Selasa, 19 November 2019 04:23:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 431
Total hits : 5091324
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Festival Ekonomi Syariah Surabaya 2019 Resmi Dibuka






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 07 November 2019 08:08:17
Festival Ekonomi Syariah Surabaya 2019 Resmi Dibuka

Surabaya,pustakalewi.com - Festival Ekonomi Syariah Indonesia bertema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia" resmi dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Grand City Surabaya, Rabu (6/11/2019). Dalam kesempatan itu, Dody menyatakan, bahwa acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah, yang telah dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi stakeholders dari beberapa daerah di seluruh Indonesia.

FESyar putaran pertama berlangsung di Palembang yang mewakili regional Sumatera pada Agustus lalu dan berhasil menorehkan capaian yang cukup memuaskan. Diantaranya, dari sisi pelaksanaan fair dikunjungi kurang lebih 11 ribu orang selama 3 hari dan transaksi business matching yang mencapai Rp 2,11 triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 210 miliar.

Sementara itu, dari segi sharia forum, FESyar Sumatera menaruh perhatian yang sangat besar terhadap upaya mewujudkan skema halal value chain yang mapan dan bisa melibatkan potensi yang besar dalam lingkup kerjasama antar daerah, khususnya dengan pembentukan halal-hub yang bisa menampilkan keunggulan komparatif pada setiap daerah.

Diskusi yang berkembang di dalam FESyar ini menjadi pijakan awal, kesiapan Sumatera dalam melaksanakan kajian serta implementasi ekosistem halal value chain, dengan fokusnya mewujudkan kemandirian pada lembaga pendidikan Islam serta kesejahteraan bagi pelaku usaha skala mikro dan kecil lainnya.

"Kita tentu mengharapkan adanya follow up yang positif di wilayah Sumatra dan sekitarnya untuk membawa setiap ide segar yang dikemukakan tidak hanya sekadar berhenti sampai denganperencanaan, namun juga terbukti menjadi kenyataan," kata Dody.

FESyar Sumatera juga merupakan FESyar pertama yang menyelenggarakan Kampanye GISWAF, yakni sebuah instrumen komunikasi yang melibatkan partisipasi publik secara luas dalam mendukung pemanfaatan wakaf secara produktif.

Kemudian, pada putaran berikutnya, FESyar yang kedua dilaksanakan pada September di Banjarmasin, yang mewakili kepesertaan regional Kawasan Timur Indonesia (KTI). Hasil yang dicapai FESyar KTI juga tidak kalah menggembirakan. Diantaranya, tingkat kunjungan yang mencapai 41 ribu orang pada saat fair yang disertai komitmen business matching senilai RP 2,61 triliun, atau meningkat cukup tinggi melebihi capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,7 triliun.

Pada pelaksanaan sharia forum, FESyar KTI mengangkat materi yang cukup relevan dengan isu terkini di bidang ekonomi syariah, dan merupakan dua hal yang tidak mudah untuk dipenuhi di kawasan KTI dengan segala tantangan infrastruktur yang dihadapi, yakni mengenai pentingnya perolehan jaminan halal serta digitalisasi aspek bisnis pada UMKM Syariah.

Pelajaran berharga yang bisa dipetik dari sini adalah tentang sustainabilitas pelaksanaan pengembangan ekosistem ekonomi syariah, yang pada prinsipnya hanya bisa ditempuh ketika pelaku usaha didalamnya telah mampu memenuhi aspek dasar jaminan sertifikasi halal yang menjadi preferensi bagi kebanyakan publik saat ini, serta inovasi yang terus mengikuti kebutuhan zaman.

"Semoga kedua FESyar yang telah dilaksanakan dengan sukses tersebut, akan menjadi bekal yang berharga bagi kita semua, untuk bisa merumuskan strategi dan arah kebijakan yang tepat dalamnmembaca kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan jasa di bidang eksyar yang lebih baik di masa akan datang," harap Dody.

Adapun dalam putaran final penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah secara Nasional di Surabaya, Jatim akan menjadi tuan rumah dan dalam tiga hari ke depan, yang secara komprehensif mampu memadukan keterlibatan seluruh komponen utama penggerak sektor ekonomi dan keuangan syariah didalamnya.pr/red

dilihat : 54 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution