Sabtu, 19 Oktober 2019 23:53:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 4
Total pengunjung : 520151
Hits hari ini : 1764
Total hits : 5031357
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -4000 aktivis kumpul di Tugu Proklamasi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 20 Juni 2008 00:00:00
4000 aktivis kumpul di Tugu Proklamasi
Dalam acara Temu Aktivis Lintas Generasi (TALI

Generasi)



Harian Kompas (15 Juni 2008) telah memuat berita yang berikut : "Aktivis seluruh Indonesia mengubah

strategi dalam berperang melawan pemerintah yang dianggap telah mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Mereka tidak

akan berperang secara sporadis lagi, tapi mereka akan bersatu untuk memerangi kebijakan pemerintah yang tak berpihak kepada

rakyat miskin."



Hal ini terealisasikan dalam acara temu aktivis lintas generasi (Tali Generasi) di Tugu Proklamasi

Jakarta, pada 23-25 Juni 2008. Dalam kesempatan itu, sekitar 4000 aktivis akan berdiskusi untuk mengambil sikap atas kebijakan

pemerintah, khususnya dalam menaikkan harga bahan bakar minyak.



Tidak hanya itu, mereka juga akan mengajak basis

massa dari seluruh Indonesia, antara lain Jakarta, Bogor, Cirebon, Cianjur, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, Jambi, dan

Makasar. Kami, dalam kesempatan itu, juga akan mengundang seluruh universitas di Jakarta, yang berjumlah 126 kampus, anggota

DPR, siswa SMU, buruh, dan petani," ujar aktivis 98 Adian Napitupulu, dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu

(15/6).



Menurut dia, forum ini akan mengusung tiga agenda, yaitu kenaikan harga BBM, perebutan aset migas, dan

penggulingan SBY-JK. Dia yakin, forum ini akan membawa perubahan di Indonesia. "Kalau enggak yakin, kita tidak akan membuat

pertemuan ini," tambah Adian.



Rangkaian acara pada 23 Juni akan diawali dengan diskusi terbuka dengan pembicara

antara lain Eros Djarot, Bondan Gunawan, Ratna Sarumpaet, Fadjroel Rachman, dan Kwik Kian Gie. Sore harinya, diskusi

dilanjutkan dengan orasi-orasi politik dari berbagai tokoh gerakan berbagai generasi.



Pada 24 Juni, mereka akan

mengambil langkah yang akan ditempuh untuk menghadapi peristiwa yang belakangan ini terjadi di Indonesia. "Apakah pertemuan

memutuskan untuk kembali menduduki DPR seperti 1998, atau justru akan mengepung Istana selama berhari-hari atau apapun

keputusannya, maka ribuan kepala aktivis itu yang akan putuskan, tentunya dengan kontrak nurani, tak pulang sebelum terjadinya

perubahan!" jelasnya. " (kutipan berita Kompas selesai)





Pertemuan Untuk Perubahan Fundamental



Kalau

inisiatif TALI Generasi ini bisa terlaksana seperti yang direncanakan maka akan merupakan peristiwa yang bisa mempunyai dampak

yang besar dan penting untuk perkembangan perjuangan rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan parah yang sedang

menimpa negeri kita.



Lahirnya gagasan untuk menyelenggarakan temu aktivis dari kalangan yang begitu luas itu saja

sudah merupakan sesuatu yang patut disambut dengan antusiasme oleh seluruh kekuatan demokratis yang menjunjung tinggi-tinggi

Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila dan berjuang terhadap neo-liberalisme. Apalagi ditambah dengan tiga agenda yang diusulkan untuk

diusung dalam pertemuan ini maka jelaslah bahwa TALI Generasi ini mempunyai tujuan besar untuk memperjuangkan adanya

perubahan-perubahan besar dan fundamental di Indonesia, yang merupakan juga program perjuangan berbagai gerakan rakyat, yang

tergabung dalam macam-macam front, aliansi, koalisi, lsm atau ornop, atau macam-macam organisai lainnya.



Dengan

mengangkat masalah kenaikan harga BBM dan pentingnya penguasaan aset migas oleh bangsa sendiri maka pertemuan besar ini juga

akan mempunyai ciri-ciri nasionalisme kerakyatan, dan jelas-jelas berorientasi kepada rakyat miskin atau wong

cilik.



Dilihat dari berbagai sudut, maka bisa diartikan bahwa TALI Generasi ini merupakan kelanjutan dan juga

peningkatan dari aksi-aksi yang dilancarkan di seluruh negeri oleh berbagai gerakan rakyat (terutama mahaisiswa) untuk

menentang kenaikan harga BBM dan berbagai politik pemerintah yang menyengsarakan rakyat.



A. Umar

Said



Pengirim : excellencian

Dikutip dari milis www.pustakalewi.net

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution