Jum'at, 22 Juni 2018 00:44:36 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 150
Total pengunjung : 400445
Hits hari ini : 1603
Total hits : 3639660
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ibuku Dan Janda Di Sarfat
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 22 Desember 2006 00:00:00
Ibuku Dan Janda Di Sarfat
Ibuku Dan Janda Di Sarfat

1 Raja-Raja 17:7-24



Ketika saya masih kecil sering ibuku berdoa supaya kami bisa makan hari demi hari, entah itu makan ubi,nasi pokoknya apalah yang bisa dimakan. Dia selalu berdoa "jika janda di Sarfat Tuhan beri tepung dalam tempayan tidak habis dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang maka hal yang demikian berikan jugalah kepada kami.”



Doa ibu terasa panjang dan tak jarang mengeluarkan airmata. Kami anak-anaknya yang kecil-kecil kadang jengkel mendengarkannya, karena kenyataannya kami selalu kekurangan makanan dan minyak

lampu/tanah untuk penerangan di malam hari.



Ibuku selalu berdoa seperti itu, karena benar-benar tidak ada lagi tempat pengaduannya.



Kami satu keluarga 8 orang. 5 laki-laki 3 perempuan. dan saya anak terakhir (8). Ketika umurku baru 8 bulan, bapak saya meninggal dunia. Meninggalkan kami disaat kami sangat membutuhkan beliau.



Pernikahan ibu dan bapak, dilarang keras oleh kakek dan nenek, alasanya orangtua ibu sangat miskin disamping sering mabuk dan judi. Sehingga ketika mereka tetap menikah maka mereka dikucilkan dari

keluarga. Jadi ketika bapakpun masih hidup BEBAN HIDUP ibu sudah berat.



Setelah Bapak meninggal dunia, maka pihak dari kakek tambah membenci kami, bukannya menolong. Bahkan kami tidak diakui cucunya, serta sebagian tanah yang menjadi milik kami (panjaean), ditarik Kakek/oppung kembali.



Ketika bapak meninggal dunia abang-abangku yang lagi SMA, SMP, SD, terancam tidak sekolah. Abang yang pertama yang SMA mundur dari sekolah karena tidak ada satupun yang membantu. Padahal abangku selalu juara.



Kakakku yang SMP pun (no.2) tidak sekolah. Tidak ada satupun yang membantu juga.



Kami benar-benar keluarga yang haram dikampung itu. Kami juga tidak bisa berharap kepada keluarga pihak ibu. Sering kami tidak masuk dalam hitungan adat (padahal dalam orang batak adat sangat penting dan merupakan martabat). Tak jarang kami dicurangi dalam pembagian jambar. Pernah ibu dipukulin Pak De, hanya karena ibu protes sedikit tentang batas tanah. Kalau sudah begini ibu sering menangis dan mengatakan kepada saya mengadulah kepada Tuhan. (dang adong bapam di portibion alai dibanua ginjang do Bapam tusi maho mangalu-alu) begitulah ibu selalu mengatakan kepada saya.



Pernah ada ide mau membagi-bagi kami, artinya abangku sama keluarga A, kakakku keluarga B, dst, tapi karena ibu menilai "niat" keluarga tersebut kurang baik menurut ibu, ibu tidak kasih.Ibu kuatir abang-abangku diperlakukan tidak baik.



Belum sampai disitu, ibu waktu itu sering sakit-sakitan. Kalau sudah sakit kami bisanya tangis. Saya sering jam 12 malam s/d 02 pagi jemput mantri. Jaraknya jauh padahal waktu itu saya paling berumur 6

tahun. Saya mengalami ketakutan yang amat sangat, bagaimana tidak takut, dikampung banyak kuburan kiri-kanan jalan, trus gelap gulita, jalan berbatu yang besar-besar dan kayu yang besar-besar (SEBELUM DIBABAT INDORAYON) disertai lolongan anjing membuat nyaliku semakin ciut. Tapi dorongan supaya ibu tercinta cepat sembuh saya memaksakan diri untuk pergi. Tak kalah seru dengan abang dan kakakku, mereka juga diberi tugas cari macam-macam rempah-rempah untuk obat ibu.



Ibu bingung, mau dibawa kemana keluarga ini. Ibu bukanlah orang yang berpendidikan, baca tulis juga

tidak bisa. Pernah ibu pinjam duit, diam-diam pihak kreditor menambahi utang kami pada pembukuannya. Ibu tidak sadar akan hal itu, dan percaya saja. Ketika tiba giliran membayar ibu kaget dengan sangat, utang kami sangat besar. Uang pangkal pinjaman ditambahi mengakibatkan bunga yang dibayar bertambah. Kami dipihak yang lemah, kami tidak dapat menyangkal, karena catatan pihak kreditor yang menjadi acuan. Ibu bisanya menangis memohon kejujuran, karena ibu ingat betul berapa utang dan kapan jatuh temponya. Tapi karena tidak dapat baca tulis ibu akhirnya kalah.



Tapi ada satu hal yang dilakukan ibu/ibu. Yaitu ke Gereja dan Persekutuan rajin. Sekalipun ibu waktu itu jadi bahan ejekan. Mungkin dari persekutuan itulah ibu mendapatkan firman TENTANG JANDA DI SARFAT dan firman itulah yang selalu diingatnya. Sehingga ketika berdoa selalu mengingat firman tersebut.



Kami sangat bersyukur kami 8 orang bisa hidup dan tidak mati kelaparan. Banyak sekali hal-hal yang

diberikan Tuhan kepada kami, sehingga dalam masa-masa yang tersulit sekalipun kami lolos.



Saya tidak menceritakan panjang lebar tentang kejadian-kejadian tersebut, tetapi yang pasti sekarang

ibuku masih hidup. Umurnya sudah mencapai 74 tahun dan masih sehat. Kami semua anaknya sudah berkeluarga. Dan 3 orang anaknya menjadi tenaga pendidik. 1 mantunya laki-laki juga tenaga pendidik serta 1 mantu perempuan menjadi tenaga pendidik. 1 helanya Guru Huria.



Saya melihat ini semua karena berkat DOA, yang tidak henti-hentinya dari seorang ibu yang tidak berdaya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam dirinya.



Sekarang setelah saya mengingat betapa ibu berdoa setiap malam dengan isak tangis saya jadi terharu atas kesabaran beliau. Bulu kudukku pun berdiri mengingat. Ingin rasanya memeluk ibu dengan segera.



Barusan saya telepon ibuku tercinta dikampung dia sangat sehat dan sangat gembira mendengar anaknya mau datang membawa mantu/parumaennya serta seorang cucu. Begitu bahagia ibuku mendengar kami mau datang, katanya sengaja di pelihara babi untuk kami santap.



ahk bahagianya.



Terima kasih ibu

Semoga panjang umur dan tetap setia sampai akhir.



Thanks



Harapan L. Toruan, SP, MM (harapan toruan
HRD PT. Sumatera Prima Fibreboard

dilihat : 460 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution