Sabtu, 23 Maret 2019 01:44:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 484321
Hits hari ini : 214
Total hits : 4452989
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Yewangoe Anggap Bodoh Penggunaan Al Qur’an Dalam Penginjilan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 16 Oktober 2005 00:00:00
SURABAYA – Metode penggunaan maupun pengutipan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits yang selama ini dianggap oleh sekelompok pemeluk Kristen sebagai metode penginjilan yang paling efektit terhadap orang-orang Islam ternyata dikecam oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (PGI), Pdt. Dr. Andreas Yewangoe karena dianggap sebagai tindakan yang bodoh dan berasal dari abad kegelapan (Abad pertengahan dimana gereja mengalami kemunduran –red).



“Beberapa saat yang lalu ketika Prof. Frans Magniz Suseno dan Weinata Sairin bertemu ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab untuk membicarakan permasalahan penutupan gereja dengan dalih SKB, beliau menunjukkan sejumlah leaflet yang berisi kutipan ayat-ayat Al Qur’an dalam bahasa Arab maupun Indonesia yang seolah-olah berisi pengejaran Islam namun ternyata isinya untuk membenarkan Kekristenan (penginjilan –red), menurut saya ini tindakan bodoh dan berasal dari abad kegelapan,” papar Yewangoe dalam salah satu paparannya.



Pada bagian lain Ketua Umum PGI alumnus salah satu Pendidikan Tinggi Teologi terkemuka di Belanda ini mengatakan, “Sesuai dengan misi inkarnasi dan kenosis Kristus, dimana Allah menjadi manusia, seharusnya gereja menjadi berkat bagi semua orang, jika gereja tidak dapat menjadi berkat bagi semua orang dan justru malah dianggap sebagai suatu ancaman bagi orang lain maupun kelompok tertentu, gereja harus instrospeksi kira-kira sudah benarkah langkah yang dilakukan.”



Selebaran menjungkir-balikkan ajaran islam



Senada dengan Yewangoe, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr. Dien Syamsudin menyatakan,.” Di meja saya ada 21 selebaran maupun bahan literatur lain yang menggunakan ayat-ayat Al Qur’an dan seolah-olah diterbitkan dan diperuntukkan bagi umat muslim, tapi ternyata isinya menjungkirbalikkan ayat-ayat suci Al Qur’an dan haditz serta berbau Kristenisasi sehingga membuat marah beberapa kelompok dalam muslim dan melakukan berbagai tindakan yang justru merugikan umat Kristiani. Yang jadi masalah salah satunya kan ini, sering saya bertemu dengan mereka (kelompok Islam Radikal –red) salah satu yang mereka permasalahkan ya literature-literatur itu.”



Dari sisi teologis, sebagaimana diucapkan secara berulang-ulang di berbagai kesempatan oleh salah satu dosen teologi sistematika dari I-3 (Institut Injil Indonesia), Pdt. Dr. Stevri Lumintang, penggunaan ayat-ayat Al Qur’an bagi penginjilan sebenarnya merupakan hal yang tidak perlu. “Penggunaan ayat-ayat Al Qur’an dalam penginjilan sebenarnya tidak perlu sebab yang namanya penginjilan adalah pemberitaan Kristus yang apa adanya sebagaimana dinyatakan oleh referensi lain, kalau memang kita yakin kebenaran Alkitab mengapa kita harus menggunakan bahan lain ? selain itu, tindakan tersebut akan sangat menyakitkan bagi kaum Muslim, seperti halnya kita jengkel ketika ada ayat Alkitab diperkosa oleh sebagian tokoh muslim untuk menjatuhkan Kekristenan,” ungkap alumni International Theological Seminary itu.(Yos)

dilihat : 415 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution