Sabtu, 23 Maret 2019 01:07:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 24
Total pengunjung : 484317
Hits hari ini : 141
Total hits : 4452916
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -4 Belenggu Mentalitas






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 05 April 2008 00:00:00
4 Belenggu Mentalitas
Begitu banyak orang Kristen yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah merdeka

sepenuhnya. Hidupnya masih dikuasai oleh belenggu dosa, hidup dalam keterpurukan, hidup dalam kemiskinan, hidup dalam

aturan-aturan dunia, filsafat kosong. Yang lebih parah menjadikan kekristenan hanya sebagai kedok untuk membenarkan perbuatan

jahatnya.



Hai saudaraku, sadarilah bahwa hidupmu sudah dibayar mahal dengan kematian YESUS diatas kayu salib. Engkau

sudah ditebus dan dibebaskan dari semua belenggu yang menguasai hidupmu. ENGKAU MERDEKA! Engkau bukan lagi seorang tawanan,

tapi adalah ANAK ALLAH.

Engkau sekarang menjadi miliki kepunyaan ALLAH dan apa yang BAPA punya itu adalah milikmu juga.

Termasuk kuasa, kasih, mujizat, kesembuhan, berkat, urapan, damai sejatera dan lainnya. Buang mentalitas tawanan

:



1. Perkataan Tidak Bisa



Saat di gereja atau di tempat carecell (persekutuan) diberi kepercayaan untuk

pimpin pujian atau doa, kunjungan, atau jadi usher langsung menjawab tidak bisa. Dengan berbagai alasan rohani itu bukan

talenta saya saya tidak bisa nyanyi saya tidak bisa doa dan segudang alasan lain. Tuhan katakan setialah dalam perkara kecil

maka aku akan memberikan perkara yang lebih besar lagi kepadamu.



Bagaimana mungkin Tuhan akan membawa kita kepada

level yang lebih tinggi, bila di level bawah pun kita tidak mau melakukannya. Bagaimana mungkin kita berkata Tuhan pakailah aku

bila dalam hal melayani sesama pun kita sudah tidak mau. Mulailah dalam perkara-perkara kecil, tanamkan dalam pikiran SAYA BISA

terus menerus setia saat.





2. Keterbatasan Fisik/Keadaan



Seringkali manusia menggunakan keterbatasan

fisik menjadi senjata untuk dikasihani orang atau menjalankan suatu penugasan. Banyak kita jumpai di stopan-stopan, anjal dan

pengemis yang menggunakan keterbatasan fisik untuk meminta-minta.



Parahnya lagi hal ini juga melanda jemaat Tuhan,

yang meminta-minta kepada gereja untuk diberi diakonia. Bila terus menerus diberi, secara tidak langsung gereja mendidik mereka

memiliki mental pengemis. KAIL-LAH YANG HARUS KITA BERIKAN BUKAN IKAN!



Ada orang berkata hidup saya memang miskin

dari sejak leluhur saya memang keturunan miskin, saya memang bodoh, saya memang cacat tidak punya tangan jadi berhak untuk

dikasihani, memang dari keluarga broken-home jadi seperti ini, dan sebagainya.



Seseorang yang bernama NICK FUJISTIC

sejak lahir tidak mempunyai lengan dan kaki, sempat mengasihani diri sendiri hingga akhirnya mengalami perjumpaan pribadi

bersama YESUS. Hingga hidupnya diubahkan dan seorang motivator yang luar biasa. Nick berkata, Aku yang mempunyai keterbatasan

fisik dapat dipakai secara luar biasa oleh Tuhan, apalagi anda. Syaratnya hanya satu, serahkan keterbatasanmu kepada Tuhan maka

DIA akan memperlengkapi engkau. Filipi 4:19, Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaaNYA dalam

Kristus YESUS.





3. Minder



Rendah diri identik dengan minder, tapi merendahkan diri artinya rendah

hati tidak sombong. Jadi rendah diri berbeda dengan merendahkan diri.



Orang yang rendah diri adalah orang yang tidak

punya percaya diri dan merasa tidak layak Merasa diri seperti belalang ( kisah 10 pengintai, Bil 13:27-33). Misal saat berada

dalam kumpulan orang-orang banyak merasa diri kecil dan tidak pantas untuk berada di tengah mereka, tidak berani memperkenalkan

diri, tidak berani menyapa orang lebih dulu, tidak berani menatap lawan bicara, kalau di gereja datang terlambat, memilih duduk

paling belakang, paling pojok dan sebelum doa berkat sudah kabur duluan. Itu salah satu contoh sikap minder. Keberadaan kita

bukan ditentukan dari apa kata;

- diri sendiri (aku memang gemuk, aku memang jelek, aku juling),

- kata orang

(potongan rambut kamu harus begini, cara berpakaian kamu harus begini, cara jalan kamu harus begini baru kamu diterima),

-

kata dunia (wanita cantik adalah yang kulit putih, tinggi semampai, rambut panjang, pria perkasa adalah yang otot-ototnya

seperti ADE RAI), harus punya jabatan tinggi baru dihargai, harus punya harta melimpah, harus naik mobil mewah, etc.

-

kata iblis (kamu memang orang gagal, kamu memang dilahirkan dari keluarga broken home, kamu pecundang, kamu orang berdosa dan

tidak layak menjadi anak ALLAH)



Hidup kita tidak ditentukan oleh faktor-faktor di atas tapi karena kita SUDAH

diterima se-UTUH-nya dan menjadi milik kepunyaan ALLAH. Engkau sungguh berharga di mata Tuhan karena engkau biji mata-NYA,

KEKASIH HATINYA.





4. Rasa Nyaman



Penyakit yang dari dalam menggerogoti kehidupan setiap anak Tuhan.

Membuat mereka tidak dapat memaximalkan setiap potensi yang dimiliki. Saya sudah cukup seperti ini dengan keluarga yang

bahagia, pekerjaan yang mapan, anak-anak yang pintar, usaha saya lancar-lancar saja, toh Tuhan tetap memberkati. Untuk apa saya

ikut-ikut doa di gereja, untuk apa saya ikut pelayanan di gereja hari minggu saja sudah cukup, untuk apa saya ikut pelayanan

misi buang-buang uang dan tenaga.



Yang namanya kehidupan ada suatu pertumbuhan dan perubahan. Contohnya sebuah benih

akan tumbuh menjadi sebatang pohon dan berbuah an menghasilkan bibit-bibit yang baru. Demikian juga hidup kita harus mengalami

terobosan-terobosan dalam berbagai bidang. Keluar dari zona nyaman dan alami perkara-perkara yang tidak pernah terpikirkan

sebelumnya.



Orang yang hidup dalam zona nyaman adalah orang yang tidak menghargai kasih karunia Allah dalam

hidupnya.



Saya yakin dan teramat yakin, Tuhan menciptakan kita bukan hanya untuk hidup nyaman beranak cucu dan

bertambah banyak. Tapi untuk melakukan misi pentingNYA yaitu MEMBAWA KERAJAAN ALLAH DI MUKA BUMI INI!



Selama kita

hidup dalam mentalitas itu, kita TIDAK akan pernah melihat rencana Tuhan terjadi atas hidup kita.Kita hanya akan jadi penonton

yang melihat orang lain melakukan perkara mujizat dan hidupnya hanya dipenuhi oleh rasa mengasihani diri sendiri, lama-lama

menjadi iri hati, dan menyalahkan Tuhan menganaktirikan dia akhirnya undur.





Untuk mengalami kebangkitan

:



- Berdamailah dengan dirimu sendiri.



- Berdamailah dengan Tuhan.



- Terima dengan iman bahwa

engkau sangat dikasihi oleh Tuhan dan berhak menerima semua janji Tuhan.

- Menyadari tugas dan misi di bumi untuk membawa

KERAJAAN ALLAH.(suropranoto)

dilihat : 414 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution