan tradisi

yang mulia, bisa disimak dalam tokoh-tokoh besar Gereja. Misalnya, dalam situasi khusus, Musa, Elia, dan Yesus berpuasa penuh

selama 40 hari (Keluaran 24:18, 1 Raja 19:8, Matius 4:1-2). Menahan diri terhadap kenikmatan bisa disimak dari Daniel yang

berpuasa selama tiga minggu (Daniel 10:2-3). Dengan menahan diri, mereka yang berpuasa akan makin dekat kepada Yang Mahatinggi

(1 Kor.7:5). Bahkan lebih jauh, sebagaimana halnya Daud, murid-murid Yohanes, Hana, Paulus, Kornelius dan beberapa orang lain

berpuasa sebagai gaya hidup. (Mazmur 109:24, 69:10, Matius 9:14, Lukas 2:37, Kisah 10:30, 13:3, 14:23, 2

Kor.11:27).



Seluruh uraian di atas menunjukkan, puasa selalu menciptakan suasana yang baik-baik, serba menampung dan

berpengharapan. Ketika dalam puasa terjadi cacimaki, keributan, ancam-mengancam, pertengkaran, dan hal-hal buruk sejenisnya,

maka puasa tersebut tidak akan berkenan bagi Yang Mahatinggi (Zakaria 7:5-6 dan Yesaya 58:1-5). Masalahnya, sebagaimana bisa

dibaca dalam Yesaya 58:6-12 Zakaria 7:8, dan 8:16-19, puasa yang dikehendaki Yang Mahakuasa adalah puasa yang bukan sekedar

menahan diri atas makanan dan minuman, melainkan puasa dengan tujuan pertobatan diri dan hidup demi dan dalam Sang Pencipta,

sebagai puncak dan sumber segala jenis pembebasan dan pemerdekaan, bukan untuk satu atau sekian hari, tapi untuk

selamanya.



Puasa adalah anugerah

Agar mampu mengusir ketidakadilan

Agar berani melawan

perbudakan

Agar mampu merangkul kaum tertindas

Agar ikhlas berbagi dengan mereka yang lapar

Agar siap jadi

peneduh mereka yang kepanasan



Puasa adalah payung bagi mereka yang kehujanan

Puasa adalah tongkat bagi mereka

yang pincang

Puasa adalah kesediaan membalut luka

Puasa adalah berkata ya untuk ya

Puasa adalah berkata tidak

untuk tidak

Puasa adalah siap berhenti korupsi

Puasa adalah siap mengaku "dosa"



Puasa itu murah hati dan

ramah

Puasa itu lembut dan sejuk

Puasa itu indah bijaksana

Ujungnya dan singkatnya puasa adalah

cintakasih,

sebab puasa adalah syukur kepada Mahasegala.





Sumber: Kristenonline.com

dilihat : 501 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution