Selasa, 19 November 2019 00:28:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 67
Total hits : 5090960
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ahli Kesehatan : Mantan Perokok Rentan Depresi






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Jum'at, 04 Oktober 2019 11:33:44
Ahli Kesehatan : Mantan Perokok Rentan Depresi

Surabaya - Meski telah banyak yang berhenti merokok, sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang berhenti merokok cenderung lebih rentan mengalami depresi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine, mengklaim bahwa orang yang dulu merokok lebih mungkin mengembangkan depresi, dan juga memulai kebiasaan baru yang buruk seperti merokok ganja atau minum alkohol berlebihan.

“Upaya pengendalian tembakau nampaknya berhasil mengurangi perokok. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian kami, lebih banyak dari mereka sekarang menderita depresi dan terlibat dalam penggunaan narkoba yang bermasalah,” kata ketua peneliti, Renee D Goodwin, PhD, dari Institute for Implementation Science in Population Health, dikutip dari detik.com.

Selama periode penelitian, kejadian depresi berat meningkat dari 4,88 persen menjadi 6,04 persen, penggunaan ganja selama tahun sebelumnya naik dari 5,35 persen menjadi 10,09 persen, dan minum minuman keras alkohol selama bulan sebelumnya naik dari 17,22 persen menjadi 22,33 persen di antara mantan perokok.

Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil adalah meningkatnya legalisasi, penurunan persepsi risiko yang terkait dengan penggunaan, dan berkurangnya stigma ganja, yang kadang-kadang dapat digunakan oleh perokok yang mencoba untuk berhenti merokok.

Namun, para peneliti mencatat bahwa ketika mantan perokok menggunakannya, mereka meningkatkan kemungkinan mereka kembali ke tembakau.

“Temuan ini mewakili sebuah ancaman. Ancaman terhadap kemajuan yang telah dibuat dalam mengurangi prevalensi penggunaan rokok,” imbuh Dr Goodwin.(Red)

dilihat : 33 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution