Jum'at, 22 Juni 2018 00:47:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 150
Total pengunjung : 400445
Hits hari ini : 1618
Total hits : 3639675
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Permaisuri Lucifer
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 10 Juli 2008 00:00:00
Permaisuri Lucifer
Kategori: Kesaksian Pertobatan





Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah

Pak Bambang

Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan

bahwa ada sesuatu yang khusus

pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek

Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara

itu.



"Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah

sesuatu yang berbahaya buat

anak saya," ujar Pak Bambang, yang sebelum

menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa.

Ia

menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki

bisa digunakan untuk kebaikan dan

menolong banyak orang. Salah satunya

menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala

menurutinya.

Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan

berbuat tidak benar, sehingga Lala

semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan

pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa

itu

benar.



Kejadian Supranatural



Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan,

Lala bisa

melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud

manusia dan sering mendatangi

Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga

yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya

supaya

mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.



Suatu ketika, Lala menyadari

bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan

barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka

barang

tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat

Lala

sembuhkan.



Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali

Jaga. Ia bisa pindah ke

satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang

lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom

bensin,

kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak

mengeluarkan uang sepeser pun.

Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin

disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama

Kristen

tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu

kejanggalan.





Tamu

Misterius Datang Ke Dalam Kamar



Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki

berwajah

tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus

dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang

masuk ke dalam kamar,

namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara.



Laki-laki itu menatap Lala dengan

tatapan tajam lalu berkata, "Kamu adalah

pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan

semua

fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah,

sehingga kamu tidak merepotkan orang

tuamu lagi." Lala sempat terbuai dengan

tawaran itu. "Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan

membuat

Bandung berdarah," ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar

bahwa laki-laki ini bukan manusia.

Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba

bisa berbicara kembali.



"Saya tidak mau," jawab Lala. Wajah laki-laki

misterius itu berubah menjadi

tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba

ia

menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan

hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi

kamarnya berantakan. Bahkan

orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan

tersebut.

Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan

bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam

hidupnya setelah

kejadian ini.





Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer



Lima hari berlalu dari

kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam

kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang

kuliah,

ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak

masuk ke dalam mobil, pintu mobil

Lala tertutup sendiri dan terbanting keras

sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada

satu

orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu

itu terbuka kembali dan Lala

dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit

Bandung.



Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan

dengan teman-temannya,

sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat

apa-apa, bahkan

menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala

lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang

merasakan

pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.



Di dalam kelas, ketika Lala

sedang mengikuti pelajaran salah satu mata

kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan

kursi

yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan

bingung dibuatnya. Teman-teman

Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan

untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di

hari

selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. "Kehidupan

saya tidak tenang karena 'mereka'

selalu mengganggu saya," ujar Lala.



Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan

makanan

yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu

itu melesak ke dalam mulutnya dan

menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha

membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai

mengalir

dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama

satu minggu, badannya mulai

terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke

rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.



Sesampainya di

rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh

darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas

semakin dibuat heran

ketika muncul tanda seperti simbol 'X' berwarna merah di dahi Lala. Simbol

itu seperti luka

yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan

'SATAN' di tubuh Lala. "Saya dipermalukan sekali oleh

Lucifer," ujar Lala.



Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan

mengerikan. Tiba pada

puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar

mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak

ketika

mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka

sempat melihat dengan jelas Lala

masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan

berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala

sedang

berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari

berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba

sudah berada di pegunungan

Ciwidey.



Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya.

Perlahan

penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada

akhirnya Lala tidak dapat

melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa

menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher

Lala.

Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala

juga lumpuh. Kejadian itu terjadi

pada bulan April 2002. Tidak sampai di

situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia

dan

tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat

mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki

pengharapan. Nilai-nilainya

hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi

dirinya.





Pencobaan Bunuh Diri



Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan

tidak

mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran

Lala hanya ada 2; menyerahkan diri

kepada iblis atau bunuh diri. Karena

sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh

diri.

Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam

supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi

nyawanya. Tetapi niat

itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan

Lala. Orang itu

menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, "Ini mama." Dan lagi

ia menuliskan sebuah kalimat, "Segala sesuatu indah pada

waktu-Nya. Yesus

sayang sama Lala." Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu

menerima

Yesus.





Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan



Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada

banyak orang berdoa untuk

Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala,

bahkan mereka

berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera

menolong dan mengasihani Lala. "Saya melihat suatu keindahan

yang Tuhan

perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa," ucap Pak Bambang dengan wajah

berseri-seri ketika memberikan

kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik

wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu.

Akhirnya

mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa

mendengar dan berbicara lagi, meskipun

ia belum bisa melihat.



Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya.

Dan secara

ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya

mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat

kembali. "Saya mulai

mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas

puji-pujian, " ujar

Lala.





Kejadian Aneh Muncul Kembali



Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil

bersama kedua

orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat

mereka menjadi ngeri dan panik,

karena Lala tidak lagi berada bersama

mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah

rumah

besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat

menggerakkan anggota tubuhnya.

Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu

datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu

pernah

berada di dalam kamar Lala. "Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu

akan saya jadikan permaisuriku, "

ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak

berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada

di

dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan

Lala.



Lala dibawa oleh

laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil

dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam,

dan

mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut

mereka - mengotori lantai ruangan.

Mulut mereka berlumuran darah. Lalu

setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling

berhubungan

seks.



Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala.

Kemudian Lala

melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit

dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus.

Lala pun

berusaha berkata dalam hati, "Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau

tapi saya tahu Kau mau menolong

saya, Yesus tolong saya."



Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi.

Terlihat

banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia

tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan

bingung, namun Lala

bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang

memperhatikannya.



Lala

masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar

suara Tuhan yang lembut,

"Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah, di Jalan

Sudirman.

Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu."





Tuhan Yesus Mendatangi Lala



Setibanya di gereja itu,

Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik

ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa.

Ibu

Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan

terima kasih kepada

Yesus.



Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus

asa, dan berkata kepada ibunya

bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba

menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala

melihat

Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik.

Orang-orang di sekeliling Lala mulai

menengking-nengking , karena mereka

berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang.

Yesus

mendekati Lala dan berkata, "Anak-Ku, Aku mengasihi engkau." Dia lalu

membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa,

"Bapa Kami yang di

sorga..." Lala mengikutinya dan semua orang menangis.



Tak lama kemudian perut Lala

dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala

menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan.

Suasana

menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, "Percayakah Kau

kepadaku?" Lala menjawab, "Saya mau

percaya asalkan saya sembuh dulu!"

Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa.

Peristiwa

yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri,

keluar suara lemah dari mulut Lala, "Ya Yesus, Engkau Anak

Allah Yang Maha

Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang

lalu. Ampuni kami Tuhan."

Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan

Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala

segera

menjawabnya, "Saya percaya Tuhan!" Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan

seketika itu ingatan Lala mulai pulih.

Ia dapat mengenali semua orang yang

ada di ruangan tersebut. "Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?" tanya

Yesus

lagi. "Ya, saya mau!" jawab Lala dengan tegas. "Sampai maranatha,"

ucap Yesus sebelum Ia pergi

berlalu.



Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie

kini mulai terlibat aktif

dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala

sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang

mengasihi

Tuhan.



(Kisah ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara Solusi di SCTV).



Sumber

Kesaksian : Melanie Prasetyo





Artikel Lain:



- Dari Pengikut Setan Menjadi Pengikut

Tuhan



- Mimpi Tentang 666.



Dikutip dari milis Elia's Stories



dilihat : 647 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution