Sabtu, 17 Agustus 2019 22:18:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520076
Hits hari ini : 1479
Total hits : 4875895
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Hidup Dalam Kerajaan Allah






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 29 Desember 2007 00:00:00
Hidup Dalam Kerajaan Allah
Mat 6:31-33 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan

berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa

yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu

Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”



Hampir semua orang kristen

mengetahui ayat ini, bahkan ada yang menjadikannya sebagai ayat emas dalam hidup mereka. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan

mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya? Mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk mencarinya? Yang pasti bila Tuhan memerintahkan

kita untuk mencarinya maka berarti Dia sungguh-sungguh menginginkan kita melakukannya bukan hanya sekedar mengetahuinya.





Ayat-ayat dari Firman Tuhan ini bukan hanya perlu kita renungkan melainkan harus kita praktekkan. Setelah seseorang

mengalami kelahiran baru, ia perlu mencari Kerajaan Allah. Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal

kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Pengalaman mendapat Kerajaan Allah akan membuat jiwa kita tenang dan

mengalami perhentian sejati. Oleh hamba-hamba Tuhan yang telah mengalaminya, pengalaman mendapat Kerajaan Allah diuraikan dan

dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda. Sekalipun berbeda-beda cara menjelaskannya (bahkan istilah yang dipakai juga

berbeda) tetapi tetap mengacu kepada pengalaman yang sama. Sebagai contoh, Jeanne Guyon (Madame Guyon) menjelaskan pengalaman

ini sebagai pengalaman menyatu dengan Tuhan (Union With God).



Pengalaman menyatu dengan Tuhan ini diuraikan dalam

hampir setiap buku-bukunya. Demikian juga Watchman Nee menjelaskan pengalaman ini sebagai pengalaman pemisahan roh dan jiwa.

Pengalaman ini dijelaskannya di dalam buku ‘The Spiritual Man’ dan terutama buku ‘Release of the Spirit’. Pengalaman ini

diperoleh setelah seseorang mengalami proses disiplin Bapa yang seringkali memakan waktu yang panjang dan juga seringkali

‘aneh’. Tetapi setelah seseorang melaluinya dan setelah manusia rohnya menyatu dengan Tuhan, barulah ia menyadari mengapa Bapa

di sorga memimpinnya melalui jalan yang ‘aneh’ tersebut.



Disiplin yang dialami anak Allah sebelum rohnya terbebas

dari jiwa dan menyatu dengan Tuhan, akan membuat kehidupan lahiriahnya ‘berantakan’. Anak Allah ini menempuh suatu jalan yang

penuh pergumulan dan ‘aneh’, sehingga mungkin saja ia kehilangan banyak teman, keluarga-keluarga dekatnya, pekerjaannya, harta

bendanya atau yang lainnya. Ketika sedang mengalami proses ini, anak Allah tersebut seolah-olah tidak diberkati (menurut

pengertian banyak orang kristen).Tetapi sesunguhnya ia sedang mengalami proses disiplin dimana tidak semua orang kristen

mengalaminya, yaitu suatu proses dimana ia dipersiapkan untuk memerintah bersama Tuhan Yesus di zaman yang akan

datang.

Tetapi apabila anak Allah ini telah melewati disiplin sehingga ia benar-benar mengalami kematian daging (manusia

lama) maka perlahan-lahan kehidupan lahiriahnya akan dipulihkan oleh Bapa di sorga sesuai kerelaanNya. Apa yang dahulunya telah

‘berantakan’, mulai dipulihkan satu persatu. Pekerjaan, keuangan, keluarga, pelayanan, dan hal-hal yang lainnya yang mungkin

mengalami gangguan akan dipulihkan oleh Tuhan.



Yesus berkata, "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam

di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu

membeli ladang itu.” Untuk dapat memperoleh Kerajaan Allah kita harus menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Semua

ambisi, ego dan hak harus dipersembahkan kepada Tuhan, sang penguasa tunggal dalam hidup kita.Tuhan meminta kita menyerahkan

hidup kita kepadaNya bukan karena Ia ingin mengambilnya melainkan ingin menyelamatkannya.Harga yang harus dibayar untuk dapat

hidup dalam Kerajaan Allah memang mahal (mengorbankan segala sesuatu yang bukan dari Allah).Tetapi bila kita mau membayar

harganya maka kita akan menjadi pribadi yang paling merasa kagum dan senang di bumi ini.Kita akan benar-benar memiliki hidup

yang bermakna dan kemanapun kita pergi akan menjadi berkat bagi di sekeliling kita.Carilah dahulu Kerajaan Allah dan

kebenarannya maka semuanya ( kehidupan, kedamaian, sukacita, kuasa dan hikmat) akan ditambahkan kepadamu! –(Sunanto)

dilihat : 437 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution