Senin, 14 Oktober 2019 03:14:03 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520138
Hits hari ini : 219
Total hits : 5020803
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -UNESA Jadi Tuan Rumah Pembukaan Kontes Robot Terbang Indonesia






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 02 Oktober 2019 08:36:06
UNESA Jadi Tuan Rumah Pembukaan Kontes Robot Terbang Indonesia

Istimewa


Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah dalam pembukaan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019, Selasa (1/10/2019) malam.

Kompetisi KRTI Kemenristekdikti RI ke-7 kali ini bertema Kemandirian Teknologi Pesawat Terbang Tanpa Awak. Diikuti oleh 95 tim dengan total 285 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia. Tiap tim terdiri dari tiga mahasiswa.

Pelaksanaan KRTI Tahun 2019 dilaksanakan mulai 1-4 Oktober 2019 di Lapangan Udara TNI-AL Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Seluruh tim peserta melakukan registrasi On-Desk pada 1 Oktober 2019 di Universitas Negeri Surabaya Jl. Lidah Wetan, Surabaya, Jawa Timur.

Seleksi kompetisi meliputi administrasi serta laporan video dan perkembangan. Lomba terdiri dari empat divisi antara lain Divisi Fix Wing, Racing Plan, dan Development.

Prof. Dr. Nur Hasan, Rektor Unesa, mengatakan Unesa secara berkelanjutan terus berinovasi dan berkolaborasi untuk kemajuan Bangsa. “KRTI telah menghasilkan insan pemikir dan kontes ini merupakan ajang kemampuan perguruan tinggi untuk menunjukkan kepiawaian mahasiswa dalam menciptakan robot terbang,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menristekdikti RI Prof Mohamad Nasir mengingatkan inovasi perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi terkini. “Saya optimis Indonesia pada masa datang akan menjadi pintu gerbang kemajuan teknologi yang ada di Asia Tenggara, mengingat jumlah riset dan jumlah paten sudah menduduki ranking 1 di Asia Tenggara,” tandasnya.

Pesawat tanpa awak (UAV) diharapkan bisa dimanfaatkan di segala bidang. Seperti robot penanggulangan bencana tanpa awak, dalam bidang pertanian, robot pemantau perkebunan sawit hingga robot pengawasan teritorial perbatasan.

“Anak Indonesia dalam kompetisi dunia selalu juara namun tidak cukup dalam lomba harus dikembangkan atau dikomersialisasikan agar menjadi nilai tambah,” tambahnya.

Komandan Puspenerbal Lanudal Juanda, Laksamana TNI Edwin turut mengapresiasi dan mendukung KRTI 2019. “TNI AL didapuk mendukung kegiatan spektakuler tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti ini,” pungkasnya dalam acara pembukaan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019 di Unesa. (*)

dilihat : 19 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution