Kamis, 21 November 2019 04:58:50 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520225
Hits hari ini : 537
Total hits : 5096736
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kuasanya Tidak Terkalahkan….. Disembuhkan dari Kanker Limpa Stadium 4
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 21 November 2006 00:00:00
Sejak tahun 2002, kepala saya terasa pusing, perut saya terasa mual, nyeri dan saya sering muntah-muntah. Saya didiagnosa terkena sakit maag. Dua tahun kemudian, penyakit ini bertambah parah: perut di bagian kiri terasa keras dan sakit.



Divonis Sakit Kanker Limpa Ganas



Di bulan November 2004, saya menjalani pemeriksaan USG Abdomen (daerah perut) dan CT Scan di sebuah RS di Jakarta Timur. Dari hasil pemeriksaan, saya dinyatakan terkena kanker limpa! Hati saya begitu gentar mendengarnya.



Kemudian saya dipindahkan ke RS yang lebih besar di Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mengatakan bahwa limpa saya harus diangkat! Betapa sedih dan kecewa hati saya mendapati sakit saya begitu parah. Saya merasa Tuhan tidak mengasihi saya dan telah meninggalkan saya. Ada perasaan putus asa, bahkan sempat berpikir mau mati saja.



Pada tanggal 11 Januari 2005, saya menjalani operasi yang berlangsung selama 7,5 (tujuh setengah) jam. Kondisi limpa yang diangkat: telah membesar dan berbenjol-benjol. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan Patologi Anatomi (PA). Berdasarkan hasil PA, dokter menyatakan bahwa saya menderita sakit kanker limpa ganas stadium 4 yang sudah menyebar.





Setelah Dioperasi ...



Beberapa minggu setelah operasi pengangkatan limpa, ke dua kaki saya tidak bisa digerakkan. Akibatnya, semua aktivitas harus dilakukan di tempat tidur.



Bahkan, tumbuh 3 buah benjolan sebesar telur burung puyuh di leher, perut dan tengkuk. Dokter yang memeriksa saya mengatakan bahwa benjolan-benjolan itu disebabkan karena sel-sel kanker telah menyebar dan menyerang kelenjar getah bening. Oleh karena itu, saya harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali.



Kemoterapi pertama pada tanggal 28 Februari 2005 mengakibatkan komplikasi di paru-paru dan terjadi penyumbatan pembuluh darah di jantung. Akibatnya, kondisi saya terus menurun sampai akhirnya saya tidak sadarkan diri dan dimasukkan ke ruang ICU. Dokter memperkirakan umur saya tinggal 1 minggu lagi. Kondisi saya sangat memprihatinkan. Dokter sudah angkat tangan. Para hamba Tuhan dari tim KPPI dengan setia terus mendoakan saya. Kondisi saya mulai membaik.



Setiap kali selesai di kemoterapi, saya selalu merasa mual. Makanan yang masuk hanya bisa melalui infus. Berat badan saya turun dari 61 kg menjadi 23 kg. Kuku-kuku pada kedua tangan dan kaki menghitam dan sebagian kulit juga menghitam dan rambut saya rontok. Siapapun yang melihat kondisi saya pastilah merasa prihatin.



Pengharapan yang Timbul karena KPPI



Meskipun demikian, pengharapan akan suatu mujizat tidak pernah pupus. Dengan gigih suami saya selalu menguatkan dan mendorong saya untuk tidak berputus asa dan tetap berharap kepada Tuhan. Hamba-hamba Tuhan dari tim KPPI yang mendoakan saya selama dua bulan saya dirawat di RS terus menerus mengingatkan bahwa Yesus adalah Allah Penyembuh. Sungguh suatu pertolongan Tuhan bagi saya. Mereka juga mengajak kami ke KPPI agar saya didoakan dan menerima mujizat kesembuhan.



Pada tanggal 10 Maret 2005, suami saya datang ke KPPI untuk pertama kalinya mewakili saya yang tidak dapat hadir karena tubuh saya masih terasa amat lemah akibat kemoterapi. Sebulan berikutnya, ia kembali datang ke KPPI. Apa yang ia lihat di KPPI dipraktekkannya di rumah: ia berdoa dan menumpangkan tangan ke perut saya. Lalu ia menyuruh saya bertindak dengan iman untuk menggerakkan anggota tubuh saya. Ajaib! Kaki saya mulai bisa digerakkan, bahkan saya sudah mulai bisa merangkak.



Setia Menghadiri KPPI



Saya bertekad untuk datang ke KPPI meski kondisi saya masih begitu lemah. Akhirnya, pada tanggal 28 April 2005, saya datang untuk pertama kalinya ke KPPI bersama suami saya. Saya belum bisa berjalan sendiri dan harus dipapah memasuki ruangan. Tapi sejak kedatangan saya ke KPPI, perubahan besar terjadi. Saya mulai bisa berjalan sendiri. Proses kesembuhan itu sedang berlangsung.



Saya dengan setia terus menghadiri KPPI, juga kebaktian-kebaktian Follow Up KPPI di wilayah Cibubur.



Mujizat Itu Datang



Pada tanggal 15 Juni 2005, saya menjalani USG yang ke 2. Alangkah gembira hati saya mendengar hasilnya. Dokter menyatakan bahwa tidak ditemukan sel kanker lagi dalam tubuh saya. Puji Tuhan! Saya dinyatakan sudah sembuh.



Pada bulan Juli 2005, saya datang kembali ke KPPI. Sepulang dari KPPI, suami saya kaget ketika melihat saya sudah bisa berjalan dengan cepat! Sejak saat itu, saya sudah mulai dapat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti: memasak, pergi ke pasar dan membersihkan rumah .



Dipulihkan Secara Total!

dilihat : 535 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution