Senin, 16 September 2019 01:02:17 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520099
Hits hari ini : 662
Total hits : 4947440
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Mujizat Setelah Pengampunan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 18 Juli 2007 00:00:00
Mujizat Setelah Pengampunan
Kolose 3:13, Lukas 17:3-4



Pengampunan yang sungguh2 akan membawa kita kepada kasih Tuhan.



Sebenarnya aku malu, sekaligus membenci ayahku yang adalah seorang pemabuk. Pada hari pernikahanku pun ayah masih mabuk dan mengantarku memasuki gereja dengan tubuh yang sempoyongan. Aku menguatkan hatiku di hari bersejarah itu dan berjalan tegar sambil memberikan senyum terbaik yang bisa kuberi kepada semua yang hadir di gereja. Aku harus mengerahkan tenagaku untuk menahan agar ayah dapat berjalan dengan tegak. Di hati yang terdalam aku menetapkan untuk tidak mengampuni ayahku!



Tiga tahun sudah aku menikah dan ayah sudah memasuki usia yang ketujuh puluh satu tahun, tetapi ia masih saja tidak mau melepaskan dirinya dari minuman "maut" itu. Suatu hari ayah sakit dan pernyataan dokter membuatnya takut, sehingga ayah bersedia masuk ke pusat perawatan pecandu alkohol. Kami anak-anaknya berkumpul dan mengadakan rapat keluarga untuk mendukung keputusannya itu. Meskipun aku selalu berdoa untuk pertobatan ayah dan ikut mendukung keputusan itu, tetapi aku masih merasakan luka masa lalu dan kemarahan yang menumpuk di hati, sehingga aku tidak dapat mengampuni ayah.



Suatu siang ayah menelponku dan ingin bertemu, Ketika kami bertemu, hal pertama yang dikatakan ayah adalah, "Nak, aku minta maaf untuk semua rasa sakit yang telah kulakukan terhadapmu dan seluruh anggota keluarga lain. Aku tahu bahwa waktuku di dunia ini tidak lama lagi, karena itu aku memutuskan untuk menjalani sisa hidupku ini tanpa alkohol!" Aku menggenggam tangan ayah, lalu menangis sambil memeluk tubuhnya yang semakin tua. Saat memeluk ayah, aku merasa bahwa amarah yang selama bertahun-tahun membeku di hatiku telah mencair. Setelah pengampunan kulepaskan, kulihat karakter dan tujuan hidup ayah berubah. Semua perubahan itu kusimpan di dalam hatiku sebagai mujizat terindah.



Ayah menjadi anggota Klub Pembaca Alkitab. Kemudian ayah melibatkan diri di dalam pelayanan pemulihan para pecandu alkohol. Ayah sering mengutip ayat-ayat Alkitab saat melayani seseorang. Di usia yang ke tujuh puluh dua tahun, ayah mendirikan "Asosiasi Alumni Para Pecandu Alkohol". Ayah membuat buletin dan mengirimkannya kepada 100 orang setiap bulannya. Kemudian ayah membantu pihak rumah sakit untuk mengatur acara perayaan keberhasilan ratusan orang yang telah dilepaskan dari kecanduan alkohol. Di usia yang ke tujuh puluh enam tahun ayah menjadi sukarelawan Red-Coat. Ia setia mengantar surat kabar, bunga dan memberi dorongan kepada para pasien. Tiga tahun kemudian ayah menderita kanker prostat dan saat itu beliau memutuskan untuk tinggal di panti jompo. Di panti jompo ayah masih meninggalkan jejak empatinya, ia menyambut orang-orang yang baru masuk ke panti jompo dan membantu mereka untuk menyesuaikan diri. Di hari libur ayah tidak mau pulang ke rumah, karena ia lebih senang berada di sana untuk menghibur teman-temannya yang tidak dikunjungi oleh keluarga mereka.



Ayah meninggal pada usia delapan puluh lima tahun. Kami mengira bahwa yang akan mengantar ayah ke tempat peristirahatannya yang terakhir hanya kami, anak cucu beserta keluarga terdekatnya saja. Dugaan kami meleset, lebih dari 100 orang datang ke pemakaman dan kebanyakan dari mereka adalah orang yang tidak kami kenal. Kemudian satu per satu mereka mengucapkan kata perpisahan;



"Engkaulah yang selalu meneguhkan aku untuk lepas dari minuman jahat itu!"



"Engkau adalah alasan bagiku untuk tetap tinggal di rumah jompo."



"Sobat, kau seperti lem yang merekatkan keluargaku yang hampir hancur, karena aku mantan peminum berat."



Setelah itu berdiri 7 orang ria berumur 80-an yang berpakaian seragam. Mereka memberi penghormatan terakhir kepada ayah, karena ayah telah memberi inspirasi kepada mereka untuk bekerja menjadi tenaga sukarelawan di rumah sakit. Di makam aku menyadari bahwa pengampunan akan membawa perubahan, bagi kita yang mengampuni dan bagi mereka yang diampuni. Ketika kita diampuni Tuhan, hati kita damai dan kita terpacu untuk berubah.



Demikian juga ketika kita mengampuni, maka mereka yang kita ampuni juga akan terpacu untuk berubah. Penerimaan yang tulus merupakan pendorong yang kuat bagi mereka untuk hidup di dalam kasih dan kebenaran. Jika ingin melihat hidup orang yang kita kasihi dipulihkan, putuskan untuk melepaskan pengampunan sekarang juga!



Kemarahan memahitkan hati, tetapi pengampunan akan memulihkan hidup



Oleh : efta wahyu

dilihat : 455 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution