Senin, 18 November 2019 05:23:39 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520218
Hits hari ini : 454
Total hits : 5088633
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Gubernur Khofifah Buka Surabaya Internasional Jewellery Fair






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 18 Oktober 2019 12:15:28
Gubernur Khofifah Buka Surabaya Internasional Jewellery Fair

Surabaya,pustakalewi.com - Pameran akbar tahunan Surabaya Internasional Jewellery Fair resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Kamis (17/10) diShangri-La Surabaya. Pameran ini berlangsung mulai 17 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2019.

Gubernur Khofifah mengatakan, Jewellery Fair yang sudah berlangsung ke 24 kalinya ini menunjukan potensi industri perhiasan emas di Jawa Timur luar biasa dan bisa memberikan kontribusinya terhadap industri nasional sebesar 50 persen. Bahkan, perhiasan terutama emas dari Jawa Timur itu kini sudah bisa langsung ekspor ke Dubai Uni Emirat Arab (UEA). Namun, kendalanya akan dikenakan bea masuk 5 persen, berbeda jika lewat Singapura, biayanya hanya 2,5 persen.

“Inilah pekerjaan rumah kita dimana banyak produk ekspor Jawa Timur masih banyak yang melalui Singapura. diharapkan UEA bisa memberikan fasilitas kepada Indonesia termasuk Jawa Timur seperti Singapura,” ujarnya.

Khofifah juga berharap pameran perhiasan ini bisa meningkatkan paket destinasi pariwisata di Jawa Timur, menaikkan hunian kamar dihotel-hotel berbintang dan menggairahkan industri kuliner. Hal-hal seperti ini, memberikan ruang industri perhiasan menjadi daya tarik destinasi wisata di Surabaya khususnya dan Jawa Timur umumnya.

“Para Wisatawan bisa tinggal lebih lama di Jawa Timur dengan destinasi baru wisata di Kawah Ijen, Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang bisa satu paket dengan pameran-pameran seperti ini yang bisa ditawarkan,” harapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI), Jeffrey Tumewa mengatakan, pameran ini diikuti 100 pengusaha dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah pengusaha besar, menengah, sedang, kecil, anggota APEPI dan industri kecil berskala UKM binaan Kementerian Perindustrian dan Pemprov Jawa Timur, UKM mandiri serta para penyedia peralatan perhiasan.

Menurutnya, di era global persaingan perdagangan emas perhiasan permata saat ini, bukan saja persaingannya terhadap desain, tetapi kualitas dan teknik finising yang sempurna cukup berperan dalam merebut pasar dan peluang. Peningkatan SDM pengenalan desain yang mempunyai nilai jual dan teknik pembuatan perhiasan menjadi satu kewajiban bagi pengusaha perhiasan.

Di Indonesia, pengusaha emas permata sangat beruntung karena di Indonesia mempunyai bahan baku baik emas, perak, tembaga, berlian beserta batu-batuan. Selanjutnya di Indonesia telah mempunyai SDM yang kreatifitasnya cukup tinggi. Dengan adanya bermacam-macam budaya di Indonesia bisa menjadikan sumber kreatifitas desain yang tidak pernah akan habis. Seperti pada tahun 1998, desain dari Suku Asmat beserta pohon beringinnya pernah dimenangkan oleh perlombaan APEPI desain internasional di Itali.

Jeffrey menambahkan, dukungan pemerintah baik pusat dan daerah dalam meningkatkan SDM melalui diklat dan regulasi akan bisa membuka industri kreatif baru perhiasan yang semakin bersinar dan berpeluang mendatangkan devisa kepada pemerintah.pr/red

dilihat : 25 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution