Kamis, 21 November 2019 05:54:33 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520225
Hits hari ini : 632
Total hits : 5096831
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jamhadi Ajak UKM Jatim Bisa Eksport






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 10 Oktober 2019 23:08:15
Jamhadi Ajak UKM Jatim Bisa Eksport

Surabaya - Seminar Internasionai dengan tema "Merajut Peluang dan Strategi Ekspor Produk Jawa Timur Menembus Pasar Internasionai" diselenggarakan di Diamond Room, Grand City Convex Surabaya, pada Rabu 9 Oktober 2019. Direktur KADIN Institute, Jamhadi, hadir sebagai narasumber bersama dengan H Kinoshita (Chairman Japan Indonesia Business Association), dan beberapa narasumber lainnya.

Seminar ini diselanggarakan oleh Biro Administrasi Perekonomian dalam rangkaian Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur dan dibuka oleh Sekdaprov Jawa Timur, Heru Tjahjono. Di lokasi yang sama, juga diselenggarakan pameran Jatim Fair yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa.

Jamhadi yang jadi narasumber dari KADIN Institute atas delegasi La Nyalla Mahmud Matttalitti memaparkan materi peluang dan strategi produk Jawa Timur menembus pasar ekspor.

Dalam kesempatan yang dihadiri sejumlah pengusaha dan asosiasi ini, Jamhadi menyebutkan ada beberapa tantangan yang dihadapi pengusaha Jawa Timur untuk bisa ekspor. Tantangan itu diantaranya meningkatnya ketidakpastian dunia, seperti perang dagang dan anti globalisasi, brexit, harga komoditas menurun, peran WTO dipertanyakan, penerapan Special Agricultural Safeguard Measures (SSG) oleh Filipina terhadap kopi instan asal Indonesia, dan standarisasi produk serta kampanye negatif terhadap produk unggulan Indonesia.

Tantangan lainnya ialah belum kompetitifnya produk Jawa Timur, baik dari sisi kualitas ataupun kontinyuitas. Maka itu, Jamhadi menyebutkan beberapa strategi agar produk dari pengusaha Jawa Timur bisa menembus pasar internasional.

“Strateginya ialah meningkatkan produk manufaktur berstandar ekspor melalui pemberdayaan IKM/UKM dan substitusi industri yang kompetitif termasuk support modal diantaranya perbankan dan IPO,” ujar Jamhadi melalui paparannya.

Jamhadi yang juga CEO PT Tata Bumi Raya ini kembali menyebutkan strategi lainnya, yaitu investasi untuk produk ekspor PMDN & FDI yang berorentasi ekspor banyak mendapat kemudahan, tersedianya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti di Singosari Malang, yang baru saja peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah, dan Industrial Park dengan pola sewa, mengontrol neraca barang secara periodic, mengelola impor dengan lebik baik.

“Juga menjalin perdagangan dengan negara-negara mitra dagang baru, memperluas ekspor ke pasar-pasar non-tradisional, meningkatkan promosi melalui Trade Expo, Business Forum dan Business Matching, menggiatkan ekspor jasa, dan memperkuat pasar luar negeri melalui etalase Jatim di KJRI Belgia, KJRI Swiss, Senior Advisor di OSAKA (Jepang), Korsel, Tianjin (RRT), termasuk upgrade Jatim Mart di Singapura,” jelasnya.

Strategi lain yang disebutkan Jamhadi ialah impor bahan baku yang masih 70% jadikan produk ekspor yang berdaya saing global, Pemda harus fokus ke hulu dan optimalkan hilirisasi produk, pertanian dan perkebunan.

“Dan perlu perhatian lagi ialah Productivity Center diperlukan untuk mengimbangi kenaikan upah yang terjadi setiap tahun. Hal ini juga untuk antisipasi di era industri 4.0. Juga perlunya dibentuk Tim Task Force Peningkatan Investasi dan ekspor Jatim, unsurnya terdiri dari Pelaku usaha, Akademisi, kepelabuhanan, community, pemerintah, dan KADIN Jawa Timur sebagai leading sektor,” lanjut Jamhadi menjelaskan.

Strategi lain yang disebutkan Jamhadi ialah mewujudkan sentra-sentra industri khusus ekspor di masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur, dan perlu dibentuk Perda Ekonomi Kreatif untuk mendorong ekspor produk ekonomi kreatif dan menjalin perjanjian perdagangan, trade expo dan misi dagang,” jelas Jamhadi, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKBA) Untag 45 Surabaya.

Jika beberapa strategi itu dioptimalkan, Jamhadi yakin banyak pengusaha Indonesia khususnya Jawa Timur bisa ekspor. Dari catatannya, nilai ekspor Jawa Timur di sektor pertanian Januari sampai Agustus 2019 sebesari USD 11,961 miliar, sektor industri sebesar USD 995,880 miliar, sektor pertambangan dan lainnya sebesar USD 45,48 miliar. Total ekspor Jawa Timur sebesar USD 13 miliar, dan impor USD 12,413 miliar.

Terakhir, Jamhadi mengajak pengusaha Jepang berinvestasi di Jawa Timur, dengan orientasi ekspor. Beberapa pengusaha Jepang itu antara lain Yukio Ota (Daizo Corporation), Shinici Murakami (Daizo Corporation), Nakamura Shunici, dan Mr Kinosita.

Mereka diajak Jamhadi melihat-lihat lokasi yang cocok bagi investor Jepang yang menanamkan modalnya di Jatim. Adapun sektornya ialah shipbuilding, graving dock, shipyard. Lokasinya berada di Tanjung Perak Surabaya, Lamongan, juga Sidoarjo.k9/red

dilihat : 21 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution