Senin, 23 Juli 2018 12:55:53 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 132
Total pengunjung : 407680
Hits hari ini : 628
Total hits : 3717778
Pengunjung Online : 8
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kisah Dua Pekerja
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 10 Oktober 2006 00:00:00
Kisah Dua Pekerja
Ketika itu saya masih bekerja di Timor-Leste, pada suatu hari saya sedang berjalan-jalan bersama beberapa orang kawan, kebetulan hari itu hari Minggu, jadi kami tidak bekerja.

Kami memutuskan untuk pergi pesiar ke pantai. Melihat keindahan laut, beberapa teman saya memutuskan untuk berenang di laut sementara saya sendiri berjalan-jalan di pantai.



Tak lama saya menemukan sebuah rumah yang sedang direnovasi. Saya perhatikan dari kejauhan, saya melihat ada dua orang pekerja yang sedang bekerja, seorang bekerja di atas atap rumah tersebut, sementara yang lainnya bekerja di bawah. Mereka berdua tidak menyadari saya memperhatikan mereka.



Saya mulai tertarik ketika pekerja yang diatas rumah tampak berusaha mengganggu temannya. Dia mengeluarkan sebuah koin lima puluh sen (disana kami menggunakan mata uang US Dollar) dan dilemparkannya koin tersebut ke arah temannya, pas di kepalanya. Ketika temannya melihat koin itu, tanpa berkata apa-apa, dia langsung mengantongi koin itu dan melanjutkan pekerjaannya seolah tidak terjadi apa-apa. Kedua kalinya, saya melihat sebuah koin kembali dilempar pekerja yang di atap ke temannya, hal yang sama terjadi, temannya langsung mengambil uang tersebut dan dimasukkannya ke dalam kantongnya. Akhirnya, dia mengambil sebuah batu kecil dan dengan sekuat tenaga dilemparkan lagi ke arah temannya. Dan temannya langsung mengaduh kesakitan dan melihat ke atas. Dilihatnya pekerja yang di atap, tampak puas karena berhasil mengganggu temannya.



Kejadian di atas barangkali sangat sederhana dan barangkali seringkali anda jumpai dalam kehidupan di sekitar anda. Tapi dari kejadian tersebut, saya belajar tentang satu hal. Bahwa kita seringkali menjadi pekerja yang bekerja di bawah.



Ketika kehidupan kita begitu berhasil, penghasilan besar, pangkat dan kedudukan tinggi, berkat demikian melimpah, kita seringkali lupa "melihat ke atas" Kita seringkali lupa bahwa semua yang kita dapatkan berasal dari "atas" Sebaliknya disaat kita mengalami berbagai masalah, kesulitan dan segala penderitaan, barulah kita "melihat keatas" dan berseru "TUHAN, tolonglah aku, bebaskan aku dari segala masalah yang membelitku".

Sebuah survey yang diadakan oleh sebuah majalah rohani (maaf saya lupa sumbernya) tentang perbandingan isi doa-doa umat manusia di seluruh dunia, memberikan hasil yang mengejutkan, dimana dari semua doa-doa tersebut, 90% berisi doa-doa permohonan dan terima kasih yang asal-asalan, sedang sisa 10% adalah ucapan syukur dan terima kasih yang tulus.



Saat ini kita mau belajar untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepada TUHAN dalam segala situasi. Sungguh kasihan TUHAN kita, apabila kita hanya menjadikan dia sebagai tempat pelarian masalah, sedangkan pada saat kita bersukacita, kita sering lupa bersyukur kepadaNYA.



Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati...





Yulius Candra Wahyu Kurniawan



http://www.wahyukurniawan.info

dilihat : 421 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution