Senin, 18 November 2019 23:14:46 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 2608
Total hits : 5090787
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hamba-hamba Tuhan Sekarang Mulai Tinggi Hati, apalagi sdh Dr, Ph.D...






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 28 April 2008 00:00:00
Hamba-hamba Tuhan Sekarang Mulai Tinggi Hati, apalagi sdh Dr, Ph.D...
Soli Deo

Gloria !



Beberapa weekend lalu saya berkesempatan melihat Oprah Show yang membahas tentang film The Pursuit of

Happyness. Sudah pernah lihat filmnya? Kisah nyata yang diangkat ke layar lebar tentang seorang ayah Black American bernama

Chris Gardner dan anaknya laki-lakinya. Buat yang belum tahu kisahnya, ini ada sedikit ringkasannya yang saya dapatkan dari

Internet:



In 1981, Chris Gardner was a struggling salesman in little needed medical bone density scanners while his

wife toiled in double shifts to support the family including their young son, Christopher. In the face of this difficult life,

Chris has the desperate inspiration to try for a stockbroker internship where one in twenty has a chance of a lucrative full

time career. Even when his wife leaves him because of this choice, Chris clings to this dream with his son even when the odds

become more daunting by the day. Together, father and son struggle through homelessness, jail time, tax seizure and the overall

punishing despair in a quest that would make Gardner a respected millionaire. Written by Kenneth Chisholm (kchishol@rogers.

com)



Yang menarik buat saya adalah satu saat mengharukan waktu Oprah menghadirkan mantan karyawan wanita Chris

Gardner yang ingin berterima kasih padanya. Berkat program beasiswa yang didapatnya, mantan karyawati ini berhasil menaikkan

tingkat kehidupan ekonominya ke kondisi yang lebih daripada yang pernah diharapkan. Kedua bola mata Chris terus mengalirkan

airmata dengan ekspresi mengharukan yang tidak bisa saya tebak apa kira-kira perasaan yang berkecamuk di sana saat menerima

pujian itu.



Saya jadi teringat diri sendiri saat juga menerima berbagai pujian. Mulai dari yang melambungkan diri

ini hingga ke bulan dan menghasilkan bulatan sempurna bertajuk benjol akibat terpentok di sana, sampai yang berhasil menjadikan

wajah bulat nan ceria ini bagaikan kepiting rebus tak bersaus tiram. Satu pertanyaan yang menohok hati saya adalah, "Apakah

kamu mengingat siapa sebenarnya yang dipuji?"



Iya, siapa sebenarnya yang mereka puji? Saya... ataukah keindahan

Tuhan yang dijinkanNya terpancar lewat saya di saat-saat itu?



"Yours, O LORD, is the greatness and the power and the

glory and the victory and the majesty, indeed everything that is in the heavens and the earth; Yours is the dominion, O LORD,

and You exalt Yourself as head over all." 1 Chronicles 29:11 NASB



Uugh... Tuhan, Engkau tahu betul bukan kalau

diriku sendirilah yang sesungguhnya aku puji dan puja senantiasa? Engkau tahu betul bahwa setiap kukatakan "Soli Deo Gloria"

sesungguhnya yang kukatakan adalah "Soli daku Gloria"?



Saya teringat betapa seringkali saya juga begitu mendambakan

pujian dengan mengatasnamakan agar nama Tuhan yang dimuliakan. Padahal sesungguhnya saya mungkin tidak tahu dengan pasti apakah

Tuhan juga merasa dimuliakan melalui apa yang saya lakukan sehingga menuai pujian tersebut. Tapi tetap saja saya dambakan

pujian tersebut karena begitu melambungkan hati ini.



"Do not claim honor in the presence of the king, and do not

stand in the place of great men; for it is better that it be said to you, 'Come up here,' than for you to be placed lower in

the presence of the prince, whom your eyes have seen."



Proverbs 25:6-7 NASB



Soli Deo Gloria. Soli Deo

Gloria. Soli Deo Gloria.



Terima kasih Tuhan telah mengingatkan hati ini yang begitu lemah terhadap pujian-pujian

yang diberikan. Sesungguhnya keindahanMu- lah yang mereka lihat disana. Dan sudah seharusnyalah aku menerima pujian-pujian itu

dengan penuh syukur dan sukacita, bukan karena isi pujian itu tetapi karena telah Engkau ijinkan terpancar lewatku disana. Di

sisi lain, jangan biarkan aku tidak menghargai pujian-pujian untukMu lewatku itu. Seringkali aku pun tidak menghargai pujian

yang disampaikan orang. Ajar aku menerimanya dengan suatu tulusnya kerendahan hati. Dan kiranya Kau pegang aku erat kala si

bebal ini mulai melambung ke langit ke-10 dibuai ilusi keindahan dirinya sendiri. Jejakkan kakiku kembali ke bumi Tuhan yang

Maha Baik, kokohkan kembali pijakanku di atas batu karangMu. Karena bagiMu-lah sesungguhnya segala hormat dan kemuliaan yang

dilihat setiap jiwa.(Xaris)



Soli Deo Gloria!



Banyak orang terutama Hamba-hamba Tuhan yang jatuh karena

tinggi hati."Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan" (Ams 18:12)



Pengirim :

Eddy TG



Dikutip dari milis www.pustakalewi.net

dilihat : 441 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution