Jum'at, 22 Juni 2018 00:56:29 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 151
Total pengunjung : 400446
Hits hari ini : 1678
Total hits : 3639735
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Susilo seorang Jawara sejati bagi kerajaan Allah
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 11 September 2008 00:00:00
Susilo seorang Jawara sejati bagi kerajaan Allah
Susilo seorang Jawara sejati bagi kerajaan Allah







Diawali dari pertobatan orang tuanya pada

tahun 1979 yang mendengarkan injil dari majikannya saat bekerja sebagai mandor di perkebunan teh. Sebelumnya, Susilo (bukan

nama sebenarnya) belum mau menerima Injil karena masih mempertahankan keperkasaannya sebagai jawara Banten dan mempunyai latar

belakang pendidikan dari agama lain. Susilo memutuskan untuk berpisah dengan orang tuanya karena benci mengetahui ayahnya

menjadi orang Kristen.



Pada tahun 1993 Susilo mendengar bahwa ayahnya sakit keras, maka Susilo pulang untuk menemui

ayahnya. Sebelum meninggal ayahnya berpesan bahwa warisan yang bisa diberikan hanya sebuah Alkitab dan menyuruh membaca Yohanes

3:16 dan menyarankan jika kurang paham bisa menanyakan kepada pendeta. Tiga hari setelah ayahnya meninggal Susilo pergi ke

gereja untuk

menanyakan kepada pendeta tentang arti Yohanes 3:16. Bukannya mendapat jawaban, yang terjadi justru

sebaliknya, Susilo dimarahi oleh Sang Pendeta, dikatakan bahwa Susilo adalah anak durhaka yang tidak tahu balas budi karena

sekian lama meninggalkan orang tuanya.



Dua hari kemudian Susilo bertemu seorang penginjil, Jajag, yang

mengajarkannya tentang Kristus dan makna hidup. Karena dijelaskan dalam bahasa Banten, dia mudah mengerti dan akhirnya menerima

Yesus sebagai Juru Selamat. Bersama Jajag, Susilo memperdalam Injil selama 5 bulan dan September 1993 Susilo di baptis.

Susilopun sekolah Alkitab selama 3 tahun lebih dan melakukan pelayanan penginjilan.



Sejak itu Susilo telah

memenangkan 6 orang bagi Kristus. Takut kehilangan jiwa-jiwa yang sudah dimenangkan, Susilopun memutuskan untuk melanjutkan

Sekolah Alkitabnya secara koresponden dan hanya ketika ujian saja hadir di kampus. Sejak menerima Yesus hidupnya diubahkan dan

dia berapi-api untuk memenangkan jiwa. Karena semangatnya ini, Susilo harus membayar harga, dia

di tahan selama 2 hari

oleh Koramil setempat sebab salah satu yang dimenangkannya adalah seorang yang terkenal di daerahnya dan pernah menjuarai acara

keagamaan. Selain ditahan Susilo juga mendapat pukulan dan diinterogasi untuk menjelaskan siapa yang menyuruhnya memberitakan

kabar keselamatan, dia menjawab, "Saya hanya menjalankan apa yang tertulis dalam Alkitab, Matius 28"



Setelah 6

bulan, yang telah dimenangkannya telah bertambah menjadi 15 orang. Pada Desember 2006 saat ia membawa 10 orang calon baptisan

dengan mengendari mobil sewaan, sekitar 200 orang massa menghadangnya. Mobilnya dirusak dan Susilo dianiaya. Ia dibawa ke

kantor polisi dan ditahan selama sehari sedangkan 10 orang lainnya diijinkan pulang. Keesokan harinya, Polisi ingin meluruskan

dan mendamaikan kedua belah pihak, namun yang terjadi Susilo memperoleh penghinaan dan pelecehan oleh massa.



Susilo

pun terpaksa membayar ganti rugi perbaikan mobil sebesar 2.8 juta. Untuk mendapatkan uang sebesar itu Susilo terpaksa harus

menggadaikan tanah miliknya. Bukan itu saja pengorbanannya, pernah suatu kali dia dan jemaatnya tidak mempunyai uang untuk

perayaan natal, bahkan perayaan yang paling sederhana sekalipun. Maka Susilo memutuskan bekerja sebagai kuli bangunan di

Surabaya demi mendapatkan sejumlah uang untuk acara Natal sederhana.



Puji Tuhan dari hasil perjuangannya sekarang

sudah 60 orang menerima Baptisan dan 50 orang lagi sedang dalam pelayanan lanjutan setelah pemutaran Film Yesus. Susilo

sekarang melayani di daerah Jawa. Susilo adalah seorang yang sederhana dalam kehidupan sehari-harinya, tetapi perjuangannya

yang gigih menunjukkan bahwa ia adalah seorang Jawara sejati bagi kerajaan Allah.



Bagi kami, adalah suatu kehormatan

bisa mendukung hamba Tuhan sederhana tapi berani berkorban bagi pekerjaan Tuhan ini. Untuk mengurangi beban finansialnya Susilo

mendapatkan bantuan secara rutin dari KDP. Terima kasih atas dukungan dan doa saudara sekalian.





Kesaksian

Susilo (46 Tahun)



Sumber: elia-stories





dilihat : 1272 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution