Senin, 18 Juni 2018 20:09:01 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 96
Total pengunjung : 399670
Hits hari ini : 1317
Total hits : 3630855
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Aku lahir bukan karena kehendakku.
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 05 Oktober 2007 00:00:00
Aku lahir bukan karena kehendakku.
Setelah tamat SLA teman-temanku semua melanjutkan ke perguruan tinggi. Hatiku bergejolak ingin mengikuti langkah mereka, tetapi apa daya keadaan ekonomi orangtuaku tdk mendukung. Aku sedih karena keadaan tsb. Hatiku menjerit,mengapa saya tdk bisa melanjutkan studi, padahal nilai izasahku cukup baik rata2 delapan semua. Semangat tinggi, tetapi keuangan tdk mendukung.Aku bertekad harus melanjut,tapi bagaimana caranya?



Terlintas ide di pikiranku agar saya tetap berangkat ke Jakarta, apapun yg terjadi.Aku utarakan rencana ini kepada kedua orangtuaku.Ibuku berkata, kita tdk cukup uang membiayai sekolahmu di Jakarta. Lagian kita tdk punya keluarga dekat disana. Bapak-ibu nggak usah risau, ongkos kapal saja diusahakan dan cukup belanja seminggu.Selanjutnya bapak/ibu nggak usah lagi mikirin belanjaku. Demikian saya meyakinkan kedua orangtuaku.



Akhirnya orangtuaku tdk mampu menghambat keinginanku dan dengan menjual dua ekor ternak bapa membeli tiket kapal laut ke Jakarta. Aku diantar ke pelabuhan Belawan,dan terahir bapa berpesan,orang yg bersedia menerima kamu tinggal dirumahnya,harus kamu anggap orangtuamu. Bunyi sirene kapal terdengar 3x tanda kapal siap berangkat.Pelan, tapi pasti kapal semakin menjauh dari dermaga. Aku pergi ke geladak kapal yg paling tinggi sambil membuka kemeja dan melambaikannya tanda selamat tinggal kepada orangtuaku.Airmata menetes dikedua belah pipiku.



Sampai di Tg Priok, sahabatku datang menjemputku. Dia sudah diterima di Akademi Pimpinan Perusahaan. Aku dibawa ketempat kostnya.Aku langsung mengatakan kepada sahabatku bahwa tujuanku datang ke Jakarta adalah bekerja.Aku diberikan menginap 3 malam saja di kostnya. Setelah itu aku harus mencari sendiri tempat penginapanku. Aku maklum,karena mereka juga masih ditanggung oleh orangtua.



Dalam hati aku berdoa: Tuhan, aku lahir ke bumi ini bukan karena kehendakku, tetapi aku ada karena kehendakMU. Tentu Engkau telah mempersiapkan kebutuhanku, pekerjaanku. Arahkan kaki saya kemana harus melangkah. Kemudian saya bertemu dengan seseorang yang berasal dari Sumatera. Dia mengajakku untuk tinggal di rumahnya di kebon pisang dibelakang stasiun Tg.priok.Aku bersyukur karena Tuhan menunjukkan orang yang bersedia membantuku. Selama tinggal dirumah tsb, saya berusaha melakukan pekerjaan sebaik mungkin sehingga tdk menyusahkan mereka. Coba bayangkan, klo saya ditagih uang makan, beli sabun atau sewa kamar. Pasti aku tdk bisa melakukannya. Setiap hari saya bangun jam 04 subuh, pada saat mereka lelap tidur. Aku mencuci pakaian mereka, memasak serapan dan membuat kopi. Sehingga pada saat mereka bangun, semuanya sudah beres dan rapi. Anak-anaknya juga saya mandikan. Setelah urusan selesai, saya pamit mencari pekerjaan. Malamnya saya gunakan waktu mengajari anak-anaknya yg masih SD. Anak-anaknya sangat senang dan meminta agar saya tinggal di rumah mereka. Dengan berbuat demikian, aku tdk ditagih lagi uang makan, uang kost, uang sabun dll.



Demikianlah saya lakukan setiap hari, dan pesan ayahku selalu kuingat agar menganggap mereka orangtuaku. Aku bersyukur dapat tinggal di rumah mereka selama saya menganggur. Pada bulan keenam, saya ditawari bekerja di perusahaan asing Joint venture. Berhubung sewaktu kls 1 SLA saya sdh ikut kursus bahasa Inggeris, maka segala bentuk test dalam bahasa Inggeris dapat saya jawab dengan lancar. Akhirnya saya diterima dan disekolahkan ke Thailand.



Kesaksian ini saya tuliskan buat kaum muda/i yang jauh dari orangtua dan tinggal atau menumpang di rumah keluarga. Dimanapun kita berada, kita usahakan keluarga tsb sebagai orangtua kita, bukan orang asing. Ciptakan semua anggota keluarga senang atas kehadiran anda. Kita bersyukur diberi tempat berteduh. Selamat berjuang dan Tuhan memberkati anda semua yang sedang mencari pekerjaan.



Salam hangat.

Walsinur Silalahi

dilihat : 474 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution