Senin, 18 Juni 2018 18:19:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 399664
Hits hari ini : 1057
Total hits : 3630595
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gereja Dibakar, Umat di Aceh Tetap Teguh
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 29 Juli 2008 00:00:00
Gereja Dibakar, Umat di Aceh Tetap Teguh
"Orang-orang memegang pisau siap untuk

membunuh kami," kata Pendeta L.Saragih, kepada CBN. Saragih adalah pendeta Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) sejak

2003.



Ia mengisahkan, sekitar tengah malam dua truk dan 50 motor yang membawa sekitar 100 orang datang mengelilingi

gereja. Ia dan istrinya tinggal dekat gereja, namun berhasil menyelamatkan diri ke hutan terdekat.



"Saat saya

mendengar orang Muslim berkata 'Bunuh mereka, bunuh mereka,' saya pikir itu cuma mimpi," kata N, istri Saragih. "Saya lari ke

belakang rumah dan jatuh ke tanah. Saya menangis dan berdoa, "Dimana engkau Tuhan, dimana engkau Tuhan?"



Tapi,

lanjut N, "Kami hanya bisa tercengang saat kami lewat di depan mereka, mereka hanya melihat saja. Saya percaya malaikat Tuhan

datang untuk melindungi kami."



Saragih mengatakan kelompok Muslim menjadi marah saat mereka menerima undangan untuk

menghadiri acara KKR di gereja. Meskipun mengaku tidak mengirimkan undangan, polisi meminta ia membatalkan acara

itu.



Namun, meski dilarang polisi, 60 orang Kristen tetap bertemu untuk berdoa.



"Polisi berkata

orang-orang akan marah kalau kami melanjutkan persekutuan, tapi saya tidak melihat sesuatu yang salah kalau kami memuji Tuhan,"

katanya. "Kami berdoa dan membaca Mazmur 23."



Ia dan istrinya lari ke hutan ketika gereja dibakar sampai rata ke

tanah. N, yang sedang hamil tiga bulan, jatuh beberapa kali saat melarikan diri. Dia kemudian dirawat untuk menghindari

keguguran.



Karena banyaknya ancaman mati, Saragih dan istrinya akhirnya pindah ke kota yang lebih besar. Bayi

perempuan mereka lahir dengan selamat.



"Saya mengatakan pada diri saya, saya akan berhenti menyatakan injil," kata

Saragih. "Saya harus mengakui kalau saya bertanya kepada Tuhan mengapa ini semua terjadi. Tapi Dia membolehkan saya pengalaman

yang menakjubkan ini bersama Dia. Kami berpikir tidak akan selamat, tapi dengan mujizat Tuhan menyelamatkan kami dan bayi

kami."



Karena imannya semakin diperkuat, ia berencana untuk masuk sekolah Alkitab. Saat ini Saragih sedang

mempertajam kemampuan penginjilannya.



Gereja di Aceh itu rusak, namun jemaatnya tetap mengadakan pertemuan doa di

rumah-rumah mereka samentara menunggu pembangunan gereja yang baru.



"Saat gereja kami dibakar, awalnya kami takut.

Tapi kami sadar kami tidak boleh takut karena kami adalah pengikut Yesus Kristus," kata A, seorang penatua

gereja.



"Kami percaya jika kami mati, karena Yesus, kami akan hidup lagi," lanjut A. "Mereka (kelompok Muslim) tidak

tahu apa yang mereka lakukan.



"Kami percaya Allah mempunyai rencana yang baik bagi kami disini, di

Aceh."





Sumber : CBN

Sumber : http://www.pglii.org

dilihat : 683 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution