Senin, 14 Oktober 2019 02:58:49 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 181
Total hits : 5020765
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Presiden: TNI Bangun 4 Pangkalan Militer Baru






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 06 Oktober 2019 08:05:18
Presiden: TNI Bangun 4 Pangkalan Militer Baru

Jakarta - Dalam setahun terakhir TNI telah menorehkan sejarah baru yakni dibangunnya empat pangkalan militer yang baru. Setelah pangkalan militer terpadu di Natuna yang diresmikan Desember 2018, kemudian menyusul pangkalan serupa di Biak, Morotai, Merauke, dan Saumlaki.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi pada peringatan HUT Ke-74 TNI Tahun 2019 di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Presiden juga memaparkan budaya TNI yang tadinya terpilah menjadi terpadu. Disebutkan, pada tanggal 30 Juli 2019, telah dibentuk Komando Operasi Khusus (Koopsus) yang akan mendukung penanganan terorisme.

Latihan gabungan Dharma Yudha juga telah sukses dilaksanakan di awal bulan September 2019 yang melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra dan menjadi ajang unjuk teknologi baru.

Pada tanggal 27 September 2019, telah dibentuk Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di Tanjung Pinang, Balikpapan dan Biak. Kehadiran Kogabwilhan meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan krisis dan meningkatkan daya gentar.

“Semua ini menandai pergeseran budaya militer di TNI kita, yang tadinya terpilah-pilah di masing-masing matra, kemudian menjadi terpadu dalam lingkup Tentara Nasional Indonesia dan semakin didukung oleh profesionalisme prajurit. Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme TNI,” kata

Jabatan Baru

Pemerintah, jelas Jokowi, telah menambahkan 60 jabatan perwira tinggi baru untuk mengoptimalkan peran prajurit. Pemerintah juga terus menambah jumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk memenuhi target kekuatan pokok minimum (minimum essensial forces) tahap II.

Menurut Presiden, peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional juga terus diusahakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.16 tahun 2012 serta meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan prajurit TNI untuk mendukung profesionalisme prajurit.

Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Alokasi anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp131 triliun di tahun 2020.

“Pemerintah mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun. Selain itu, pemerintah akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020,” pungkasnya. (BR-1)

Sumber: BeritaSatu.com

dilihat : 30 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution