Selasa, 19 November 2019 05:39:00 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 578
Total hits : 5091471
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ada Aliran Atau Agama Yang Mengutip Hukum Taurat






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 23 Maret 2008 00:00:00
Ada Aliran Atau Agama Yang Mengutip Hukum Taurat
Masih ada manusia di dunia ini yang

menganut faham Tauratisme, baik itu Yahudi maupun aliran-aliran kepercayaan dan agama lain.



Adakah aliran-aliran

baru itu mengajarkan suatu ajaran baru yang isinya adalah hukum Taurat yang isi ajarannya hampir 100% mengutip isi Alkitab

Perjanjian lama termasuk Taurat di dalamnya?



Hukum Taurat adalah Firman Allah yang diturunkan melalui Musa dan

nabi-nabi pada zaman itu.



Kalau kita baca Alkitab, maka jalan pikiran kita akan mengatakan bahwa diturunkannya

Taurat oleh Allah adalah agar manusia mengetahui, mengerti serta memahami bahwa ada kuasa yang jauh lebih besar daripada

manusia, yakni Kuasa Allah, yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Allah menghendaki manusia berbakti kepadaNya,

mentaati perintahnya, tidak menyembah berhala dan menyenangkan hatiNya..



Tapi karena manusia bandel, bahkan masih

ada yang bermoral rendah serta berhati yang keji, kejam dan buas, maka diturunkanlah perinta berupa ayat-ayat yang merupakan

suatu peraturan-peraturan serta larangan-larangan yang ditulis oleh Musa zaman itu, dengan maksud dan tujuan agar manusia

mengetahui apa yg boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia.



Jika manusia berbuat baik maka ia akan

mendapat ‘Pahala” dari Allah, tetapi barang siapa yang melanggar peraturan-peraturan atau tidak taat akan perintah Allah, maka

ia dianggap berdosa dan akan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.



Sehingga jika manusia telah

meninggalkan dunia ini (Mati), ia harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya dengan menimbang perbuatan baik dan buruknya,

berat mana? Jika perbuatan buruk atau jahatnya lebih berat maka ia akan mendapatkan hukuman berupa siksaan-siksaan, bahkan

siksaan pertama adalah siksaan dialam maut, atau alam kubur sebelum pengadilan pada akhir zaman!





Beberapa

Perintah Allah terutama dalam Hukum Taurat, sebagai berikut :

- Hanya menyembah kepada Allah Yang Maha Besar, Allah Yang

Maha Esa.

- Harus menyunatkan bayi laki-lakinya yang baru berumur 8 hari (kej 17:11 )

- Melaksanakan 10 perintah

Allah. (Kel 20:1-17)

- Boleh berpoligami, yaitu beristeri banyak atau isteri lebih dari 1 orang.

- Berpuasa

-

Merayakan hari raya (Im 23:1-44, Kel 12:43 -50),

- Tidak boleh bekerja pada hari sabat (Bil 15:32 -36)

- Dilarang

makan makanan tertentu, seperti babi, kodok, kepiting, ular, ikan yang tidak bersisik, siput, pelanduk/rusa, kelinci dan lain

sebagainya (Im 11:1-45)

- Dan masih banyak lagi lainnya.



Maka kalau kita hendak menjalankan hukum Taurat maka

umur 8 hari harus disunat, tidak boleh makan babi panggang lagi, mungkin isteri kita sudah lebih dari 2 orang apalagi bagi

yang doyan ‘ngesex’, tidak bekerja pada hari Sabat dan lain-lain.



Maka Yesus katakan dalam Mat 5:17-20, yakni

apabila anda hendak menjalankan hukum Taurat, janganlah kamu melanggar salah satu dari perintah-perintah itu, sekalipun yang

terkecil !!!



Yesus tahu semua itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia, karena dengan mengikuti hukum Taurat maka

dosa manusia justru akan bertambah karena terikat oleh peraturan2 serta larangan2 didalam hukum Taurat tsb yg tidak mungkin

manusia 100% mampu menjalankannya, sehingga orang2 yang menjalankan hukum Taurat harus mempertanggungjawab kannya. Karena dosa

sekecil apapun, hukumannya adalah "MAUT"



Untuk itulah Yesus datang ke dunia dan menjungkirbalikkan semua aturan main

itu dan kembali kedasar. Bahwa Allah menciptakan manusia bukanlah untuk menyenangkan hati-Nya tetapi Allah menciptakan manusia

supaya manusia memuliakan-Nya, berbahagia dan damai sejahtera. Yesus mengajarkan, bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu tidak

ada yang diharamkan, tapi segala sesuatu itu diperuntukkan kepada manusia sesuai dengan kebutuhannya, apa yang dihalalkan oleh

Tuhan, jangan diharamkan oleh manusia!



Yesus katakan, manusia diciptakan dengan akal budi yang murni, maka

berbuatlah sesuai dengan akal budimu yang jernih tersebut, karena engkau adalah anak-anak terang, terbuka hati dan pikirannya

yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Maka kita sebagai pengikut Yesus, kalau disuruh menggorok leher orang demi Allah, maka Jangan

Lakukan itu, sebab perintah-perintah semacam itu dipastikan datangnya dari SETAN !!!



Selamat Paskah, Tuhan melawat

kita, kiranya sukacita dari Tuhan senantiasa dilimpahkan kepada kita pengikutNya, Alleluya, Alleluya… A…min. (EddyTG)

dilihat : 449 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution