Kamis, 21 November 2019 04:59:04 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520225
Hits hari ini : 539
Total hits : 5096738
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Salah Satu Koran Tertua Malaysia Gulung Tikar






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 11 Oktober 2019 19:05:56
Salah Satu Koran Tertua Malaysia Gulung Tikar

Kuala Lumpur - Setelah 80 tahun beroperasi, Surat Kabar Utusan Malaysia, dinyatakan ditutup akibat pailit. Pemilik koran berbahasa Melayu tertua itu, mengumumkan lebih dari 800 karyawan dinyatakan cuti dan harus mengosongkan kantor, pada Rabu (9/10/2019).

Dewan Direksi Utusan Malaysia menyatakan penerbitan dihentikan dengan alasan penurunan jumlah pembaca dan pendapatan iklan. Pada Senin (7/10/2019), Dewan Direksi sepakat untuk melakukan likuidasi sukarela, karena tidak dapat lagi membayar gaji atau menghapus utangnya.

“Langkah ini harus diambil karena dewan direksi berpendapat bahwa perusahaan tidak lagi dapat melanjutkan bisnis. Semua staf akan diberhentikan per 31 Oktober 2019,” kata Kepala Eksekutif Utusan Malaysia, Abdul Aziz Sheikh Fadzir, dalam memo kepada staf, yang dikuti[ Reuters, Kamis (10/10/2019).

Mohamad Taufek Abdul Razak, ketua cabang pers pers Utusan Malaysia, mengonfirmasi keaslian memo itu. Menurut Mohamad Taufek Abdul Razak, manajemen Utusan belum memberi tahu karyawan sebelumnya tentang penutupan mendadak dan hanya akan menjawab pertanyaan tentang pemutusan hubungan kerja, gaji tertunda, dan kompensasi pada 30 Oktober.

"Itu adalah langkah yang tak bisa dihindari oleh manajemen Utusan," kata Mohaman Taufek Abdul Razak, kepada wartawan di kantor pusat surat kabar Kuala Lumpur.

Utusan didirikan pada masa pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1939 oleh Yusof Ishak, yang kemudian menjadi presiden pertama Singapura. Surat kabar ini memainkan peran penting dalam pembentukan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Pada 1950-an, UMNO mengambil alih saham pengendali di Utusan Malaysia. UMNO merupakan partai politik yang akan memerintah Malaysia selama lebih dari enam dekade setelah kemerdekaan pada Agustus 1957, dan digulingkan dalam kekalahan mengejutkan pada Pemilu Tahun 2018.

Seusai pengumuman penghentian penerbitan, karyawan Utusan Malaysia terlihat membawa barang-barang mereka keluar dari gedung, pada Rabu. Beberapa diantaranya tampak menangis saat meninggalkan kantor surat kabar itu.

Utusan Melayu (Malaysia) Berhad terdaftar di bursa Malaysia pada tahun 1994, dan harian Utusan mencapai puncak penjualan 350.000 eksemplar sehari selama dekade ini. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, keuangan Utusan telah dirugikan oleh penurunan tajam dalam sirkulasi dan pendapatan, yang diperparah dengan hilangnya kekuasaan UMNO pada Mei 2018.

Surat kabar ini juga dituduh memicu sentimen rasial di negara multi-etnis, karena sikap editorial nasionalis Melayu yang kuat. Etnis Melayu membentuk sekitar 60% dari 32 juta warga Malaysia, dengan sisanya sebagian besar etnis Tiongkok dan India.

Pada Agustus 2019, Utusan Malaysia menaikkan harga korannya dalam upaya untuk menjaga perusahaan tetap bertahan. Namun Utusan dihapus dari bursa pada 30 Agustus setelah melewati tenggat waktu untuk rencana regularisasi, mengutip kerugian yang sedang berlangsung, kendala arus kas, dan kurangnya investor. Selain surat kabar berbahasa Melayu, Malaysia juga memiliki publikasi berbahasa Inggris, Tiongkok, dan Tamil.

dilihat : 28 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution