Selasa, 12 November 2019 15:42:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 520205
Hits hari ini : 2221
Total hits : 5073591
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kesaksian Paulus Rante (52th): Sembuh Dari Stroke dan Asam Urat
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 03 November 2006 00:00:00
Kesaksian Paulus Rante (52th): Sembuh Dari Stroke dan Asam Urat
Sepulang dari kebaktian Follow Up KPPI, saya turun di depan gang bersama istri dan tetangga lainnya. Saya berjalan ke rumah sambil mengangkat tongkat dengan hati yang penuh dengan sukacita. Tetangga-tetangga saya tahu bahwa Tuhan Yesus telah menyembuhkan saya.



“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)



Firman Tuhan ini membuat saya mengetahui bahwa saya tidak seorang diri. Yesus selalu ada didekat saya untuk memberikan penghiburan, kekuatan dan kelegaan.



Saya diperkenankan untuk mengalami mujizat kesembuhan yang luar biasa dari penyakit stroke dan asam urat. Saya rindu untuk memberitakan kabar sukacita ini kepada banyak orang. Berikut ini adalah kesaksian hidup yang saya alami.



Saya mempunyai dua orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki.



Saya adalah seorang pensiunan tentara. Sebelum pensiun, saya bertugas di bagian pasukan tempur dari tahun 1975 sampai dengan tahun 2000. Saya pernah ditempatkan di Timor Timur dan di Mesir selama 7 bulan pada saat perang Israel-Mesir. Pada tahun 2000, saya dipindahkan ke bagian angkutan. Akhirnya, pada tahun 2002, saya pensiun.



Saya sering merasa pusing sejak tahun 1997 sampai Februari 2005, tetapi saya tidak menghiraukannya, karena itu saya hanya minum obat yang dibeli di warung dan istirahat saja. Saya tidak pernah pergi ke dokter.



Sekitar tahun 2001, jari-jari kedua kaki saya terasa sakit sekali. Saya memeriksakannya ke Klinik di dekat rumah saya dan dokter menyatakan bahwa saya menderita penyakit asam urat. Dokter memberikan 2 macam obat untuk diminum selama 1 minggu dan ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh saya makan, seperti emping, jeroan, makanan-makanan yang berlemak dan santan. Jika sedang kambuh, kaki saya bengkak dan rasanya berat jika dipakai untuk berjalan.



Sekitar bulan Desember 2004, saya merasa badan saya meriang dan lemas, tetapi setelah beristirahat, saya merasa segar kembali.



Pada tanggal 05 Januari 2005, sekitar jam 13.00 WIB, saya merasa badan saya meriang. Saya langsung duduk di sofa. Keringat mengucur deras. Lama kelamaan, tubuh saya meluncur turun dari sofa ke lantai. Saya merebahkan diri di lantai tanpa kasur / tikar. Saya merasa tubuh saya semakin berat dan kebas.



Sekitar jam 01.00 WIB, mulai dari ujung ke dua tangan sampai ke ujung ke dua kaki saya terasa lemas sekali, kebas / mati rasa dan terasa berat jika digerakkan. Mulut saya miring dan pelo ketika berbicara. Saya sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Saya memanggil- manggil anak saya. Dia segera meminta bantuan dua orang tetangga saya untuk membawa saya ke sebuah RS di daerah Pasar Rebo.



Di RS, perawat segera mengukur tekanan darah saya. Ternyata, tensi saya 250/200. Saya disarankan untuk pergi ke RS lain yang memiliki peralatan yang lebih lengkap. Saya minta dipindahkan ke sebuah RS di daerah Jakarta Pusat. Jam 19.00 WIB, saya tiba di RS ini dan dimasukkan ke ruang UGD. Perawat segera memasang jarum infus dan kateter. Saya menjalani pemeriksaan MRI. Dokter memberikan beberapa jenis obat untuk menurunkan tekanan darah saya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa saya menderita stroke ringan.



Setelah 3 hari dirawat di RS, dokter menyarankan saya untuk menjalani terapi selama 2 hari. Setelah menjalani terapi, tangan saya mulai bisa diangkat ke atas dan digerak-gerakkan. Saya memakai kursi roda yang disediakan di RS, karena saya belum dapat berjalan.



Ketika saya masih dirawat di RS, ada dua orang hamba Tuhan yang datang dan mendoakan saya. Pada saat hamba Tuhan itu memberitakan firman Tuhan, iman saya dikuatkan dan saya semakin percaya kepada Tuhan Yesus. Hamba Tuhan tersebut juga memberikan sebuah undangan KPPI, tetapi saya belum bisa datang ke KPPI yang diadakan pada tanggal 25 Januari 2005.



Setelah 10 hari dirawat di RS, dokter mengijinkan saya pulang ke rumah dalam keadaan saya belum bisa berjalan. Tensi saya pada saat itu 160/100 (ukuran normal untuk pria seusia saya).



Di rumah, ketika saya ingin pergi ke kamar mandi, saya harus ngesot / menyeret tubuh saya sambil menangis untuk sampai ke kamar mandi. Istri saya tidak kuat memapah saya, sementara saya belum memiliki kruk untuk membantu saya berjalan. Saya benar-benar merasa tersiksa. Dua hari kemudian, saya mendapat kruk berkaki empat.



Pada bulan Februari 2005, ada hamba Tuhan yang datang ke rumah, memberitakan Firman Tuhan dan mengajak kami berdoa bersama-sama. Setelah itu, hamba Tuhan itu mengundang kami ke KPPI. Tetapi, saya tidak dapat datang ke KPPI, karena saya akan dibaptis selam.



Dua minggu kemudian, hamba Tuhan itu datang lagi ke rumah saya dan mengajak saya ke KPPI. Pada hari Kamis, tanggal 24 Februari 2005, saya datang ke KPPI dengan memakai kruk berkaki empat dan kondisi kaki kiri saya bengkak. Saya merasakan hadirat Tuhan yang begitu luar biasa. Pada saat doa kesembuhan, saya didoakan oleh hamba Tuhan. Tetapi, setelah didoakan, saya belum mengalami kesembuhan. Saya tidak putus asa. Saya terus berdoa dan berharap kepada Tuhan.



Pulang dari KPPI, saya semakin rindu membaca Firman Tuhan dan merenungkannya yang membuat saya mendapat kekuatan baru dari Allah.



Pada hari Jumat, tanggal 01 April 2005, saya datang ke acara kebaktian Follow Up KPPI dalam keadaan kaki kiri bengkak dan terasa sakit jika dijejakkan ke tanah, karena penyakit asam urat saya sedang kambuh dan saya masih memakai kruk berkaki empat. Setelah didoakan oleh Hamba Tuhan, saya diminta untuk berjalan tanpa menggunakan kruk dan … Puji Tuhan ! Saya sudah dapat berjalan sendiri . Haleluya ! Kemuliaan bagi Tuhan Yesus yang telah menjawab doa saya. Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan Yesus, karena Ia telah menyembuhkan saya.



Sepulang dari kebaktian Follow Up KPPI, saya turun di depan gang bersama istri dan tetangga lainnya. Saya berjalan ke rumah sambil mengangkat tongkat dengan hati yang penuh dengan sukacita. Tetangga-tetangga saya tahu bahwa Tuhan Yesus telah menyembuhkan saya.



Saya sangat bersyukur akan kasih setia Tuhan yang sangat besar dalam hidup saya. Saya telah menyaksikan kesembuhan yang saya alami kepada keluarga, tetangga dan para kenalan saya. Dia sungguh luar biasa di dalam hidup saya. Sekarang, saya mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan di gereja saya. Saya juga rindu untuk ikut HMC agar saya dapat melayani orang-orang yang sakit di KPPI.

dilihat : 471 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution